Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Penikmat bacaan dan tulisan

Pemelajar sepanjang hayat.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

9 Tips Menjadi Pemandu Acara Sukses

22 Juni 2018   18:53 Diperbarui: 22 Juni 2018   19:09 2025 2 1 Mohon Tunggu...

9 TIPS MENJADI PEMANDU ACARA SUKSES

Oleh:

IDRIS APANDI

(Praketisi Pendidikan)

Sebuah acara mulai dari acara yang kecil sampai dengan acara yang besar tidak lepas dari dari peran seorang pengatur acara (Master of Ceremony/MC), baik dari MC stausnya sebagai dadakan atau MC yang telah direncanakan sebelumnya. Mulai dari MC yang amatiran sampai MC yang profesional.

MC adalah orang yang mengatur dan memandu acara dari awal sampai dengan akhir. Dapat dibayangkan kalau sebuah acara tidak dipandu oleh MC, pasti akan kacau dan tidak jelas alurnya.  Oleh karena itu, keberadaan MC tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan, saking penting dan bergengsinya sebuah acara, penyelenggara sampai menggunakan jasa MC profesional dengan honor yang mahal. Bagi mereka, urusan honor tidak masalah, yang penting acara lancar dan sukses.

Sedangkan, kalau acara-acara di kampung-kampung, sekolah, kantor-kantor biasanya menunjuk MC seadanya, minimal orang lancar bicara di depan umum sebagai, bukan MC profesional, dan tidak mendapatkan kompensasi profesional. Di acara-acara kampung atau kantor, keberadaan MC kadang kalah pamor oleh pengisi acara. Dengan kata lain, keberadaan MC tidak terlalu diperhitungkan karena dianggap hanya sekedar pelengkap, tugasnya mengatur acara, dan tidak perlu memiliki kemampuan khusus.

Saya sendiri belajar menjadi seorang MC di kampung sejak SMA. Saya pernah jadi MC pada acara-acara seperti acara Maulid Nabi, Isra Mi'raj, acara Agustusan, rapat-rapat, tahlilan, acara pernikahan, dan kadang acara kantor. Ya, bisa dikatakan saya seorang "MC amatir", karena saya bukan seorang MC profesional dan tidak didik secara formil menjadi MC. Hanya bermodal pengalaman dan semangat ingin mencoba saja, karena pada dasarnya, jadi MC di acara apapun, intinya sama, harus memiliki kemampuan berbicara di muka publik dengan baik.

Berdasarkan pengalaman saya menjadi MC di berbagai acara tersebut, saya ingin berbagi tips menjadi seorang MC, sebagai berikut. Pertama, ketahui dulu jenis acara apa yang akan dipandu. Apakah acara resmi atau atau acara tidak resmi? Apakah acara umum atau acara yang khusus seperti acara keagamaan? Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan pakaian yang akan digunakan. Jangan sampai salah kostum. Dan hal tersebut kalau terjadi, tentunya akan memalukan.

Pada aara acara resmi, MC biasanya menggunakan setelan jas, batik, baju adat, atau kebaya, sedangkan acara keagamaan menggunakan baju koko atau hijab. Bahkan pada acara-acara seni dan hiburan, MC menggunakan pakaian casual agar terlihat lebih santai. Pada acara-acara besar, untuk kostum biasanya sudah ditentukan oleh penyelengggara acara (event organizer/EO).

Kedua, ketahui dulu siapa tamu undangan, pengisi acara, atau peserta yang akan hadir pada acara tersebut. Tujuannya agar MC dapat menyapa tamu undangan, peserta yang hadir, dan memperkenalkan nama pengisi acara. Etikanya, tamu undangan dan peserta biasanya disambut oleh MC dengan ucapan "selamat datang". Bahkan untuk tamu undangan tertentu, tokoh-tokoh tertentu, disebut nama dan jabatan yang disandangnya. 

Mereka akan senang kalau nama atau jabatannya disebut, karena keberadaannya terasa diakui. Begitupun ketika nama atau kelompok peserta disebutkan, mereka akan senang juga. Oleh karenanya, MC harus koordinasi dengan panitia atau EO berkaitan dengan siapa tamu undangan, pengisi acara, atau peserta yang hadir pada acara yang dipandu.

Ketiga, miliki pengetahuan yang cukup tentang materi acara yang dipandu. Hal ini sangat penting untuk dikuasai. Jangan sampai seorang MC terlihat tidak menguasai acara, terlihat bingung di hadapan audience. Oleh karena itu, sebelum memandu acara, pelajari dulu hal-hal yang berkaitan acara yang akan dipandu. Misalnya, kalau mau memandu acara pernikahan, maka seorang MC minimal membaca tentang bab pernikahan, mencatat atau mengutip dalil-dali pernikahan baik yang ada pada Alquran atau hadits agar nyambung. Biasanya dalil-dalil tersebut dibaca pada saat membuka acara. Kalau tidak mampu menghapalnya, minimal telah menyiapkan catatan di kertas atau HP.

Keempat, miliki kemampuan menyusun acara. Hal ini penting agar acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib, mulai dari acara pembuka, acara pokok, hingga acara penutup. Kalau ada pengisi acara seperti hiburan, MC harus jeli, pada sesi mana akan ditampilkan. Untuk masalah ini, MC harus koordinasi dengan panitia atau EO. Ada kalanya susunan acara sudah disiapkan oleh panitia atau EO. Dan H-1 biasanya ada latihan atau gladi dulu agar pada saat hari H acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib, serta dapat mengukur waktu yang dibutuhkan dari sebuah pengisi acara yang akan ditampilkan.

Kelima, miliki kemampuan mengatur waktu. Ada kalanya waktu acara sempit, tapi waktunya terbatas. Oleh karena itu, MC harus mampu mengatur waktu agar semua acara yang telah dirancang dapat ditampilkan. Disamping molornya waktu dimulainya acara dari waktu yang telah ditentukan, hal yang dapat mengganggu ketertiban waktu acara adalah sambutan-sambutan. 

Sambutan sebaiknya hanya diberikan oleh pihak yang relevan, misalnya oleh kepala kantor atau ketua panitia, jangan terlalu banyak sambutan yang justru akan menyita banyak waktu dan membuat peserta yang hadir menjadi bosan. Kepada pihak yang memberi sambutan pun, MC bisa menyampaian waktu yang disediakan untuk sambutan, supaya tidak ngalor-ngidul kemana-mana. 

MC pun harus berani menolak jika ada acara yang ingin ditampilkan diluar yang telah ditetapkan sebelumnya, karena pasti akan mengganggu acara-acara yang lain, kecuali atas dasar informasi dari panitia atau EO ada perubahan atau pergantian acara.

Keenam, miliki etika sebagai pembawa acara. Seorang MC disamping harus tampil meyakinkan, penuh percaya diri, juga harus memiliki etika agar tidak kehilangan wibawa dan balik dicemooh undangan atau peserta yang hadir. Etika seorang seorang MC yang baik disamping dari pakaian yang sopan, juga dari sikap, perkataan, dan bahasa tubuh.

Mengawali acara dengan salam dengan wajah yang ramah dan sumringah tentunya akan disukai oleh orang-orang yang hadir pada acara tersebut. Perlu diperhatikan etika ketika menyapa, memanggil, atau mempersilakan tamu untuk masuk ruangan atau duduk di kursi yang telah disediakan, atau ketika diminta maju ke atas panggung. Jangan lupa mengucapkan terima kasih ketika audience menuruti permohonan MC atau setelah meminta tampil di atas panggung. Jangan segan-segan juga untuk mengajak audience  memberikan applause atas sebuah penampilan yang bagus dan mengesankan dari  seorang pengisi acara.

Ketujuh, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Modal utama MC adalah kemampuan untuk berbicara di muka umum. Makanya ada ilmu public speaking dalam ilmu komunikasi. Seorang MC harus tenang dalam penampilannya, percaya diri, berbicara dengan santun, menyapa audience yang hadir. Disamping membacakan susunan acara, pandangan mata juga perlu tertuju kepada audience agar ada interaksi komunikatif, tidak hanya melihat teks susunan acara.

Seorang MC harus mampu mengatur nada dan intonasi suara. Jangan terlalu pelan, jangan pula terlalu keras, terkesan seperti orang yang sedang berteriak-teriak. Harus tahu kapan menggunakana nada suara yang rendah, sedang, dan tinggi. Ketika berganti dari satu acara kepada acara yang lain pun, MC bisa mengutip ayat suci, pendapat ahli, data, pribahasa, atau kata-kata mutiara yang relevan sebagai pemanis agar tidak terlalu membosankan.

Kalau MC-nya tim atau duet, harus "tik-tok", jangan terlihat canggung dan tidak lancar berinteraksi. MC duet harus mampu saling mengisi, mampu saling melengkapi, dan mampu berbagi peran. Jangan terkesan ada yang lebih dominan atau timpang, ada yang terlihat menguasai panggung, tapi ada yang terlihat kurang menguasai panggung. 

Oleh karena itu, tim perlu melakukan latihan, membangun chemistry, dan menyusun kesepakatan-kesepakatan sebelum memandu acara agar tidak canggung dan miskomunikasi pada saat memandu acara. Kalau mempersyaratkan kemampuan penguasaan bahasa asing pada sebuah acara, maka MC harus memiliki kemampuan bahasa asing, agar para audience paham.

Kedelapan, memiliki kemampuan menguasai panggung. Hal ini sangat penting agar MC tidak demam panggung. Penguasaan bahan atau susunan acara yang akan disampaikan merupakan salah satu hal yang penting untuk menguasai panggung. Observasi terhadap lokasi acara atau panggung pun menjadi hal yang penting. Bahkan kalau perlu latihan berbicara sendiri di depan panggung. Alangkah baiknya tulis daftar susunan acara untuk membantu menambah kepercayaan diri dan agar tidak ada acara yang lupa atau terlewat.

Kesembilan, miliki kepercayaan diri yang baik. Hal ini sangat penting agar MC tidak memiliki perasaan minder atau inferior dihadapan audience. Kepercayaan diri akan dimiliki kalau menguasai bahan yang akan disampaikan dan mampu menguasai panggung. Jangan lupa berdoa sebelum memandu acara. Siapkan susunan acara dan catatan kecil jika diperlukan.

Pengalaman yang saya rasakan, kepercayaan diri akan muncul dan semakin meningkat seiring dengan seringnya tampil di atas panggung. Oleh karenanya, harus sering mencoba untuk menjadi MC. Berlatih berbicara di depan cermin, berlatih berinteraksi dengan orang-orang, dan banyak membaca agar wawasan luas.

Berdasarkan kepada uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi MC yang baik bukan hal yang mudah. Perlu penguasaan medan, perlu banyak latihan, dan perlu banyak belajar, baik belajar teori-teori tentang bagaimana cara berbicara di depan umum (public speaking), ilmu komunikasi, atau juga melihat gerak-gerik MC profesional dalam memandu acara, baik secara langsung maupun melalui tayangan video. MC yang kompeten dan profesional, kunci sukses jalannya sebuah acara. Wallaahu a'lam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN