Mohon tunggu...
Ekonomi

Harapan Semua Perusahaan

2 Desember 2015   06:42 Diperbarui: 2 Desember 2015   07:21 0 0 0 Mohon Tunggu...

Perusahaan merupakan suatu organisasi atau lembaga yang didirikan untuk mencapai suatu tujuan, semakin berkembangnya dunia bisnis dibidang barang maupun jasa, maka itu para pembisnis akan berusaha mencari peluang bisnis yang kiranya menghasilkan keuntungan secara optimal akan suatu produk yang diciptakannya. Disamping itu harus menerapkan langkah-langkah dan strategi yang efektif dan efesien, baik dalam penggunaan modal maupun target dalam perencanaan operasinal perusahaan sehingga proyek yang dijalankan mampu memberikan kepuasan bagi para konsumen. Dengan begitu sebuah keuntungan sangatlah harus dipahami, setelah membaca artikel pertama tentang metode variabel cost untuk menentukan laba, selanjutnya penulis ingin berbagi tentang, apa itu laba? 

***

Banyak definisi yang menjelaskan tentang pengertian laba,laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55).
Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (perioda) tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untuk pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto, 2003: 444).

Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi perusahaan tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, laba menjadi informasi yang dilihat oleh banyak seperti profesi akuntansi, pengusaha, analis keuangan, pemegang saham, ekonom, fiskus, dan sebagainya (Harahap, 2001: 259).

Ahmed Belkaoui (2000:332) menyatakan bahwa laba akuntansi secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yg direalisasikan yg berasal dari transaksi suatu periode dan berhubungan dengan biaya historis. Dalam metode historical cost (biaya historis) laba diukur berdasarkan selisih aktiva bersih awal dan akhir periode yg masing-masing diukur dengan biaya historis sehingga hasil akan sama dengan laba yg dihitung sebagai selisih pendapatan dan biaya.

Menurut pengertian akuntansi konvensional dinyatakan bahwa laba akuntansi adalah perbedaan antara pendapatan yg dapat direalisir yg dihasilkan dari transaksi dalam suatu periode dengan biaya yg layak dibebankan (Muqodim 2005:111). Suwardjono (2005:455) mendefinisian laba sebagai penda­patan dikurangi biaya merupakan pendefinisian secara struktural atau sintaktik krn laba tak didefinisi secara terpisah dari pengertian pendapatan dan biaya. Pengertian laba yg dianut oleh struktur akun­tansi sekarang ini adalah laba yg merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya secara akrual.

SFAC No. 1 dalam Ataina (1999) menyatakan bahwa laporan laba rugi yg disusun berdasar basis akrual lbh akurat untuk menaksir prospek aliran kas dari pada laporan laba rugi yg disusun berdasar basis kas. Pengertian semacam ini akan memudahkan pengukuran dan pelaporan laba secara objektif. Perekayasa akuntansi mengharapkan bahwa laba semacam itu bermanfaat bagi para pemakai statemen keuangan khusus investor dan kreditor. Pendefinisian laba seperti ini jelas akan lbh bermakna se­bagai pengukur kembalian atas investasi (return on investment) daripada sekadar perubahan kas.

Di dalam laba akuntansi terdapat berbagai komponen yaitu kombinasi beberapa komponen pokok seperti laba kotor laba usaha laba sebelum pajak dan laba sesudah pajak (Muqodim 2005:131). Sehingga dalam menentukan besar laba akuntansi investor dapat melihat dari perhitungan laba setelah pajak. SFAC No. 1 dalam Belkaoui (2000:332) mengasumsikan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yg baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan arus kas masa depan

Laba dengan berbagai interpretasi diharapkan dapat digunakan antara lain sebagai (Suwardjono 2005: 456) :

  1. Indikator efisiensi penggunaan dana yg tertanam dalam perusahaan yg diwujudkan dalam tingkat kembalian atas investasi(rate of retun on inuested capital).
  2. Pengukur prestasi atau kinerja badan usaha dan manajemcn.
  3. Dasar penentuan besar pengenaan pajak.
  4. Alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomik suatu negara.
  5. Dasar penentuan dan penilaian kelayakan tarif dalam perusahaan public.
  6. Alat pengendalian terhadap debitor dalam kontrak utang.
  7. Dasar kompensasi dan pembagian bonus.
  8. Alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan.
  9. Dasar pembagian dividen.

Bila dilihat secara mendalam laba akuntansi bukanlah definisi yg sesung­guh dari laba melainkan hanya merupakan penjelasan mengenai cara untuk menghitung laba. Karakteristik dari pengertian laba akuntansi semacam itu mengandung beberapa keunggulan.

Beberapa keunggulan laba akuntansi yg dikemukakan oleh Muqodim (2005 : 114) adalah:

  • Terbukti teruji sepanjang sejarah bahwa laba akuntansi bermanfaat bagi para pemakai dalam pengambilan kepu­tusan ekonomi.
  • Laba akuntansi telah diukur dan dilaporkan secara obyektif dapat diuj kebenaran sebab didasarkan pada transaksi nyata yg didukung oleh bukti.
  • Berdasarkan prinsip realisasi dalam mengakui pendapatan laba akuntansi memenuhi dasar konservatisme.
  • Laba akuntansi bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama berkaitan dengan pertanggungjawaban manajemen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2