Kesehatan

Basmi Tuntas Aborsi/Abortus di Negara Kita

16 Mei 2017   17:32 Diperbarui: 16 Mei 2017   17:38 41 0 0

  Aborsi/abortus merupakan proses di keluarkannya janin secara paksa atau sebelum waktunya. Aborsi/abortus dapat dibagi atas dua golongan yaitu abortus spontan dan abortus provokatus. Abortus spontan adalah abortus yang terjadi tanpa tindakan mekanis dan disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. Abortus provokatus adalah abortus yang terjadi akibat tindakan atau disengaja, baik dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat tertentu.

 Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar, tanpa mempersoalkan penyebabnya. Bayi baru mungkin hidup di dunia luar bila berat badannya telah mencapai lebih daripada 500 gram atau umur kehamilan lebih daripada 20 minggu (Sastrawinata et al., 2005).  

 Aborsi/abortus terjadi karna keadaan seseorang belum bisa menjadi seorang ibu atau karena penyakit tertentu yang dapat mengancam nyawanya. Berikut peraturan pemerintah dalam aborsi, di mana peraturan ini sudah si tetapkan dalam Aborsi dalam KUHP dan UU no 36 tahun 2009 di mana salah satu isinya yaitu isinya yaitu:

Pasal 346

 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347

1. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

 nah di sini kelurga sangat berperan penting dalam masalah aborsi/abortus. Kita sebagai mahasiswa promosi kesehatan dan pemerintah yang bertanggung jawab mungkin bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat atau adik-adik kita apa itu aborsi, apa efek dari jika seseorang melakukan aborsi, janganlah kita memikirkan diri sendiri, tapi berpikirlah bagai mana nasib generasi kita nantinya jika aborsi ini terus ada. 

Saya sebagai salah satu mahasiswa promosi keaehatan tidak setuju dengan pemerintah yang menghalalkan kondom, andaikan kita menghalalkan itu kondom berarti kita sama saja menghalalkan yang namanya seks bebas ini berada di negara kita.