Kotaksuara

Jokowi adalah Presiden yang Visioner

15 Maret 2019   15:50 Diperbarui: 15 Maret 2019   16:26 39 2 0

Sebenarnya saya tidak begitu tertarik berbicara masalah politik karena menurut saya politik itu terlampau ribet untuk dibicarakan. Dan didalam pemilihan umum  baik itu pilkada maupun pilpres saya cenderung golput walaupun saya sadar  hak suara saya bisa saja disalahgunakan dan juga suara saya pun berharga untuk menentukan nasib bangsa atau daerah, tapi saya tidak perduli karena menurut saya tidak ada pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat. 

Ketika pemilihan umum tahun 2014, saya tidak golput tapi saya memilih pak Jokowi karena sepak terjangnya selama menjadi gubernur DKI cukup bagus, apalagi pak Jokowi sering blusukan dan menurut saya blusukan ini sangat penting dikarenakan supaya dapat melihat kondisi secara langsung atas suatu peristiwa atau tempat, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan di dalam menentukan kebijakan dan membuat solusi untuk permasalahan yang ada. Blusukan  juga dapat membangun kedekatan masyarakat dan pemimpinnya dan pemimpin dapat lebih bisa berempati dengan masalah yang dihadapi rakyatnya.

Ada sebuah dongeng tentang raja yang tidak pernah keluar istana dan raja ini sebenarnya adalah raja yang baik  hati tetapi pejabat kerajaan banyak yang korupsi dan membohongi raja dengan hasil laporannya. Akhirnya raja ini pun keluar istana diam-duam dengan menyamar ketika dilihatnya bahwa ternyata rakyatnya sangat miskin, ibalah hati sang raja. Selama ini laporan yang diberikan kepadanya oleh pejabat istana berbeda dengan  maka murkalah raja  terhadap para pejabat istana. Bagi saya Jokowi seperti raja dalam dongeng yang meninggalkan tahtanya untuk blusukan demi melihat kondisi langsung rakyatnya dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi negeri dan rakyatnya.

 Selama empat tahun pemerintahan Jokowi juga banyak sekali pembangunan infrastuktur yang dilakukan,  seperti yang dilansir dari kompas, pembangunan infrastruktur konektivitas dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha. Pemerintah berpandangan, selain untuk pemerataan distribusi barang/jasa, pembangunan ini juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing.

1. Jalan dan Jembatan

Catatan jalan dan jembatan yang dibangun dalam empat tahun Jokowi-JK:

  • Jalan sepanjang 3.432 kilometer
  • Jalan tol sepanjang 947 kilometer
  • Jembatan sepanjang 39,8 kilometer
  • Jembatan gantung sebanyak 134 unit. 

2. Kereta Api

  • Jalur kereta api, termasuk jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 754.59 km'sp
  • Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 413,6 km'sp
  • Light Rail Transit di Sumatera Selatan selesai dibangun
  • Light Rail Transit di Jakarta selesai dibangun
  • Light Rail Transit di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi yang rampung pada 2019
  • Mass Rapid Transit yang juga rampung pada tahun 2019.

3. Bandar Udara

  • Ada 10 bandar udara baru (Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu)
  • Revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan
  • Pemerintah menargetkan penurunan disparitas harga lima bahan kebutuhan pokok sebesar 57,21 persen untuk masyarakat daerah terpencil dan daerah tertinggal yang belum terlayani moda transportasi lain.

4. Pelabuhan

  • 19 pelabuhan baru
  • 8 pelabuhan yang masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan rampung pada tahun 2019
  • Target peningkatan kapasitas pengangkutan barang dari 16,7 juta TEUs per tahun pada 2014 menjadi 19,7 juta TEUs per tahun pada 2017
  • Penambahan 5 unit kapal penyeberangan penumpang
  • Penambahan 3 unit kapal motor penyeberangan
  • Penambahan 10 pelabuhan penyeberangan.

Seperti yang dilansir dari kompas.com, ada sejumlah janji yang disampaikan Jokowi. Koneksi Broadband Indonesia Timur Selesai Jokowi berjanji bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan menjadi negara dengan konektivitas data terbaik.

Jokowi menyatakan, dalam masa pemerintahannya Indonesia telah memicu pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit. Capaian saat ini adalah B20, alias 20 persennya adalah biodiesel sementara sisanya masih bahan bakar fosil. Dia berjanji dalam masa pemerintahannya akan mengembangkan B 100. "Kita ini sekarang menuju kepada yang namanya B-100 sehingga kita harapkan tiga puluh persen dari total produksi dari kelapa sawit nanti akan masuk kepada biofuel. Sudah kita rencanakan, plan-nya sudah sangat rigid dan sudah sangat jelas. Ini yang sedang kita kerjakan sehingga kita tidak ketergantungan kepada minyak dari import

Perkembangan Digital Indonesia Bakal Makin Matang Jokowi berjanji memicu kemajuan digital, terutama dalam membangun bisnis startup dan skala kecil. Salah satu yang hendak dibangunnya adalah perekopnomian petani. "Perlunya petani dikenalkan pada yang namanya marketplace sehingga mereka bisa berjualan secara online sehingga hubungan antara petani dengan konsumen ini semakin dekat," katanya. "Menyiapkan juga usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro, usaha supermikro untuk tahu bagaimana mereka bisa memanfaatkan online sistem ini, sehingga membangun ekosistem offline dan membangun ekosistem online sangat diperlukan dalam waktu yang sangat cepat

Jokowi juga mengunggulkan program bank mikro yang dinyatakan akan semakin dikembangkan ke depan. 1.000 Unicorn Jokowi menyataklan, "Kita tahu di negara Asian ada tujuh unicorn dan empatnya ada di Indonesia. Oleh sebab itu kita ingin agar tidaknya empat tetapi ada tambahan-tambah unicorn baru." Ia bermimpi ada 1.000 unicorn baru di Indonesia. Karenanya, dia berjanji mendukung ekonomi untuk startup dan usaha kecil.

Saya cukup percaya dengan janji-janji kampanye Jokowi dan saya berharap Jokowi bisa terpilih kembali menjadi Presiden untuk menuntaskan pekerjaan pembagunan yang telah dimulainya dan juga mewujudkan janji kampanyenya sehingga menjadi negara dan  bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera, adil dan makmur.