Mohon tunggu...
Ida S
Ida S Mohon Tunggu... Administrasi - Joyful

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UC_VcRcUxjRCthjILM9AmNAA/ my blog: https://agrace2011.blogspot.com/ https://mywishes09.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Tanaman Rias, Rahasia Kelezatan Masakan Tradisional Batak

30 Januari 2019   15:11 Diperbarui: 30 Januari 2019   15:26 611
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan tumbuhan rempah-rempah, kekayaan akan rempah-rempah tersebut membuat bangsa asing sepert Portugis, Spanyol, Belanda menjajah Indonesia.  Ada satu tanaman rempah yang hanya di kenal di daerah-daerah tertentu saja, seperti daerah Sumatera Utara, tanaman itu adalah Rias. 

Tanaman Rias atau di daerah lain lebih dikenal dengan nama Kecombrang, kantan, atau honje adalah tanaman yang mirip jahe atau lengkuas, dengan tinggi mencapai 5m.  Bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap masakan dan bahan sayuran. Tanaman Rias mempunyai bunga berwarna merah jambu.

Tanaman Rias (dokpri)
Tanaman Rias (dokpri)
Tanaman Rias ini sangat populer di daerah Sumatera Utara karena sering dipakai sebagai bumbu penyedap, dan bahan sayuran untuk masakan tradisional Batak seperti Ikan Arsik, sambal Rias, daun ubi tumbuk dsb.

Ikan Mas Arsik bukan hanya sekedar masakan tradisional Batak tetapi juga sebagai makanan adat karena selalu digunakan untuk acara adat. Masakan Ikan Arsik tidak lengkap kalau tidak memakai rias. Batang dan bunga Rias,semua dipakai untuk memasak Ikan Arsik, batang bagian dalam yang lunak yang digunakan dan jika menggunakan bunganya, gunakan yang masih kuncup atau muda.

Ikan Mas Arsik (dokpri)
Ikan Mas Arsik (dokpri)
Dikarenakan pentingnya peranan tanaman Rias sebagai bumbu penyedap dalam masakan tradisional Batak, banyak keluarga-keluarga batak di perantauan menanam tanaman Rias di pekarangan rumahnya, dikarenakan tanaman in jarang di jual di warung sayur, adanya di pasar dan itupun tidak setiap hari tersedia, terkadang Rias juga kosong. Pekarangan rumah orang tua saya juga ditanami Rias, sehingga sewaktu-waktu ingin memasak Arsik Ikan, sambal Rias, ataupun daun ubi tumbuk, ibu saya cukup mengambilnya dari pekarangan.

Bagi yang belum pernah makan masakan yang ada Riasnya, sewaktu memakan masakan tersebut mungkin awalnya akan terasa asing dan cukup aneh di lidah.  

Saya saja baru menyukai masakan yang ada Riasnya ketika saya dewasa. Pada saat saya masih anak-anak sampai dengan remaja, saya paling tidak suka jika masakan diberi Rias, pastilah saya akan singkirkan Rias dari ikan arsik yang ada dipiring saya. 

Saya sering mengomel kepada ibu saya jika Ikan Arsik diberi Rias, ataupun jika ibu saya masak sambal Rias pastilah sambalnya tidak saya makan, karena menurut saya pada waktu itu rasanya aneh.

Bertahun-tahun saya tidak suka Rias sampai suatu ketika saya iseng mencicipi sedikit sambal Rias buatan ibu saya pada saat makan siang, dan rasa sambal Rias tersebut begitu lezat di lidah saya, akhirnya saya jadi begitu doyan dengan sambal Rias dan ldah saya tidak menolak jika masakan ada Riasnya. Saya sendiri heran dengan perubahan selera lidah saya yang dulunya tidak suka sekali dengan Rias menjadi suka, mungkin rasa di lidah juga mengalami metamorposis.

Sambal rias. sumber foto: cookpad.com
Sambal rias. sumber foto: cookpad.com

Sambal Rias tak kalah lezatnya dibandingkan sambal tradisional lainnya seperti sambal terasi, sambal tempoyak, dsb. Cara pembuatan sambal Rias juga agak mirip pembuatannya dengan sambal terasi yaitu seluruh bahan di gongseng dengan sedikit minyak, atau dibakar. Bahan-bahan untuk membuat Sambal Rias antara lain: Kemiri, Bawang merah, Cabe merah secukupnya, Cabe rawit, Rias (batang bagian dalam yang lembut), dan jeruk kunci. Bahan-bahan tersebut setelah di gongseng kemudian ditumbuk halus dan setelah halus ditambah perasan air jeruk kunci.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun