Mohon tunggu...
Anisa Rizky
Anisa Rizky Mohon Tunggu...

Penulis |Guru|

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Deteksi Dini Gejala Philophobia: Ketakutan akan Cinta

14 April 2017   13:29 Diperbarui: 15 April 2017   17:01 0 8 1 Mohon Tunggu...
Deteksi Dini Gejala Philophobia: Ketakutan akan Cinta
Ilustrasi philophobia. Teendefinition

Ketika seseorang telah menginjak usia dewasa, maka naluri manusiasecara alamiah adalah menikah, membangun keluarga bahagia, dan memiliki keturunan. Apalagi dia adalah seorang wanita. Ambisi untuk segera menikah pasti sangat diidamkan oleh para kaum hawa. Dia akan berusaha mendapatkan jodohnya dengan cara apapun. Misalnya, dengan berpacaran, meminta dijodohkan, atau mengejar cinta pria idaman. 

Ketika seorang wanita jatuh cinta dia akan melakukan segala daya dan upaya untuk mendapatkan cinta dari pria idamannya.Baginya cinta merupakan anugerah terindah yang Tuhan kirimkan kepadanya. Makanya, dia akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mendapatkan cinta dari “sang pangeran” dan bisa menikah dengannya. Tetapi bagaimana jika cinta adalah suatu ketakutan terbesar dan teramat dahsyat yang menggerogoti sebagian atau seluruh hidup wanita? 

Dalam ilmu psikologi ada salah satu phobia yang bernama Philophobia. Kata Philophobia ini berasal dari bahasa Yunani. Philo artinya cinta, dan phobia artinya takut, jadi Philophobia adalah suatu penyakit mental pada diri seseorang (khususnya wanita) yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Pada dasarnya mereka sama saja seperti manusia lainnya,pernah merasakan jatuh cinta hanya saja mereka akan selalu berusaha menghindar dari apapun tentang cinta. 

Mereka juga ingin dicintai, tetapi dalam batinnya ada suatu ketakutan yang berlebihan tentang cinta yang mengakibatkan mereka sulit untuk membangun sebuah hubungan. Wanita pengidap philophobia mempunyai latar belakang yang mengakibatkan mereka menjadi takut untuk mencintai dan dicintai seseorang. Salah satu latar belakang pengidap philophobia adalah mereka mengalami broken home saat usia masih dini. 

Ketika mereka masih kecil,keluarga mereka sudah hancur berantakan. Sang ayah, yang harusnya bisa menjadi tameng pelindung bagi dirinya justru adalah seorang pengkhianat pertama yang telah menyakiti dan menyia-nyiakan hidupnya. For Your Information, wanita yang dekat dengan ayahnya dapat membangun hubungan baik dengan pasangannya. Kesejahteraan mental dan fisik akan didapatkan sang anak saat ia berumur 33 tahun, jika ia dekat dengan ayahnya sewaktu mereka berusia 0-16 tahun. 

Pasalnya, usia 0-16 tahun adalah masa pembangunan karakter artinya pada masa itu karakter seorang anak dibangun. Jika pada masa itu sang anak perempuan dekat dan mendapatkan perlakuan baik dari ayahnya maka dia akan tahu barometer pria idaman itu seperti apa. Sebaliknya, jika pada masa itu sang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya (apalagi disia-siakan oleh ayahnya) maka dia akan sulit jatuh cinta karena krisis kepercayaan kepada pria. Hal itu disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang sangat buruk dari sang ayah. 

Oleh sebab itu, sangat diutamakan kalau sang ayah harus bisa menjadi “ayah yang baik” saat anak berusia 0-16 (jadi tidak boleh lebih dari 16 tahun). Jika anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada masa tersebut, bisa menyebabkan sang anak mengidap Philophobia. Berikut merupakan gejala-gejala seseorang yangmengidap Philophobia:

1. Susah Move On

Pengidap Philophobia bercermin dari pengalamannya di masa lalu, sehingga dirinya sangat mengkhawatirkan masa depan. Sebenarnya tidak salah, jika mereka hanya mengambil pelajaran yang terjadi di masa lalu untuk dijadikan bahan pembelajaran. Akan tetapi,kekhawatiran mereka yang tidak wajar tersebut berubah menjadi rasa takut yang sangat berlebihan sehingga mereka tidak bisa menjalani hidup dengan “normal”. 

Penyianyiaan yang dilakukan oleh ayahnya di masa lalu merupakan suatu trauma yang amat mendalam untuk dirinya. Hal itu takkan pernah mereka lupakan walaupun raga mereka telah tiada.

2.  Mindset yang Salah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3