Mercy
Mercy wiraswasta

Pengalaman manis tapi pahit, ikutan Fit and Proper Test di DPR.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Menikmati Ibadah Gereja Virtual yang Real Time, Apakah Sah?

13 Agustus 2017   06:30 Diperbarui: 13 Agustus 2017   07:10 418 2 4
Menikmati Ibadah Gereja Virtual yang Real Time, Apakah Sah?
Satu isi khotbah yang di-screenshoot dari youtube.com

Sekarang tidak ada alasan tidak bisa beribadah lagi. Hari Minggu, harus-harus -harus memberi waktu untuk Tuhan. Mendengarkan firman-Nya, bernyanyi memuji Tuhan, bersyukur atas perlindungan-Nya. Dalam doa liturgi, kita juga berdoa untuk bangsa, negara, para pemimpin, dan juga permohonan untuk kebutuhan kita. Ibadah juga ditutup dengan Doa Berkat.

Semua tata cara liturgi kita bisa ikuti dengan khusuk, walaupun kita secara fisik tidak hadir di gedung gereja.

Kok bisa?

Ya, lebih dari setahun ini, sudah tersedia perayaan ibadah setiap Minggu yang bisa kita ikuti lewat streaming youtube saja.

Saat Minggu pagi, kita masih leyeh leyeh di tempat tidur, atau sedang liburan di pantai, atau saat perawatan di rumah sakit, atau sambil menunggu boarding pesawat, kita bisa nikmati perayaan ibadah Minggu secara penuh.

Gereja di Jakarta tersebut menawarkan iibadah streaming. Kalau tidak salah, setiap Minggu di youtube.com  pk 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19 kita bisa ikuti ibadah.

Streaming paling sering dari gereja pusatnya di kawasan Jl Thamrin Jakarta. Namun kalau Sang Pendeta sedang khotbah di gereja cabang seperti di Kelapa Gading atau BSD atau tempat lain, maka streaming bisa dari tempat pendeta khotbah.

Beberapa kali, khotbah pendeta direkam dulu karena ia sedang di luar kota atau luar negeri. Namun tetap acara liturgi ibadahnya live.

Warta Mingguan juga menggunakan multimedia alias vlog tentang kegiatan Penginjilan Gereja. Lebih tepatnya, vlog saat  Sang Pendeta diundang khotbah ke sana sini, lengkap dengan seremoni ketika diterima para pejabar setempat.

Yap, yang berkhotbah dalam 7 kali ibadah mayoritas sang Pendeta yang menyebut dirinya Gembala Sidang. Walaupun belakangan ini, putra mahkota sudah rajin tampil mengisi slot khotbah, karena Sang Gembala Sidang kabarnya sibuk menemani pengobatan istri ke luar negri.

Kembali ke urusan ibadah streaming

Kalau yang khotbah, dia dia aja, maka lagu pujian dan worshipper biasanya gantian Band pengiring dan pendeta "junior" khusus doa kolekte dan doa penutup ibadah biasanya juga gantian.

Ibadah streaming berlangsung 90 - 120 menit. Liturgi termasuk berbagai pujian sekitar 50 menit tapi bisa lebih 60 menit. Malah pernah nyanyi nonstop sampai kelihatan Worship Leadernya kecapean, karena nunggu kedatangan Sang Pendeta yang kena macet.

Pendeta ngetop dan khotbahnya ringan, penuh motivasi, termasuk ingat ingat setor perpuluhan Gereja ini juga terima kolekte dan perpuluhan via transfer m-banking.

Bahkan sekarang mesin EDC sudah tersedia jika kita ada  di gedung gereja. Kita tidak repot cari uang cash, cukup gesek kartu untuk bayar kolekte dan perpuluhan.

Kembali ke Ibadah via streaming

Jadi kita bisa ibadah atau  bergereja dari tempat masing-masing, dari mana saja, dengan kondisi terserah, bisa sedang perawatan di ranjang rumah sakit atau sedang pesiar di pantai kuta Bali.

Kabarnya jemaat streaming ini berasal dari seluruh dunia, diaspora Indonesia.

Ini ibadah beneran. Selama ada di ruang privat, di rumah sendiri,  di kamar hotel, Kalau disuruh nyanyi, ya kita nyanyi, diminta berdiri untuk berdoa ya berdiri, diminta buka Alkitab baca Firman, ya ikuti. Bahkan saat kolekte, kita setor langsung via m-banking.

Jadi ibadahnya sama, liturgi komplit kita ikuti. Malah ibadah streaming ini lebih terasa intim dengan Tuhan, wong ibadah privat, tanpa ada jemaat lain di sekeliling kita.

Ups, ketahuan deh kalau belakangan ini saya jarang datang langsung ke gedung gereja .

Apakah ibadah streaming "gaya milenial" ini sah?

Saya tidak tahu dan tidak bisa menghakimi.

Doa saya, semoga Tuhan berkenan dengan ibadah model begini. Semoga Tuhan mengerti kondisi saat ini dan melihat kerinduan saya mendengarkan firmanNya. Tetap butuh  hadiratNya yang kudus dan mohon Tuhan berkenan  memberikan berkat jasmani dan rohani sepanjang satu minggu ke depan, dan hari selanjutnya.

Thx to God, Thx to Technology.
Kabarkan Injil sampai ke ujung ujung bumi


Artikel ini juga dishare Penulis ke laman lainnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.