Mohon tunggu...
Budi Wahyuni
Budi Wahyuni Mohon Tunggu... Lainnya - Seorang Ibu bersuami yang dianugerahi 2 putri dan 1 putra

Belajar ilmu-ilmu bermanfaat sampai akhir hayat.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kiat Penyintas Covid 19: Cepat Bertindak, Hindari Stres, Tertawalah

28 Juli 2021   16:34 Diperbarui: 28 Juli 2021   16:37 187
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kiat unik dan manjur dari keluarga  Pandu adalah menonton acara Just for Laughs setiap hari, sehingga hampir seharian mereka tertawa-tawa. Mereka yakin bahwa tertawa akan meningkatkan hormon endorfin, salah satu jenis hormon kebahagian yang berperan meredakan nyeri alami tubuh.

Hari ke 5 (lima) penciuman bau keluarga Pandu mulai terasa kembali dan nafsu makan mulai muncul. Isoman mereka lalui dengan santai karena sering tertawa bersama.

Rekan saya, Ratna, terpapar covid 19 di bulan Desember 2020. Awalnya Ratna mengantar suaminya ke rumah sakit karena sakit lambung akut sehingga tidak mau makan dan harus diinfus. Saat itu rumah sakit juga sudah mulai banyak pasien covid 19, mereka tidak dapat ruang perawatan, sehingga  suami Ratna harus dirawat di  ruang IGD rumah sakit selama 2 hari dan Ratna  menunggu suaminya di IGD selama itu pula.

 Di ruang IGD, karena para pasien hanya dibatasi dengan gorden, Ratna menyaksikan seorang pasien covid 19 yang wafat dan diprosesi oleh petugas yang dilengkapi  APD.

Setelah pulang dari rumah sakit, Ratna dan suami mengalami demam dan flu. Menurut Ratna, sangat besar kemungkinan mereka terpapar covid 19 saat di ruang IGD. Mereka pun cek kondisi mereka kembali ke rumah sakit dan setelah melakukan PCR mereka memang positif covid 19, begitu juga seorang putra yang tinggal serumah dengan mereka. 

Dari  rumah sakit mereka diberikan vitamin Holisti Care Ester C yang aman untuk lambung dan multi vitamin Licoxy serta antibiotik yang harus dihabiskan. Selain itu mereka juga mengonsumsi obat herbal China untuk batuk dan radang  tenggorokan, Herbalmini.

Setelah isoman 7(tujuh) hari, hasil PCR putra Ratna sudah negatif. Ratna perlu waktu 14 (empat belas) hari baru negatif hasil PCR-nya, sedangkan suami Ratna yang memiliki kormobid diabetes dan darah tinggi perlu waktu selama sebulan. Menurut dokter yang senantisa memantau kondisi mereka, suami Ratna memiliki  rasa cemas agak tinggi atau  stress, karenanya agak lama hasil PCR negatif, walau kondisi kesehatan sudah lama membaik.

Sejak awal mereka sakit, mereka berusaha untuk makan makanan sehat, minum susu 1x sehari, mengonsumsi minuman rebusan rimpang walau tidak setiap hari, rutin minum vitamin dan berjemur 15 menit setiap hari diantara jam 10-11 pagi.

Yang menarik dari pengalaman  Ratna, putra ke dua yang pulang dari pondok pesantren ternyata tidak terpapar, walau tinggal bersama mereka saat mereka masih positif covid 19, bahkan  sering ikut berjemur bersama. Farand, putra ke dua mereka sangat giat makan sehat, minum multi vitamin 3x1 tablet dan minum susu 1x sehari.

Seorang rekan saya yang tinggal di Dumai, Hilda,  punya pengalaman unik saat terpapar covid, karena dia tidak periksa ke dokter sama sekali dari awal sakit sampai sembuh.

Suatu hari di bulan  Februari 2021 Hilda diare dan demam, keesokan harinya dia tidak bisa mencium bau dan hambar semua rasa makanan. Karena sudah mendapat informasi cukup dari medsos dan sumber-sumber lain, Hilda segera isoman. Vitamin dan obat yang dikonsumsinya juga mudah diperoleh, yaitu Sanmol untuk demam, Decolgen untuk sakit kepala, OBH Combi Plus diminum 1x sehari walau tidak ada batuk dan flu, vitamin Imboost Force, Qist Al Hindi, madu dan kayu putih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun