Mohon tunggu...
Gaharu Online
Gaharu Online Mohon Tunggu... Ibnu Rusid

Provinsi Nusa Toleransi

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Tiga Tahun Dana Desa Balaurin Tidak Mampu Mengubah Wajah Balauring dari Krisis Air

18 Juni 2019   03:50 Diperbarui: 18 Juni 2019   04:20 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tiga Tahun Dana Desa Balaurin Tidak Mampu Mengubah Wajah Balauring dari Krisis Air
Sumber foto:dokpri. Keterangan. Gambar tersebut adalah Drainase dan rabat Desa Balauring yang kini menunggu aliran air dan hanya menjadi tempat penampung sampah.

3 Tahun Dana Desa Balauring "Rp. 3.813.986.996, 17" Tidak Mampuh Mengubah Wajah Balauring Dari Krisis Air


Balauring_Lembata_NTT. Dana Desa pencairan hasil perubahan tahun anggaran 2015 untuk pencairan 2016 mencapai Rp. 1.208.562.625,00 dan untuk tahun 2017 pendapatan desa mencapai Rp. 1.341.602.311,84. Sedangkan untuk tahun 2018 sebesar Rp. 1.379.964.723,33 sehingga total dana desa adalah Rp. 3,813,986,996,17.

Pada Tahun 2016 anggaran Pembanguman/Pemanfaatan/Pemeliharaan Air setelah perubahan Rp. 54.671.671,00. Belanja untuk barang dan jasa 4. 357.671,00. Bahan-bahan 49.985.546,00 bahan 1 Paket (Tercantum dalam Penjabaran Perubahan Anggaran tahun 2016).  

Sedangkan pada Tahun 2017 Belanja Modal Pengadaan Jaringan Air anggaran Rp. 161  375. 588, 25 dan realisasi sebesar Rp. 160. 309.874,00 (Tercantum dalam Laporan Keterangan Penyelenggara Desa). Pada Tahun 2018 Pembangunan Bak Resafoar Dusun Horsal sebelum perubahan Rp. 92.861.000,00 sesudah perubahan 92.861.000,00.

Dengan Total dana desa Rp. 3,813,986,996,17 (Tiga Miliar mendekati 4 miliar) tidak mampuh menjawab keresahan masyarakat dan mengurangi krisis air minum, bahkan tidak kunjung beruhah dari tahun ke tahunnya. Dana desa yang diharapkan mampuh menjawab kebutuhan masyarakat desa nyatanya "TIDAK". Krisis air semakin menjadi, Janji menuntaskan krisis air oleh Kades kini tinggal onggokan kata dan paragraf belaka.

Air seharusnya menjadi prioritas namun nyatanya Pemerintah desa lebih mementingkan pembangunan Rabat dan drainase yang faktanya kita kekeringan air. Pertanyaan sederhananya untuk apa drainase ketika Balauring krisis air?, marilah berfikir waras Sahabat. 

Belum lagi ketertutupan desa dalam mengelola dana desa, hal ini yang semakin meresabkan masyarakat, tidak ada baliho program desa, alokasi dana desa, dan informasi terkait aktifitas desa. 

Sungguh miris desaku. Semoga saja Bapak-bapak yang duduk di KPK bisa silaturrahim di desa Balauring. Amin.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x