Mohon tunggu...
Bethesda Elizabeth Lumbantoruan
Bethesda Elizabeth Lumbantoruan Mohon Tunggu...

If you want it, you have to work for it suka menyanyi, naik gunung, senang ke tempat baru, dan lagi senang-senangnya "menggambar"

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan featured

Kereta Api, Baik atau Buruk Tetap Jadi Pilihan Rakyat

1 Oktober 2016   17:20 Diperbarui: 28 September 2018   00:44 0 5 2 Mohon Tunggu...
Kereta Api, Baik atau Buruk Tetap Jadi Pilihan Rakyat
Youtube.com/Hamid Railfans PRP

Tahun 2015 aku pernah tinggal dan sempat bekerja di Jakarta. Ngekostnya di dekat Kemayoran dan gawenya di Thamrin Nine.

Kalau dipikir-pikir dekat banget sih jaraknya tapi kalau naik transportasi umum, terutama Bus way sampainya lama sekitar 1,5 jam.

Selama hampir satu bulan tinggal di daerah Kemayoran, setiap pagi aku selalu pergi ke kantor naik Bus way.

Rasa tidak nyaman ketika naik bus way aku rasakan mulai dari harus sesak-sesakan di halte, di bus juga jarang kebagian tempat duduk (hampir gak pernah sih memang), belum lagi harus berangkat pagi supaya gak telat.

Gak pernah kepikiran sebelumnya untuk naik kereta karena sejujurnya aku belum pernah dan belum tahu tentang bagaimana naik angkutan umum ini.

Hingga ada seorang teman yang mengenalkan ku dengan transportasi umum ini. “cepat, murah dan nggak macet”katanya waktu itu.

Disertai rasa penasaran yang cukup banyak, akhirnya aku terima ajakan dia untuk naik kereta dari stasiun Sudirman menuju stasiun Kranji.

Ternyata benar, ongkosnya murah, dan lajunya sangat cepat. Sepertinya aku merasa menjadi manusia paling ndeso yang baru masuk kota.

Maklumlah, anak daerah yang sudah terbiasa jalan kaki kemana-mana. Hahaha. Dan betapa bodohnya aku yang selama satu bulan terakhir itu harus merelakan jalan kaki dari Kemayoran menuju halte terdekat di Gunung sahari, padahal stasiun kemayoran hanya berjarak ± 200 meter dari kost.

Okelah, pengalaman memang guru yang paling berharga, setidaknya jika langsung naik krl, maka gak bakal ngalamin sesak-sesakan di bus way.

Semenjak sore itulah, aku akhirnya menjatuhkan pilihan untuk naik kereta setiap hari dari stasiun Kemayoran menuju stasiun Sudirman, pulang pergi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3