Mohon tunggu...
Ian Jovi Sianturi
Ian Jovi Sianturi Mohon Tunggu... Mahasiswa STFT Widya Sasana dan Frater SVD Surya Wacana (Malang)

Agite et Deus vos adiuvabit. Menjadi sahabat bagi semua orang adalah hal yang sangat sulit tetapi semua itu mungkin bila 'berbuat'. Mulailah maka kamu pun akan dibantu.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Perjanjian Allah dengan Abraham

24 November 2020   10:09 Diperbarui: 24 November 2020   10:18 96 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perjanjian Allah dengan Abraham
www.katolisitas.org

Teks pertama: Kej. 12:2-3:  “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau, Aku akan membuat  namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan apabila ada orang yang mengutuk engkau, akan Kukutuk. Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” 

Teks kedua: Kej. 17:3b-21:  . . . Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu, namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi Bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. . . . Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yakni setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. . . . Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu: ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak: ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.” (Teks lengkap).

Perbedaan yang muncul pada teks yang kedua ini ialah: Abram menjadi Abraham, diadakannya perjanjian kekal, keturunan Abraham haruslah disunat, Keturunan dari anak yang lahir dari Sara akan menjadi bangsa yang besar menurut perjanjian kekal.

Perjanjian yang kedua berpengaruh sangat besar dalam sejarah bahkan sampai saat ini. Keturunan Abraham, bangsa Yahudi atau agama yang mengakui Abraham sebagai bapa orang beriman, memahami sunat sebagai tanda perjanjian Allah. Hingga saat ini Islam dan Yahudi sebagai salah satu dari agama Abrahamik, monoteis, masih melaksanakan sudah sama seperti tradisi yang ada pada masa Abraham.

Persoalan muncul dalam Jemaat Perdana, sehingga makna sunat makin dalam. Diputuskanlah bahwa sunat itu tidak wajib bagi pengikut Kristus, dalam Konsili Yerusalem. Sunat bagi orang Yahudi adalah sebuah kewajiban, apakah orang non-Yahudi yang ingin mengikuti Kristus harus disunat. Maka di sini Paulus menjawab bahwa sunat itu tidak perlu lagi karena Kristus telah menjadi tanda keselamatan yang kekal. Dengan begitu salib menjadi penting bagi orang Kristen, melalui salib orang Kristen dipanggil untuk mengorbankan seluruh diri, bukan saja sepotong kecil seperti sunat. Sunat, sebagai ibadah yang sejati bagi orang Kristen ialah mempersembahkan seluruh tubuh, persembahan yang hidup.

Terima kasih.

VIDEO PILIHAN