Mohon tunggu...
Ian Jovi Sianturi
Ian Jovi Sianturi Mohon Tunggu... Mahasiswa STFT Widya Sasana dan Frater SVD Surya Wacana (Malang)

Agite et Deus vos adiuvabit. Menjadi sahabat bagi semua orang adalah hal yang sangat sulit tetapi semua itu mungkin bila 'berbuat'. Mulailah maka kamu pun akan dibantu.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Masalah Lingkungan, Masalah Kerja Sama

25 Oktober 2020   17:52 Diperbarui: 25 Oktober 2020   18:03 272 6 0 Mohon Tunggu...

Kenaikan suhu global dan kerusakan lapisan ozon merupakan berita buruk yang berulang kali dibahas di forum nasional maupun internasional. Indonesia sebagai salah satu negara yang besar pun turut meningkatkan suhu dunia. Dulu negara ini disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. 

Namun sekarang telah menjadi kenangan semata. Karena sebagian hutan dan lahan hijau sudah dibabat habis oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Bukan hanya itu, pembangunan infrastruktur dan perumahan yang cepat dan luas juga ikut menyumbang pengurangan lahan hijau.

Selama satu dekade ini pembangunan infrastruktur di Indonesia cukup pesat. Perkembangan ini menguntungkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomiannya. 

Jalan tol terutama, yang merupakan program unggulan pemerintah, memudahkan urusan logistik dan transportasi. Keberadaan jalan berbayar itu juga dapat mengurangi kepadatan di jalur nasional. Dengan itu diharapkan kawasan industri kecil berkembang cepat.

Namun dengan bertambahnya jaringan tol, makin banyak pula penggunanya. Jumlah kendaraan pun akan semakin besar yang otomatis meningkatkan emisi gas karbon.

Untuk tol di permukaan tanah sendiri memiliki lebar sekitar 12 meter bahkan di beberapa titik bisa lebih. Panjang tol saat ini pun sudah mencapai seribu kilo meter lebih. Beberapa lahan pertanian, perkebunan dan lahan hijau lain menjadi tempat berdirinya jalan tol tersebut. Lahan yang sebelumnya menjadi tempat tumbuhan terutama pohon yang bekerja menyerap karbon kini berganti menjadi lahan penghasil karbon.

Pembangunan yang berkelanjutan ini perlu dievaluasi dan disempurnakan lagi. Bila Indonesia tak ingin merasakan dampak yang lebih buruk dari perubahan iklim pencegahan dan adaptasi harus dilakukan sejak sekarang. Melihat situasi sekarang, tugas itu cukup mendesak untuk dilakukan. 

Kebakaran hutan yang menimbulkan kerugian hingga triliunan rupiah itu harus ditangani dengan menguatkan dan mempertegas hukum. Pengurangan lahan hijau untuk infrastruktur harus didukung dengan reboisasi atau penghijauan. Bila infrastruktur mendesak untuk dibangun, penghijauan dapat jalan bersamaan. Antara pengurangan lahan dengan pemeliharaan dan penambahan lahan hijau harus seimbang

Jika diamati, bahu jalan tol yang berada di permukaan tanah sebenarnya masih memiliki ruang untuk pepohonan. Di beberapa titik yang luas masih dapat ditanami sekitar dua atau tiga pohon atau setidak-tidaknya satu pohon. Sering bahu jalan dilapisi dengan semen. Tujuannya mungkin untuk menghindari pengikisan tanah atau longsor. 

Cara ini memang lebih efisien karena tidak membuang waktu dan tenaga namun tidak efektif. Ruang hijau semakin sedikit. Sehingga kecil kemungkinan untuk mencapai keseimbangan antara produksi dengan penyerapan karbon. 

Orang yang tidak peduli lingkungan hidup akan membiarkan hal itu dan tidak mencari solusinya. Banyak orang sudah tahu bahwa menanam pohon dapat menghindari pengikisan tanah dan longsor, namun karena tidak mau dirugikan hal itu seakan-akan sulit untuk dikerjakan. Siapa mengharapkan siapa?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN