Remigius Septian Hermawan
Remigius Septian Hermawan

Seorang anak manusia yg unik karena cm ada 1 dbumi (kl ga percaya cari aja ada ga"saya" yg lain), pengen (lagi) jd jurnalis tp belum kesampaian,jd hanya bisa ungkapkan perasaan lewat rulisan2 ini. Sekian\r\n

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

Dehidrasi dan Akibatnya

8 Maret 2011   07:38 Diperbarui: 26 Juni 2015   07:58 13038 1 2
Dehidrasi dan Akibatnya
1299569813727022352

[caption id="attachment_93110" align="alignleft" width="267" caption="sering kali tubuh kita mengalami dehidrasi tanpa kita sadari"][/caption]

Kita semua pasti tahu dan sadar bahwa air merupakan urat nadi kehidupan manusia. Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik kekurangan makanan daripada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubuh secara normal. “Air adalah zat gizi yang esensial bagi tubuh, sehingga kehilangan air sebanyak 20% saja bisa berakibat fatal,” kata Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK, anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PGDMI) dalam acara diskusi hari Jumat (25/2) lalu.

Selama ini yang kita tahu tanda-tanda dehidrasi hanya rasa haus. Tepi ternyata sering juga tubuh kita mengalami dehidrasi tanpa merasa haus sama sekali. Menurut Dr. Luciana, justru dehidrasi tanpa rasa haus itu yang lebih berbahaya. “Ketika muncul rasa haus, harus segera minum karena kalau dibiarkan, rasa haus akan hilang yang berarti tingkat dehidrasi menjadi lebih tinggi,” kata Dr. Luciana.

Untuk kita ketahui, dehidrasi sendiri terbagi atas dehidrasi ringan-sedangdan dehidrasi berat. Ciri-ciridehidrasi ringan-sedang adalah mulut kering dan lengket, mengantuk/lelah, haus, urin sedikit, airmata kurang/kering dan otot lemah, dan sakit kepala/pusing/silau melihat sinar. Sedangkan ciri-ciri dehidrasi berat adalah haus berat, sangat mengantuk dan kebingungan, tidak berkeringat, urin sedikit berwarna kuning gelap/tidak ada urin, mata cekung, menggigil, kulit kering dan elastisitas hilang, tekanan darah rendah, nadi cepat, panas serta kesadaran menurun.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Luciana juga memaparkan hasil studi terbaru tahun 2010 yang dilakukan oleh 2 pakar gizi Amerika Serikat, Lawrence E. Armstrong, PhD dan Harris R. Lieberman, PhD. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa dehidrasi dapat berdampak negatif pada tingkat kinerja, kognitif dan mood.

Kemampuan kognitif sendiri merupakan kemampuan intelektual kita. Jika kinerja kognitif kita menurun biasanya konsentrasi dan kewaspadaan kita berkurang. Kita juga menjadi sulit dalam mempersepsikan sesuatu, alias lemot.

Berdasarkan studi tersebut, dari sisi kemampuan fisik, jika kita kekurangan air 0,5%, hal ini akan mengganggu kinerja jantung; kekurangan air 1% akan mengurangi stamina tubuh; kekurangan air 3% akan mengurangi ketahanan otot; kekurangan air 4% akan melemahkan kekuatan otot dan kemampuan gerak serta mengakibatkan heat cramp; kekurangan air 5% akan mengakibatkan kelelahan akibat haus, kram, penurunan kemampuan mental; kekurangan air 6% akan mengakibatkan kelelahan fisik, heatstroke dan koma.

Sedangkan dari sisi kognitif, dehidrasi sebesar 1,5% pada pada pria menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mengingat, lelah serta tegang. Sementara wanita lebih cepat terkena dampak negatif dehidrasi yaitu ketika terjadi dehidrasi sebesar 1,3% dan menyebabkan lelah, mudah marah, bingung, mengantuk, hilang konsentrasi, pusing dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas.

Menurut Dr. Luciana, reaksi terhadap dehidrasi antara pria dan wanita berbeda karena perbedaan fisiologi tubuh pria dan wanita. Wanita memiliki komposisi lemak lebih tinggi sementara pria memiliki komposisi otot yang lebih tinggi. Pada wanita, komponen air memang lebih rendah selain juga dipengaruhi oleh faktor hormonal sehingga lebih sensitif terhadap kekurangan cairan.

Dari studi 2 pakar tersebut juga membuktikan bahwa dehidrasi juga berdampak pada suasana hati seseorang, misalnya orang yang mengalami dehidrasi akan merasa stres, depresi atau tegang.

Di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan bahwa orang dewasa (di Indonesia) disarankan untuk minum minimal 2 liter atau 8 gelas air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta untuk menjaga kesehatan. “Yang paling baik untuk dehidrasi adalah air putih karena mengandung berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh,” kata Dr. Luciana.

Namun walaupun kebutuhan akan air terpenuhi, ternyata tidak semua air minum memiliki kualitas yang sama. Air putih yang baik dan aman untuk diminum harus mengandung mineral yang berguna untuk kerja organ tubuh misalnya kalsium, magnesium, natrium, flouride, silika dan zinc dalam jumlah yang cukup. Mineral berperan sebagai substrat dalam reaksi tubuh. Tanpa mineral yang cukup, tubuh tidak dapat berfungsi optimal.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengisyaratkan bahwa air putih yang aman dikonsumsi adalah air putih yang harus bebas dari mikroba pathogen serta harus jernih, bening dan tidak berwarna, tidak berbau serta mengandung pH: 6-8,5. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah air yang kita minum itu bersih atau tidak adalah dengan menerawang dan merasakannya.

Jika pada saat kita terawang ada sesuatu yang mengambangatau ada sesuatu di dalamnya artinya air tersebut tidak bersih. Air putih yang bersih juga tidak memiliki aroma dan rasa saat kita minum.