Mohon tunggu...
Ia Dahlia Syahlan
Ia Dahlia Syahlan Mohon Tunggu... Ilmuwan - Pemburu Ilmu Pengetahuan

Membaca adalah menerima. Menulis adalah berbagi.

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Curhat pada Buku Diary

1 September 2021   22:29 Diperbarui: 2 September 2021   00:36 1811
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image by Joanna Kosinska, Unsplash

Curhat pada benda hidup selalu berujung pada saling curhat. Sebetulnya, curhat adalah kegiatan di mana kita menyampaikan perasaan atau isi hati kita, tujuannya dapat sekadar untuk menenangkan hati, mencari solusi, atau memang hobi, eh!. Namun seringkali, ketika kamu curhat pada seseorang, kamu harus siap menjadi pendengar juga. Apa yang kamu curhatkan padanya pasti juga pernah menjadi bagian cerita dalam hidupnya.

A: "Jadi hari ini tuh aku sebel sama si Bambang, tau gak sihhh, masa kata dia makan ati itu sakit. Aneh kan! Padahal makan ati tuh hobi aku banget".

B: "Ih sama banget parah! Aku juga pernah kesel sama dia, masa katanya dikacangin tuh gak enak. Padahal tiap aku beli bubur, aku pengen dikacangin. Ih fixed no debat dia nyebelin! Eh, ada lagi, tau gak sihhhhh.............." Negara api pun menyerang.

Ujung-ujungnya kalian malah jadi ngegosip. Seharusnya curhat itu membuat hati kita menjadi tenang dan damai, bukan malah dikompori dengan curhatan lainnya.

 Apalagi kalau kamu curhat untuk meminta solusi. Minta solusi ke Mario Teguh, Merry Riana atau Mamah Dedeh sih bagus, bakal dapat solusi. 

Curhat ke sembarang orang bisa jadi fatal, karena terkadang banyak orang yang berpikir menurut caranya dan berpendapat berdasarkan subjektivitasnya.

A: "Ih aku tuh sebel banget sama si Bambang, masa dia bilang gigiku kuning, padahal kan ijo. Gimana ya caranya biar gak sebel lagi sama dia?".

B: "Sans ae lah tjoey. Gak perlu khawatir, aku punya langganan santet paling adjiep, sore ini kita datengin."

Alih-alih mendapat solusi, kamu malah mendapat dosa.

2. Buku diary memberi solusi tanpa bicara

Buku diary adalah benda mati, namun bisa memberi kamu solusi. Solusi tersebut sebetulnya berasal dari dirimu sendiri. Maksudnya? Begini, ketika kamu mulai menulis curahan hatimu, kamu akan berpikir sambil menulis. 

Misalnya, ketika kamu menulis tentang harimu yang menyebalkan, kamu akan dengan refleks berpikir sambil menulis "Nyebelin banget telat zoom hari ini, mana materinya tadi susah lagi, jadi gak ngerti deh gara-gara ketinggalan penjelasan. Besok bakal lebih awal deh masuknya."

3. Buku diary membuat curhatmu menjadi berkualitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun