Mohon tunggu...
I Made Riski Andana
I Made Riski Andana Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA

MAHASISWA UNDIKSHA

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kehidupan Panti Asuhan Anak Domba Bali dan Perasaan yang Timbul Setelah Mengunjungi Panti Asuhan

30 Mei 2022   15:44 Diperbarui: 30 Mei 2022   15:45 1352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Proses Pendirian Panti Asuhan Anak Domba Bali

            Sebutan nama panti asuhan Anak Domba Bali disini diberikan oleh orang German yang merupakan salah satu perintis berdirinya panti asuhan ini. Panti asuhan ini didirikan pada tahun 2015 kemudian selesai tahun 2016, dan baru berjalan aktif dari tahun 2019 oleh 3 orang perintis. Dua orang perintisnya ini berstatus sebagai pedagang di peken Banyuasri, Buleleng, Bali. Awal pembentukan Panti Asuhan ini tidak semudah yang dipikirkan, karena pada satu situasi dimana terdapat sengketa tentang pembangunan panti asuhan ini seperti sengketa tanah dan bangunan. Kemudian datanglah perintis yang berasal dari German ini untuk bertemu kedua orang pedagang tersebut untuk berdedia membantu memberikan sponsor pendirian Panti Asuhan Anak Domba Bali ini. Pada saat ini Panti Asuhan ini diisi oleh 18 orang anak-anak asuh dengan rincian 2 orang TK, 6 orang anak SD, 5 orang anak SMP dan 5 orang SMK. Rata-rata anak asuh Panti Asuhan ini berasal dari sekitar wilayah Singaraja dengan mayoritas latar belakang ekonomi yang kurang sehingga mencari naungan pada pihak Panti Asuhan. Anak asuh di Panti Asuhan memiliki beragam latar belakang diantaranya kurang mampu secara ekonomi, berstatus yatim, berstatus piatu, serta berstatus yatim piatu. Untuk kepercayaan yang di anut oleh setiap anak asuhnya berasal dari beragam agama, namun mereka saling bertoleransi dari segi cara beribadah sesuai dengan agama yang di anut.  

Kegiatan Rutin Panti Asuhan Anak Domba Bali

                Jadwal rutin dari hari senin hingga jumat dimulai dari pukul set 6 yaitu mandi bagi yang bersekolah dan memasak bagi yang bertugas piket pada hari yang bersangkutan. Sepulang sekolah tepatnya jam 1, anak-anak mendapatkan makan siang lalu beristirahat. Setelah itu anak-anak melakukan bersih-bersih bersama, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berkebun dan yoga pada jam 5 Sore. Tepat jam 6 sore, anak-anak melakukan persembahyangan bersama, meditasi, dan sharing session dengan pengawasan dari pihak Panti Asuhan. Jam set 8 malam, anak-anak mendapatkan makan malam yang dilanjutkan dengan jadwal belajar hingga pukul set 10 malam. Tepat jam 10 malam, anak-anak sudah harus tidur. Untuk hari sabtu, Panti Aasuhan biasanya mengadakan kegiatan Latihan gitar, menari dan yoga dengan pengawasan kakak-kakak Panti Asuhan khususnya SMA ke atas yang digilir tiap minggunya. Untuk hari minggu, anak-anak diberikan kebebasan untuk merefresh tubuh dan pikiran dengan berlibur ke pantai, air terjun, taman wisata dan lain sebagainya

Biaya hidup dan Sumbangan Panti Asuhan Anak Domba Bali

            Dulu Panti Asuhan Anak Domba Bali pernah mendapat bantuan beras sebanyak 275 Kg dari Dinas Sosial. Lalu uang yang digunakan dalam peningkatan kualitas dan keberlangsungan Panti Asuhan adalah dari sponsor sebanyak 160 sponsor. Pada panti asuhan ini terdapat 2 kamar khusus wanita, 2 kamar khusus pria, dan 2 kamar untuk staff panti asuhan. Struktur panti asuhan yaitu Ketua, Bendahara, dan Sekretaris.

Struktur Organisasi Panti Asuhan Anak Domba Bali

            Struktur organisasi Panti Aasuhan terdiri dari Pihak Yayasan Wen Sakti Sentosa sebagai pemberi izin serta pelindung berdirinya Panti Asuhan Anak Domba Bali. Dilanjutkan dengan Ibu Ni Luh Wenten Homann selaku pembina. Kemudian Bapak Patrict Homann selaku pengawas, Bapak Made Indra Andita Warma sebagai ketua, Ibu Ida Ayu Kade Suciartini selaku bendahara, dan Ibu Dinda Novi Fitriana sebagai Sekretaris.

Kegiatan Panti Asuhan Saat Pandemi

            Semenjak pandemi, terdapat beberapa perubahan kebijakan PA. Dimulai dari pengeluaran yang diminimalisir akibat minimnya pemasukan, kegiatan rutin di luar lingkungan Panti Asuhan mulai diminimalisir, hingga diperbolehkannya membawa smartphone dengan pengawasan yang ketat. Rencana ke depannya, pihak Panti Asuhan ingin membangun Panti Aasuhan lainnya pada areal yang berdekatan dengan tujuan memisahkan Panti Aasuhan putri dengan Panti Asuhan putra.

Perasaan Setelah Mengunjungi Panti Asuhan Anak Domba Bali

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun