Gaya Hidup

Be Unique, Be Me. With Minyak Kayu Putih Aroma

14 November 2017   19:33 Diperbarui: 17 November 2017   16:13 277 3 3
Be Unique, Be Me. With Minyak Kayu Putih Aroma
Dokumentasi Pribadi


Aku hanyalah seorang anak remaja biasa.  Remaja umur 16 tahun yang labil. Remaja yang penuh dengan kekurangan. Yang oleh orang dewasa kebanyakan hanya di anggap remeh. Seperti yang lainnya, aku sedang mencari jati diriku yang sesungguhnya. Namun, di tengah-tengah remaja lain yang sedang berlomba-lomba untuk menjadi terkenal dengan mengikuti trend yang terbaru, aku hanya bisa diam dan berkata pada diriku sendiri. "You're special and unique as you are". Terkadang aku bisa menerima keadaan hidupku yang tidak 'sebaik' temanku yang lainnya.

Namun, seringkali aku mengeluh dan bertanya, "Apa yang salah dalam hidupku sehingga teman-temanku terlihat lebih bahagia dariku?". Orangtuaku selalu berkata "Setiap orang memiliki pergumulan hidupnya masing-masing". (Dan dilanjutkan dengan berbagai nasihat yang membuatku pusing). Di saat seperti itu aku selalu teringat dengan minyak Kayuputiharoma lavender kesukaanku dan langsung mengambilnya serta mengoleskan sambil memijat kepala dan leherku yang keram setelah mendengar "khotbah" orangtuaku yang sepanjang kereta api itu.

Sambil menghirup aroma lavendernya, aku merenungkan semua nasihat yang diberikan orang tuaku. Bahwa aku harus senang dan bersyukur dengan segala yang aku punya. Untuk menjadi terkenal di lingkungan hidup kita, kita tidak perlu mengikuti gaya hidup mereka yang seringkali tidak sebanding dengan apa yang kita punya. Tiba suatu ketika dimana aku harus mengalami perang batin saat teman-temanku mengajak aku untuk berbelanja barang-barang bermerk dan pergi liburan ke Singapore saat liburan tahun baru.

Mereka berkata jika aku tidak bisa ikut aku akan di kucilkan dan di anggap sebagai orang yang rendahan. Aku yang tidak punya uang sama sekali merasa sangat minder dan sedih. Aku tidak tau harus berkata apa ke mereka untuk menolak. Apa aku harus mencuri untuk mendapatkan uang? Apa aku harus memaksa orang tuaku untuk mengabulkan kemauanku yang tidak masuk akal itu? Apakah aku harus mengikuti mereka yang berada untuk di terima sebagai teman?  

Ketika tiba hari libur, aku memilih menyendiri untuk memutuskan pilihan ku. Saat aku ingin merendahkan dan memaki kehidupanku yang buruk ini, aku melihat minyakkayuputiharoma lavender yang ada di meja riasku, aku mengambilnya, lalu menghirup aromanya. Lalu terngianglah semua nasihat yang pernah diberikan oleh orangtuaku. Bahwa aku harus menerima dengan penuh syukur atas keadaanku sekarang. Aku diciptakan Tuhan dengan unik. Tanpa barang bermerk dan kehidupan glamour pun aku sudah sangat berharga di mata Tuhan. Carilah kemampuanmu dan kembangkanlah itu, maka kamu akan dikenal sebagaimana dirimu ada.

Setelah merenungkan semua nasihat orangtuaku yang sangat baik itu, aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus berani. Berani menolak. Keesokan harinya, dengan sedikit gugup yang langsung ku usir jauh-jauh, aku berkata kepada mereka semua bahwa aku tidak bisa mengikuti gaya hidup mereka. Terserah mereka mau menerimaku atau tidak. Dan langsung mendapat jawaban dengan cara mereka pergi meninggalkanku. Aku pun tau sekarang, mereka bukanlah teman sejati. Aku pun lega karena sudah memilih keputusan yang benar.


Sampai di rumah, aku melihat seorang penyanyi favoritku di TV, dan ada hasrat untuk menyanyi di hatiku. Aku pun pergi ke kamar untuk mencoba bernyanyi. Saat di dengar kembali, suaraku tidak buruk bahkan bisa dibilang lumayan. Sejak saat itu, aku mulai berkarya dengan membuat cover lagu apa saja yang aku suka dan mempostingnya di akun Instagram ku. Aku berharap suatu saat bisa mendapat respon positif dari teman-temanku bahkan dari seluruh Indonesia. Aku ingin berkarya dengan suaraku. Juga dengan Minyak KayuPutihAroma Lavender kesukaanku. JadiKekiniandenganKPA memang seru dan keren abis. Bukan harus dengan uang ataupun barang mahal yang menempel di tubuhku saja yang bisa menjadikan aku kekinian.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Kini aku bukanlah anak perempuan yang labil seperti dulu. Yang hanya mengikuti arus pertemanan yang silih berganti untuk dapat diterima. Namun, sekarang aku bisa memiliki identitas dan prinsip tentang apa arti hidup yang sesungguhnya. 

Menjadi diri sendiri itu memang sulit. Namun jika masing-masing kita dapat menjadi diri sendiri, berteman itu akan indah dan menarik. Karena kita adalah makhluk hidup yang unik dan sangat berharga.
Dari pengalamanku yang mungkin diremehkan orang lain, aku belajar satu hal. Hidup adalah pemberian Tuhan yang harus dijalani dan disyukuri. Suka maupun duka. Guebeda bersama minyak kayuputiharoma