Mohon tunggu...
HUTAMA G. SOEDIREDJA
HUTAMA G. SOEDIREDJA Mohon Tunggu... Perencana Keuangan - What is this?

Rakyat jelata

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Jangan Benci Hoaks

17 Mei 2019   20:20 Diperbarui: 18 Mei 2019   11:59 27 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Benci Hoaks
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Penggunaan istilah hoax mulai populer menjelang Pemilu lalu. Setiap berita yang belum jelas nilai kebenarannya dicap hoax. Hoax dikonotasikan sebagai sesuatu yang bersifat negatif sehingga muncul gerakan agar masyarakat melawan hoax. Padahal yang menjadi pokok masalah bukanlah hoax, meskipun seandainya terdapat hoax beredar dalam jumlah yang masif.

Jika kita mengacu pada KBBI, hoax didefinisikan sebagai berita bohong. Lalu kita sebut truth sebagai lawan kata dari hoax. Pada dasarnya, hoax itu serupa dengan truth karena keduanya telah memiliki nilai kebenaran. Nilai kebenaran yang saya maksud adalah bohong (tidak benar) atau tidak bohong (benar). Hoax adalah berita yang jelas bohong atau jelas tidak benar. Sementara, truth adalah berita yang jelas tidak bohong atau jelas benar.

Berita yang belum memiliki nilai kebenaran tidak bisa disebut sebagai hoax. Berita yang seperti itu seharusnya disebut hypothesis (dugaan/rumor). Hypothesis akan berubah menjadi hoax atau truth setelah dilakukan investigasi, klarifikasi, atau penelitian.

Hoax dan truth dapat dianalogikan sebagai satu koin yang memiliki dua sisi. Keduanya pada hakikatnya adalah satu hal yang disajikan secara berlawanan.

Contohnya, jika kita mengatakan bahwa "cacing bisa terbang" adalah hoax, maka di saat bersamaan kita sebenarnya juga mengatakan bahwa "cacing tidak bisa terbang" adalah truth. Contoh lain, jika kita mengatakan bahwa "burung bisa terbang" adalah truth, maka di saat bersamaan kita mengatakan bahwa "burung tidak bisa terbang" adalah hoax.

Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyebaran hoax akan selalu dibarengi dengan penyebaran truth, dan sebaliknya. Implikasinya adalah melawan hoax itu sama saja dengan melawan truth.

Selain itu, terdapat asimetri atau 'ketidakadilan' dalam berurusan dengan hoax. Jika suatu hypothesis ternyata berubah menjadi hoax, masyarakat akan memberikan hukuman bagi pembuat hypothesis. Namun, ketika suatu hypothesis berubah menjadi truth, masyarakat tidak memberikan reward yang layak.

Kedua hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang welcome dengan hypothesis untuk selanjutnya diteliti apakah itu truth atau hoax.

Yang perlu kita lakukan bukanlah melawan hoax, melainkan membiasakan diri untuk melakukan investigasi atau klarifikasi ketika menerima berita yang belum jelas nilai kebenarannya. Ketika kita belum bisa menentukan nilai kebenarannya, maka kita belum bisa menerima atau menolak berita tersebut. 

Menolak berita yang belum jelas nilai kebenarannya tanpa melakukan investigasi adalah sama buruknya dengan menerima berita tersebut tanpa investigasi.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN