Mohon tunggu...
Husnul Yaqin
Husnul Yaqin Mohon Tunggu... Petani - Mahasiswa Hukum

Main musik

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Tebarkan Senyuman Bersama Hari Raya Idul Fitri

4 Mei 2022   08:33 Diperbarui: 4 Mei 2022   08:35 231 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Setelah kita melaksanakan Puasa satu bulan lamanya kita umat muslim diseluruh penjuru Dunia pasti menantikan yang namanya Idul Fitri, atau yang lebih kita kenal dengan Hari Raya Lebaran merupakan hari besar yang dinanti-nanti seluruh umat muslim setelah Bulan Suci Ramadhan. Di tahun 2022 ini, Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 H jatuh pada tanggal 2 Mei 2022. hari yang merupakan dimana kemenangan bagi kita semua telah kuat menahan lapar, haus, emosi, hawa nafsu dan segela perbuatan yang itu dirasa membatalkan puasa. Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan hawa nafsu saja tapi kita juga diajarkan bagaimana rasanya bersyukur atas nikmat Allah yang telah kita berikan pada saat berbuka Puasa. Pada prinsipnya, bulan Puasa merupakan momen bagi umat Islam untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan ketakwaan kepada Tuhannya yang menjauhi segala larangannya. Sehingga dalam menyambut bulan setelah puasa, yakni kemenangan perayaan Idul Fitril akan meciptakan gambaran representasi sejauh mana kita mampu meraih kemenangan itu.

 Idul Fitri juga memliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang dicapai, yakni manusia yang bertaqwa. Kata id berdasar kata aada-yauudu artinya kembali. Sementara fitri bisa diartikan sebagai suci dari segala dosa. Perayaan Hari Raya Idul Fitri tentunya disabut dengan penuh rasa bahagia dan sedih, rasa bahagia karena kita telah lolos dalam menjalankan rintangan yang telah kita lewati selama bulan suci Ramadhan dan rasa sedih karena kita telah ditinggalkan oleh tamu yang sangat istimewa yaitu Bulan Suci Ramadhan, yang tentu di bulan berikutnya tidak ada yang tahu masih bersua atau tidak.

Sudah hampir tiga kali, umat muslim di Indonsia merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Meski demikian kita dapat melaksanakan mudik lebaran setelah sekian tahun pemerintah melarang kita untuk mudik demi meminimalisir terjadinya penyebaran Covid 19, pada hari raya kali pemerintah memperbolehkan kita untuk mudik atau pulang kampung, kali ini kita dapat melihat senyum manis, sedih campur bahagia dalama raut wajah keluarga kita. 

 Untuk umat Islam khususnya harus bersatu untuk mengurangi Covid-19 dan mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sebab Islam tidak mengajari kita berprilaku ganda, artinya satu buruk dan satu lagi baik. Maka penting pula kita mentaati kebijakan pemerintah yang telah ditetatpakan. Di tengah kondisi akibat pandemi Covid-19 yang memberikan perubahan baru dalam dimensi sosial maupun dari segala aspek dimensi lainnya, seperti ekonomi, hukum, pendidikan, hal itu menjadi semacam ujian bagi kita sendiri dan bagi bangsa Indonesia dalam melewati kondisi problematika yang terjadi.

 Selama dua tahun terakhir ini kita dituntut hidup berdampingan dengan Covid-19, perubahan hidup sosial yang terlihat di kehidupan masyarakat sangat berubah. Karena pada prinsipnya, Ir. Soekarno berkata, bangsa yang dikatakan besar bukan bangsa yang hanya terdapat banyak penduduknya saja, tetapi bangsa yang berani dalam melakukan kebaikan, karena apabila terdapat di diri seseorang rasa malu dan takut untuk berbuat kebaikan, maka jaminan bagi orang rersebut tidak akan mengalamikemajuan selangkah pun. Di kesempatan idul fitri kali ini bangsa Indonesia sudah banyak melakukan perubahan, peduli terhadap sesama berarti itu sudah selangkah lebih maju dalam melakukan perubahan.

 Mari kita saling bermaaf-maafan dan tebarkan segala senyum kita karena selama dua tahun terakhir ini kita telah mampu melewatkan rintingan dan melawan covid 19

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan