Edukasi

Menyibak Misteri apabila Bertemu Fiil Madli

11 Desember 2018   20:20 Diperbarui: 11 Desember 2018   20:24 145 0 0

Sebagaimana firman Allah dalam surat Yusuf ayat 2 :

" Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti".

Demikian arti dari firman Allah tersebut, begitu jelas bahwasanya Al quran diturunkan menggunakan bahasa Arab. Sehingga, jika kita ingin memahami Al quran setidaknya belajar kaidah ilmu bahasa Arab. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dengan menggunakan ilmu bahasa Arab. Salah satunya yakni pembahasan yang bertemu dengan  atau kata kerja dasar yang bersifat lampau.

() menunjukkan satu bentuk dalam susunan kalimat bahasa Arab yang disebut dengan Harfu Syartin yaitu huruf yang menunjukkan syarat. Adapun ( ) yakni kata kerja yang bersifat lampau, maksud lampau ialah sesuatu yang sudah terjadi.

 Apabila ()  bertemu dengan ( ) atau dapat disebut juga  kata kerja dasar , maka akan berubah maknanya menjadi bentuk yang akan datang. Adapun ciri dari kata kerja dasar adalah tidak mengandung atau tidak disertai  salah satu dari 4 huruf yaitu ( , , , ), untuk mempermudah mengingat dapat di singkat "Anita". Berikut contohnya :

3

2

1

Tabel diatas merupakan cuplikan hadist Rasulullah yang menerangkan kepada kita mengenai dua orang muslim berkelahi, hingga saling membunuh. Sebelum fiil madhi, tertera kata (1) maka maksud dari cuplikan hadist di atas, menunjukkan makna yang luas. Tidak lagi hanya berarti "telah" (2) namun juga bisa bermakna sesuatu yang bisa terjadi di masa datang. Itu artinya perbuatannya dua orang muslim yang saling membunuh tersebut sudah terjadi di masa lampau dan akan berpotensi terjadi di masa yang akan datang. 

Hadist tersebut ada pada zamannya Rasulullah, dan kalimatnya menunjukkan lampau, benar adanya bahwasanya pembunuhan antar sesama muslim pertama kali dilakukan pada zamannya nabi Adam. Ketika itu kedua putra nabi Adam mempersembahkan qurban, dan  salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Kemudian Qabil berkata " Sungguh, aku pasti membunuhmu!" dan dia (Habil) berkata " Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa. 

Maksud daripada semuanya yakni, kejadian tersebut telah lampau, dalam artian sudah pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya. Akan tetapi Allah memberi awalan () yakni memberi pelajaran kepada kita bahwasanya perbuatan dosa (membunuh sesama muslim) tersebut berpotensi terjadi kembali di masa yang akan datang. Dan semuanya terbukti, kita dapat melihat fenomena saat ini, banyak orang yang tidak lagi takut untuk membunuh saudara semuslim hanya untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya sementara. Hanya karena ingin meluruskan keinginannya, ambisi, dan keegoisannya ia bahkan rela menghalalkan semua cara termasuk membunuh saudara sendiri.

Oleh karena itu, dengan kita mempelajari bahasa Al quran dengan baik dan benar, maka kita mendapatkan banyak manfaat yang bisa diambil. Dengan seperti itu, segala perkelahian yang dapat menimbulkan rasa ingin saling membunuh agar segera dicegah dan dilerai, agar tidak sampai melakukan perbuatan dosa tersebut.

***

Oleh: Miftahul Jannah/PBA UIN Malang 2015