Edukasi

Man Jadda Wajada

11 Desember 2018   09:18 Diperbarui: 11 Desember 2018   09:37 191 0 0

Untaian mahfudhat yang demkian menggambarkan betapa terbayarnya hasil usaha keras. Sebagai contoh belajar membaca kitab kuning.  Tak bisa kita mempelajarinya secara instan. Tak semudah membalikan telapak tangan seketika. Banyak aspek yang kiranya harus ditempuh. Di antaranya harus belajar ilmu sharf, nahwu, tulisan pego, fahm al-Maqru' dan lain-lain. 

Kitab berkertas kuning nan gundul telah berhasil membuat orang berkecamuk. Tak puas dengan orang awam akan Bahasa Arab, orang yang masih berkutat dengan deretan aksara arab itupun terkadang juga menjumpai kesulitan. Membacanya pun sulit. Apalagi untuk mengartikannya. Bahkan untuk memahami seklaipun. 

Namun,  jika niat dan keinginan telah membara, semua rintangan serasa hanya lewat begitu saja. 

Sebenarnya, ada beberepa langkah yang dilakukan. Langkah pertama, rajin mendengar orang baca kitab. Semakin kita banyak mendengar,  semakin banyak kosa kata yang masuk. Kita dengan mudah juga memprediksi kedudukan-kedudukannya nanti. Kedua, kuasai satu halaman saja, karena pada dasarnya,  halaman demi halaman yang ada di kitab klasik tersebut sesungguhnya sama secara susunannya. 

Yang membedakan hanyala mufrodatnya. Apabila kita telah menguasai satu halaman, kiranya kita bagaikan menguasai satu kitsb penuh.