Mohon tunggu...
Husna Nadin Mayla Zulfa
Husna Nadin Mayla Zulfa Mohon Tunggu... Mahasiswa - if u can't do what u love, love what u do

Life is Unstoppable Learning

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Semarang Gallery, Tempat Rekreasi dan Mengapresiasi Karya Seni

13 April 2021   15:15 Diperbarui: 13 April 2021   15:18 1572
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tepat di depannya adalah Padeplein, taman yang sering dipakai oleh serdadu-serdadu Belanda berparade dan terletak di tepi jalan Anyer Panarukan yang dibangun Daendels tahun 1811.

Perusahaan asuransi pertama di Indonesia "De Indische Lyold" milik Oei Tiong Ham Concern merupakan kantor pertama yang menempti gedung ini pada tahun 1937. Pengusaha pribumi terkemuka di Semarang, Taspirin, tercatat pernah mengambil alih kepemilikan bangunan ini dan dalam perjalanannya pernah disewakan sebagai gudang, dealer motor, dan kantor perusahaan besar Farmasi Tempo. 

Terakhir yaitu pabrik sirup Fresh menggunakannya sampai tahun 1998. Hingga akhirnya tahun 2007, Chris Dharmawan melakukan konservasi dan tahun 2008 dipergunakan sebagai Semarang Gallery.

Begitu banyak pergantian fungsi dan kegunaan tempat ini sebelum akhirnya menjadi bangunan Galeri Semarang yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun nonlokal.

Tempat untuk Mengapresiasi Karya Para Seniman

Di Semarang Contemporary Art Gallery ini kita akan melihat pameran karya seni berupa lukisan-lukisan yang memiliki makna masing-masing dari para seniman Indonesia. 

Dengan melihat dan menikmati inilah merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi hasil dari sebuah tangan-tangan kreatif para seniman. Sebagai pemuda dan generasi penerus sudah semestinya kita untuk mengapresiasi apapun yang merupakan hasil karya anak bangsa. 

Beberapa seniman yang karyanya terpampang di Galeri Semarang ini ialah, J.A Pramuhendra, Bestrizal Besta, Sugiyo Dwiarso, dan masih banyak seniman lainnya. Inilah salah satu lukisan karya Sugiyo Dwiarso dengan judul "Rise Up"

20210413-145554-607550088ede48283f115892.jpg
20210413-145554-607550088ede48283f115892.jpg
20210413-145806-607550988ede483a4d4a0533.jpg
20210413-145806-607550988ede483a4d4a0533.jpg
Tempatnya yang Aesthetic dan Instagram-able

20210413-145750-607550838ede483a4b5b9333.jpg
20210413-145750-607550838ede483a4b5b9333.jpg
Selain dipamerkannya karya dari para seniman, desain interior bangunan ini juga cukup mencuri perhatian, terlebih bagi orang-orang yang gemar untuk mengabadikan momen dan gemar bergaya ala photo genic untuk diposting di kanal media sosial. 

Pasalnya, bangunan berlantai dua ini memiliki gaya arsitektur yang sederhana, minimalis, dan menarik. Dinding-dindingnya bernuansa warna yang kalem, yaitu cokelat dan putih menambah nilai elegan dari tempat ini. Tidak menunjukkan adanya keusangan dari bangunan tua yang ada sejak tahun 1822 ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun