Husaini.mhd
Husaini.mhd

Bermimpi Keliling Dunia untuk dapat menapaki jejak-jejak keindahan sang Pencipta dan mengabadikannya, berharap dapat menginspirasi orang-orang untuk traveling backpackermate.blogspot.co.id

Selanjutnya

Tutup

Wisata highlight headline

Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung

22 April 2017   08:37 Diperbarui: 22 April 2017   11:01 1622 10 1
Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Bertemu Korban yang Meninggal, Hipotermia dan Kesurupan Saat Mendaki Gunung Gede Pangrango via Jalur Gunung Putri dan Turun melalui Jalur Cibodas

Pendakian kali ini menjadi pengalaman yg teramat berharga untuk kami, perjalanan  yang mengajarkan kami apa itu makna hidup , terutama menghadapi "Hipotermia, Kesurupan dan Kematian" yang sampai saat ini menjadi momok menakutkan bagi para pendaki gunung. Tidak sedikit kita mendengar berita meningalnya seorang pendaki yang diakibatkan oleh Hipotermia.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Tahun 2015 silam tepatnya tanggal 2 Juni, saya dan 5 orang teman lainnya mendaki gunung ini, sehari sebelumnya kita berenam berangkat dari Bandung menggunakan motor, sesampai di Cibodas kamipun menuju kantor TNGP dan mengurus SIMAKSI untuk pendakian esoknya, setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan ke rumah temannya teman salah satu dari kita untuk beristirahat setelah lelah perjalanan dari Bandung.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Singkat cerita, setelah semua siap sekitar pukul 7.30 pagi setelah packing ulang dan cek ulang perlengkapan kitapun menitipkan motor, mulai berjalan dan mencarter angkot untuk menuju ke basecamp yang terletak di Desa gunung putri, sesampai disana kitapun memulai perjalanan , setelah melewati pemukiman warga dan perkebunan  dengan medan yang menanjak, tidak lama kita sampai di Pos Perizinan, sekitar pukul 10.00 setelah pengecekan Simaksi dan pemeriksaan kamipun melanjutkan perjalanan, disinilah perjalanan sesungguhnya dimulai.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Masih dengan medan yang sama melewati ladang perkebunan penduduk yang semakin menanjak dengan trek yang di dominasi oleh tanah merah, kitapun tidak luput beberapa kali istirahat, menyesuaikan dengan salah satu dari kita yang baru pertamakali mendaki, jadi kami berjalan cukup santai menikmati  perjalanan tanpa buru-buru.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Sekitar pukul 10:45 kitapun mulai memasuki hutan tropis yang dipenuhi pepohonan dan sampai di Pos 1 Legok Leunca sekitar pukul 11.22 kitapun beristirahat. Ketika itu ada beberapa petugas yang lewat dan salah satunya duduk beristirahat bersama kami setelah sedikit berbincang beliau memberitahukan bahwa di alun-alun Surya Kencana ada korban meninggal sejak kemarin sore yang katanya terkena Hipotermia, dan hari ini sedang di evakuasi . Beliau bercerita kalau disini memang cukup banyak korban yang meninggal, tapi yang dipublikasikan hanya beberapa. Beliau mengingatkan kami utk berhati-hati karena cuaca saat itu bisa mencapai 0 derajat celcius. Saat pertama mendengar diatas ada korban meninggal, tidak bisa dipungkiri ada sedikit perasaan gak karuan, “dalam hati: wah….ada korban meninggal?”

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Setelah beristirahat kitapun melanjutkan perjalanan, disini trek perjalanan semakin terjal menanjak, jarang sekali menemukan landainya. Disepanjang perjalanan entah kenapa suasana terasa hening, sepi, saat itu jarang sekali menjumpai pendaki lain, bisa dibilang hanya 1-2 tim pendaki yang turun, di pos 3 pun tidak ada yang berjualan, semakin kesini medan jalan semakin terjal dan curam, cukup menguras tenaga, kitapun semakin sering beristirahat bahkan waktu itu teman yang baru pertama kali naik gunung tadipun meminta kita berhenti hampir stiap 10 menit sekali, beruntungnya kita saling memahami kalau perjalanan ini memang untuk dinikmati.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Sekitar pukul 13:40 dari atas terdengar suara banyak orang yang sedang turun, kamipun menduga-duga jika itu tim evakuasi yang sedang membawa korban, beberapa saat kemudian ternyata benar 4 orang yang sedang menandu korban dan 4 orang lainnya yang saling membantu berjibaku melewati medan turun yang sangat curam, sesaat kamipun terdiam hanya bisa melihat sesosok mayat melewat tepat didepan mata dan berucap “Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un”…

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan, suasana semakin hening meski kami tidak saling membicarakan seolah tidak terjadi apa-apa, tapi seolah pula kami mengerti perasaan masing-masing.

Berjalannya waktu kamipun sesekali bercanda untuk memecah keheningan itu, membuat kopi dari botol termos yg kami bawa dan nongkrong ditengah jalan sembari istirahat, karena memang sepi hampir tidak ada lagi pendaki yang kita temui. Sekitar 15 menit sebelum Surya Kencana hujan turun memaksa kita untuk memakai jas hujan, dan kebetulan trek sedikit landai kitapun mempercepat langkah, sekitar pukul 16:24 kitapun sampai di Surya Kencana.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Tidak lama saat ditengah savanna  hujan semakin deras bahkan sangat lebat disertai angin yang kencang, dan kamipun berlari ketepian utk mencari tempat berteduh dan membuat shelter dari ponco. Meski demikian hampir smua pakaian yg kita pakai sekejap basah kuyup, sayapun hanya sempat mengganti  baju saja, kitapun mulai kedinginan dan sedikit mengigil ditambah perut sudah mulai terasa lapar,  Setelah -+40-50menitan hujanpun mulai reda, dan kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan karena sudah tidak sabar ingin sesegera mungkin mendirikan tenda.

Baru saja keluar dari tepian tiba-tiba jauh ditengah savana ada seorang wanita  menggunakan payung berteriak dgn sangat keras meminta tolong, kamipun terkejut dan segera berlari menghampirinya. Ketika akan berlari menghampirinya, salah satu dari kita ada yang bercanda mengatakan “wah…kita juga ini butuh pertolongan, hehe” Yaaa…mengingat kita baru saja tiba sudah di guyur hujan yang sangat lebat, berjibaku membuat shelter, sebagian pakaian basah kuyup, kedinginan, ditambah kelaparan”

Sesampai ditengah savana itu ternyata mereka mendirikan 2 tenda terlihat 3 orang perempuan yg sedang histeris melihat 1 teman cowonya yg sedang mengalami kejang-kejang terkena hipotermia.  Kamipun bergegas utk membantu, saat itu mereka semua panik, terlihat kacau karena tenda dan hampir semua perlengkapan mereka basah. 

Kondisi korban saat itu terlihat sangat menggigil, susah bernafas, mata selalu melihat keatas serta anggota tubuhnya seperti mati rasa dan sering mengigau menyebut nama ayahnya yang sudah meninggal, sontak kakaknya pun histeris berteriak ketakutan, sambil menangis yang membuat suasana semakin panik pacar korban yang ikutan menangis mereka berdua sudah berfikir terlalu jauh membayangkan korban akan meninggal. 

Pertama kitapun mencoba utk menenangkan, tanpa disadari dengan inisiatifnya masing-masing kitapun terbagi menjadi 3 kelompok, dua orang dari kita mencoba utk menenangkan, dua orang lagi mendirikan tenda membuat air hangat dan mie instan untuk korban, dan dua orang lagi mencari bantuan, bilamana terjadi hal-hal yg diluar kehendak.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Menurut dua orang yang sedang mencari  bantuan : Setelah berjalan cukup jauh akhirnya kita menemukan lokasi para pendaki yang mendirikan tenda, ketika kita menceritakan kejadiannya, kemudian salah satu dari mereka meneriakan “MAYDAY...! MAYDAY…! Serentak penghuni lain saling menyahut ada apa? Ada apa? Dia bilang ada yang terkena Hipo, kemudian terlihat beberapa orang menghampiri, tidak lama kitapun bergegas kembali membawa beberapa orang, saat itu langit mulai gelap dan setibanya di tkp terdengar dari dalam tenda bacaan doa-doa seperti yang sedang tahlilan, saya  pikir korban meninggal, dalam hati "Astagfirullah ya Allah... masa saya harus melihat ada korban jiwa lagi tepat didepan mata dalam satu waktu" dengan rasa gundah kitapun masuk kedalam tenda dan ternyata korban masih hidup bahkan membaik, malah sekarang kaka korban yang menjadi korban kesurupan.

Sebelum kesurupan kakak korban sering menangis histeris melihat kondisi adiknya, dan dua wanita lainnya meminta izin untuk mengganti pembalut di tenda kita dan kembali keluar, tidak lama kemudian terdengar teriakan histeris aneh dari kakak korban sembari tertawa-tawa dan dua wanita tadipun kembali ke tenda kita sambil menangis ketakutan, salah satu dari wanita itu berkata ada yang mengikuti mereka, dan wanita satunya lagi memberitahu bahwa dia memang bisa melihat makhluk halus.

Suasana semakin menegang karena kakak korban yang kesurupan itu semakin histeris menjerit-jerit, tertawa-tawa tidak karuan.  Untungnya salah satu dari kita ada yang bisa mengatasi kesurupan tersebut dibantu dengan teman-teman lainnya, setelah beberapa saat Syukur Alhamdulillah suasana semakin terkendali, kedua korban itu semakin membaik.

Saat kita sedang menarik nafas sembari santai dan ngopi, disekitar tenda mereka terlihat beberapa pembalut yg dibuang sembarangan. Mungkin itu salah satu penyebabnya "Wallahu A'lam"

Sayangnya kami tidak sempat mendokumentasikan kejadian itu. Jangankan utk memikirikannya, malah kitapun lupa untuk makan, padahal kita belum makan dari siang.

Setelah beberapa saat semua kembali normal, kita semua pindah ke lokasi tempat para pendaki lainnya mendirikan tenda, dan akhirnya kitapun dapat beristirahat total, meskipun salah satu dari kita masih ada yang terlihat pucat mukanya, dan sudah tidak betah ingin segera pulang. :D

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Esoknya sekitar pukul 5.30 kitapun bangun sholat dan menikmati setiap keindahan alam yang Tuhan suguhkan, tidak henti-hentinya dalam hati berucap syukur. Ketika kita sedang duduk-duduk didepan tenda dan memasak terlihat dua orang cwo dan cwe dengan dingin lewat di depan kami, bukannya itu korban yang semalam terkena hipotermia dengan pacarnya? Kata salah seorang dari kita, dan kamipun saling memandang dengan tersenyum.

Setelah puas bersantai kitapun bergegas beres-beres dan packing untuk melanjutkan perjalanan pulang lewat jalur Cibodas, sekitar pukul 10.30 kita memulai perjalanan menuju Puncak Gunung Gede dengan trek yang di dominasi tanjakan curam kitapun sedikit menghelakan nafas :D , makin keatas medan yang ditempun semakin extrim, sekitar pukul 11:30 kitapun sampai di Puncak dan beristirahat.

Setelah puas waktupun menunjukan pukul 12.00 dan kami melanjutkan perjalanan menuju Kandang Badak, kitapun mengambil jalur disisi kanan untuk menghindari jalur terjalnya tanjakan setan. Saya akui jalur cibodas ini banyak destinasi wisata indah yang dilewati, ramai, dan tentunya lebih landai dibanding jalur gunung putri, tapi entah kenapa saya merasa jenuh, perjalanan menuju Cibodas ini terasa sangat amat lama.  Sekitar pukul 17.18 kitapun sampai di Pos Panyancangan, setelah istirahat sejenak kitapun melanjutkan perjalanan.

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Dokumentasi Instagram : @backpackermate
Dokumentasi Instagram : @backpackermate

Dari sini jelanan mulai sepi… terasa hening ketika waktu menunjukan tepat pukul 18.00 ditengah perjalanan salah satu dari kita menyuruh kita semua untuk berhenti sejenak dan dia berkata "nanti jalannya berdua-dua jangan sampai melamun, dan terus fokus" setelah 5-10 menit kemudian kitapun melanjutkan perjalanan, hari sudah semakin gelap sementara kami belum sampai-sampai, mana jalanan sepi dan terasa hening dengan aroma mistis yang sedikit menyelimuti, entah hanya perasaan saja. Singkat cerita sekitar pukul 19.00/19.30an kitapun sampai di Terminal Cibodas dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot menuju rumah temannya teman kita, sesampai disana kita beristirahat duduk-duduk diteras ngobrol-ngobrol, dan membahas banyak cerita mistis tentang Gunung Gede, termasuk yang tadi ketika kita berhenti tepat pukul 18.00 teng itu…ternyata oh ternyata… pantas saja!

Oh ya kebetulan temannya teman kita yang punya rumah memang tahu betul seluk-beluk Gunung Gede (toh rumah nya jg daerah situ) hehe… meski dia tidak ikut mendaki bersama kami. Setelah ngobrol dilanjutkan dengan makan bersama dan tidak lama setelah itu kami memutuskan untuk pulang ke Bandung pastinya menggunakan sepeda motor, tengah malam itu! Wow… Perfecto!

Syukur Alhamdulillah kita semua sampai kerumah masing-masing dengan selamat, dan itulah tujuan utama kita mendaki adalah bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Semoga amal ibadah diterima disisiNYA! "Amin"

-02/06/15-

Sedikit beban yg harus kita syukuri...

1. Kematian

Perjalanan kemarin adlh perjalanan yg

mengajarkan kita apa itu makna kehidupan.

2. Hipotermia & Kesurupan

Sebaik2 manusia adalah org yg bermanfaat bagi org lain.