Mohon tunggu...
Akhmad Husaini
Akhmad Husaini Mohon Tunggu... Warga biasa dari kampung, senang membaca dan menulis tentang apa saja. Tinggal di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sunyi Memantik Deraian Penuh Pecundang

24 November 2020   06:26 Diperbarui: 24 November 2020   06:26 25 7 0 Mohon Tunggu...

Memanjakan rasa bangga menebar segala sepi
kita tahu kebangkitan diri kian menepi
lagu kerinduan menumpah watak satire
kelembutan diri memantik harap terkekang
rentang memantik nalar kehendak berderai
perjalanan jauh tinggalkan dengan senang

Pagi indah menegas lantunan gemuruh
kumandang waktu terpandang sayang
peran manis terbatas banyak jejak melayang
hampa tentang konotasi dalam perjalanan
luapan hegemoni senarai frustasi kenduri
tautan janji menikam selera pandang intens
dalam arti ketentuan nyata sudah penasti

Sunyi memantik deraian penuh pecundang
akan ada banyak cerita panjang kumandang
wacana sunyi mementang jawaban pasti
kita tahu segala hegemoni sandaran bakti
petuah lerai sentimen bukti kian luruh
sumbu waktu terlerai pejaman lalu gerimis

Hadirkan makna sebaran diri irama mengekang
bisa mementang semua rentang jalan tangguh
timbul kesan selalu menebar teramat dalam
ternyata melampaui batas kasak-kusuk kelam
malam itu membingkai jejak pendam instuisi
senarai ilusi singkap warna elegi pintaan tulus

Angkinang Selatan, 24 November 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x