Mohon tunggu...
Hulwatun Niswah
Hulwatun Niswah Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Jangan pernah lelah untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tahukah Kalian tentang Happiness, Joy And Sadness Itu Seperti Apa?

6 Desember 2022   21:05 Diperbarui: 6 Desember 2022   21:14 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Berbicara lagi tentang masalah emosi, dan artikel kali ini yang kita bahas yaitu tetang bagaimana cara kita biar bisa mengungkapkan beragam macam ekspresi emosi, dan yang kita bahas disisni yaitu tentang tiga macam emosi yaitu Happines, joy dan sadness.Yang kita bahas pertama ini tentang ekspresi happiness and joy

Ekspresi happiness and joy itu perbedaannya seperti apa sih?

Ekspresi happiness itu merupakan sebuah ekspresi yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah perasaan senang (Bahagia) pasti semua orang di dunia merasakan kebahagiaan kan ? kebahagiaan menjadi salah satu yang paling diinginkan oleh semua orang, Kebahagiaan sering diartikan sebagai keadaan emosi yang nyaman yang ditandai dengan perasaan puas, gembira dan sejahtera. Jenis emosi ini terkadang diekspresikan melalui ekspresi wajah seperti senyuman, bahasa tubuh seperti sikap santai dan suara yang ceria dan menyenangkan. 

Meskipun kebahagiaan dianggap sebagai salah satu emosi dasar manusia, hal-hal ang menimbulkan kebahagiaan biasanya sangat dipengaruhi oleh budaya. Kebahagiaan dan kesehatan dianggap berhubungan, dan studi telah mendukung gagasan bahwa kebahagiaan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Kebahagiaan telah dikaitkan dengan beberapa hasil, termasuk peningkatan umur panjang.

Sedangkan joy merupakan jenis perasaan Bahagia yang sifatnya mendalam, ciri cirinya seperti ketika melihat keluarga Bahagia karena dirimu,kemudian Bahagia karena mensyukuri keadaan, dan Bahagia mesikipun tidak lagi Bersama dan hal tersebut menjadikan Bahagia Menurut LoBue dkk (2019) bahwa ekspresi happines and joy merupakan emosi yang sama sama melibatkan emos.  yang positif dan ini dapat diekspresikan melalui wajah, tubuh ataupun bisa juga suara,mengutip dari LoBue dkk (2019) ada beberapa ciri ciri dari perilaku atau ekspresi ini, ada 4 perilaku yaitu tersenyum (smile), tertawa (laugher), ekspresi yang bernada positif, bertepuk tangan dan melambaikan tangan dalam perkembangan ekspresi happiness and joy ini lebih Fokusnya adalah menumbuhkan keceriaan belajar pada anak-anak, dan setiap pagi kami tunjukkan senyum dan keceriaan anak-anak saat tiba di sekolah, mulai dari penyambutan siswa saat berangkat ke sekolah, anak-anak senang dan mulai bergerak. tubuh mereka.

Setelah mengetahui tentang perbedaan mengenai happiness and joy ada perkembangan ekspresi happiness pada anak Bayi baru lahir dan seringai dini (0-2 bulan) sering terjadi saat anak tertidur dan terkadang saat anak sadar. 

Hal ini diungkapkan oleh gerakan bibir dan mulut, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai senyuman.kamu mulai jarang tertawa, tetapi Anda lebih sering tersenyum saat bangun (bukan saat tidur). Pada tahap ini, senyuman dihasilkan oleh faktor interaksi eksternal antara bayi dengan orang tua atau pengasuhnya. Biasanya diwakili oleh pandangan sekilas dan / atau lambaian alis pada orang tua atau pengasuh. 

Bayi pada usia ini menunjukkan senyum yang mantap dalam interaksi tatap muka.  Senyuman dari Usia 6 hingga 18 Bulan:  Perkembangan Senyuman Indikatif Setelah usia 6 bulan, bayi cenderung menggunakan senyuman untuk secara sengaja menyampaikan emosi positif.

Dalam Perkembangan Sosial Anak  "Kebahagiaan dan Kegembiraan" Seiring dengan respons umum ibu untuk tersenyum pada bayinya, internalisasi norma sosial anak (mengikuti aturan) mengarah pada kepatuhan ibu. 

Dengan demikian, pengalaman interaksi yang menyenangkan tampaknya membentuk perkembangan keterampilan sosial anak-anak kecil dengan baik hingga masa kanak-kanak awal. Kegembiraan sebagai Disposisi telah terbukti berhubungan dengan penurunan hambatan perilaku dan keheningan.  Bayi yang merespons rangsangan dengan senyuman, vokalisasi positif, dan gerakan motorik menunjukkan kemajuan perkembangan yang lebih baik daripada bayi yang tidak merespons atau merespons lebih negatif.

Selanjutnya kali ini kita berbicara tentang sadness.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun