Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Gonjreng.com

Gonjreng.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Blunder dan Wajar Saja Sebenarnya?

20 Maret 2020   04:25 Diperbarui: 17 Mei 2020   02:00 393 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gatot Nurmantyo Blunder dan Wajar Saja Sebenarnya?
sumber gambar: okezone.com

Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, baru-baru ini namanya sempat menyita perhatian publik di tengah serangan virus corona (Covid-19) yang sedang melanda Indonesia.

Lewat akun Twitter-nya, Gatot Nurmantyo antara lain bercuit seperti ini:

"AYO MAKMURKAN MASJID & GALAKKAN GERAKAN SHOLAT BERJAMA'AH UNTUK MINTA PERTOLONGAN ALLAH..!! (Jadikan Sholat & Sabar Sebagai Penolongmu..!!) Virus Corona (covid-19) adalah ciptaan Allah dan yg kena pasti juga atas ketetapan Allah." 

Apakah seruan atau imbauan Gatot Nurmantyo tadi mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak?


Beberapa tokoh justru menanggapinya negatif, seperti Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syiadzily, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, dan lainnya.

Belum lama ini Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi pun memberikan tanggapan negatif atas seruan atau imbauan Gatot Nurmantyo tadi, dan membantah tudingan mantan Panglima TNI (jenderal bintang empat) itu yang menyebut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penyebaran virus corona (Covid-19) merupakan bentuk fobia masjid. 

"Arab Saudi pun bahkan menutup umrah, menghindari salat berjamaah. Tidak hanya Islam, tapi juga umat agama lain. Bahkan ibadah di Vatikan, di Betlehem, di gereja-gereja juga ditutup," katanya seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Masih menurut Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi, MUI mengutamakan umat Islam Indonesia terhindar dari serangan virus corona (Covid-19) dibandingkan bersilaturahmi untuk saat ini.

Apakah Gatot Nurmantyo sedang "cari panggung" dengan mengeluarkan seruan atau imbauannya tadi?

Pada masa Pilpres 2019 lalu namanya sempat digadang-gadangkan menjadi salah satu capres, dan ada saran Kivlen Zein agar Prabowo tak perlu maju lagi, serta menyodorkan nama mantan Panglima TNI itu, tapi gagal total, meski menurut Kivlen Zein "duitnya lebih banyak" dari Prabowo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN