Mohon tunggu...
Mbah Peang
Mbah Peang Mohon Tunggu... Bola itu bundar bukan peang

Bola itu bundar bukan peang

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Jokowi, Luhut, Ahok, dan "Nenek Lu"

4 Desember 2019   05:35 Diperbarui: 4 Desember 2019   08:04 0 2 0 Mohon Tunggu...
Jokowi, Luhut, Ahok, dan "Nenek Lu"
sumber gambar: cnnindonesia.com

Jokowi menghadiri Munas X Golkar yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan (3/12), juga membuka dan memberi sambutan pada acara itu. Terharu?

Biasa saja, bukan suatu yang aneh dan baru jika Jokowi menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan sebuah partai politik, tapi kalau masih saja ada yang terharu dengan pertimbangan atau alasan tertentu, ya silakan saja.

Dalam sambutan pada pembukaan Munas X Golkar tadi Jokowi membantah dirinya melakukan intervensi terkait bursa pemilihan ketua umum Golkar. Ia pun menantang kalau ada pimpinan daerah Golkar yang diarahkan olehnya untuk maju ke depan panggung.

"Misalkan ada DPD yang dikumpulkan, silakan maju, saya beri sepeda," kata Jokowi di sini.

Apakah ada yang lucu? 

Mungkin saja ada sebagian pihak yang masih menganggapnya lucu pernyataan Jokowi dengan sepeda-nya itu, tapi di sisi lain mungkin juga ada sebagian pihak yang merasa ngantuk sambil berujar: "Whoah...ngantuk! Bosan, sepeda mulu". 

Calon-calon ketua umum Golkar ada yang mengundurkan diri, termasuk Bamsoet. Menurut Bamsoet, pengunduran dirinya itu dilakukan setelah menerima saran dari Luhut dan Aburizal Bakrie.

Saran atau tekanan? Luhut pun membantah kalau dirinya menekan Bamsoet agar mengundurkan diri.

"Ah, nenekmu bilang. Siapa yang mau tekan-tekan? Ini kan negara demokrasi," seloroh Luhut di sini.

Mungkin saja ada sebagian pihak yang tertawa karena merasa lucu atas ucapan "nenekmu" yang dikatakan Luhut tadi. Mungkin juga ada sebagian pihak lainnya yang sama sekali tidak merasa lucu, kemudian berujar, misalnya seperti ini: "Lucu...lucu...yang lucu boleh pulang".

Ya, Indonesia adalah negara bebas. Luhut pun mengatakan Indonesia negara demokrasi. Biasa saja jika ada sebagian pihak yang tertawa karena merasa lucu dengan "sepeda" Jokowi dan "nenekmu" Luhut tadi, atau sama sekali tidak merasa lucu dan tertawa.

Pernyataan "nenekmu" dari Luhut tadi mengingatkan pada Ahok yang pernah juga mengatakan seperti itu (nenek lu) ketika masih menjabat gubernur DKI Jakarta, dan Ahok pun dituding kasar oleh sebagian pihak, bukan lucu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN