Media

Mengapa Masih Ada "Artikel Sampah" di Kolom "Terpopuler"?

15 November 2017   09:38 Diperbarui: 15 November 2017   10:05 4258 22 22
Mengapa Masih Ada "Artikel Sampah" di Kolom "Terpopuler"?
dokumen pribadi

Mengapa masih ada "Artikel Sampah" di kolom "Terpopuler"?

Mengenai "Artikel Sampah" di kolom " Terpopuler" ini sebenarnya sudah pernah dibahas di sini - Kolom Terpopuler Jadi Tempat Artikel Sampah -, dan juga di sini - Kolom Terpopuler Masih Menyisakan Tanda Tanya -.

Tidak dipungkiri bahwa "Artikel Sampah" bisa saja masuk ke kolom "Terpopuler", tapi relatif jarang. Kalau hampir tiap hari ada di sana menimbulkan pertanyaan, antara lain:

- Mengapa bisa begitu?

- Apa yang telah terjadi?

- Adakah yang salah pada sistem perhitungan jumlah pembaca atau yang mengklik artikel?

- Kalau memang ada yang salah, mengapa tidak cepat diperbaiki?

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin berkecamuk di benak para Kompasianers.

Meskipun demikian, bisa dipastikan tidak semua Kompasianers benaknya berkecamuk atau seperti itu. 

Hal ini disebabkan antara lain:

1. Tidak peduli ada atau tidak ada "Artikel Sampah" di kolom "Terpopuler", yang penting bisa nulis di Kompasiana.

2. Tulisan atau artikelnya tidak pernah dan tidak akan pernah masuk ke kolom "Terpopuler". Jadi, mengapa harus peduli? Toh, seandainya sistem perhitungan jumlah pembaca atau yang mengklik sebuah artikel sudah benar dan fair, artikelnya tidak akan masuk ke kolom "Terpopuler".

3. Bolot, atau tidak menyadari belakangan ini cukup sering ada "Artikel Sampah" pada kolom "Terpopuler".

Kemungkinan lainnya masih ada, tapi tak perlu dibahas lebih lanjut.

Bagaimana kalau kolom "Terpopuler" dihapus saja? 

Adakah yang merasa dirinya rugi?