Deddy Huang
Deddy Huang Blogger. Traveller. Freelancer.

I am a traveller, storyteller and blogger who loves different cultures and heritage. I love to share about all the magnificent and beautiful destinations in the world. Visit my travel blog at https://www.deddyhuang.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

"Pulang Malu, Gak Pulang Rindu"

7 Juni 2018   10:38 Diperbarui: 7 Juni 2018   18:20 3239 11 10
"Pulang Malu, Gak Pulang Rindu"
Ilustrasi Mudik: radarbekasi.id

"Ded, ada uang 300 ribu nggak? Aku mau pinjam buat beli tiket kereta, uangku kurang. Malu aku kalau minta sama orangtuaku." Isi pesan singkat dari salah satu temanku membuat saya berpikir dua kali. Pertama apakah dia akan membayar pinjamannya? Kedua, sebagai anak rantauan tentu secara finansial sering kali kurang.

Ingin sekali merasakan mudik, tapi saya lupa di mana kampung halaman saya.

Ketika kalian dari lahir dan tinggal di satu kota saja, maka jangan berharap bisa merasakan yang namanya mudik ke kampung halaman. Itu yang yang rasakan hingga sekarang. Kadang ada rasa ingin mudik, supaya ikut merasakan susahnya mencari tiket harus begadang tengah malam untuk mencari tiket promo, setiap hari rajin cek promosi travel, menyimpan uang untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga, lelahnya di perjalanan sambil menenteng barang bawaan, dan terakhir ada orang yang kita rindukan saat di tanah rantau.

Pengalaman mudik seperti itu yang belum pernah saya rasakan, bagaimana dengan kalian? Saya yakin kalian jauh-jauh hari sudah mempersiapkannya.

Lebaran Identik Mudik

Lebaran tinggal menghitung hari. Mudik adalah waktunya bagi perantau yang tinggal jauh dari kota kelahirannya untuk pulang. Tradisi ini tiap tahun selalu terjadi. Ada raut bahagia ketika tiket sudah berhasil didapatkan. Ternyata, banyak perjuangan yang harus dilalui sekadar untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga.

Jakarta masih menjadi kota impian saya untuk merantau. Ada banyak alasan dan pertimbangan mengapa saya memilih ingin merantau ke Jakarta. Selain kota itu mengalami perkembangan pesat, juga memiliki peluang yang besar. 

Dulu, yang saya tahu bagi kita yang tinggal di daerah ingin sekali mengubah nasib datang ke Jakarta. Walaupun di saat tanah rantau kita tidak tahu apakah kita berhasil dan sukses. 

Saya bisa merasakan dilema anak rantau saat rindu ingin pulang ke kampung halaman, namun ada rasa malu untuk pulang karena merasa belum berhasil dan saat pulang kampung nanti tangan kosong tidak membawa apa-apa termasuk THR. Dilema itu bisa saya rasakan dari salah seorang teman saya yang merantau di Jakarta. Padahal berhasil atau tidak kita di tanah rantau ada keluarga yang akan tetap menerima kita dalam kondisi apapun.

Mudik menggunakan motor (sumber : berita trans)
Mudik menggunakan motor (sumber : berita trans)
Mengambil kata 'udik' dari mudik memiliki arti kampung atau desa. Sehingga mudik bisa diartikan sebagai aktivitas seseorang pulang ke kampung halamannya. Jutaan orang secara gerombolan akan pulang ke kampung agar bisa bersimpuh depan orangtua mereka. Bisa dipastikan saat lebaran, orang-orang yang merantau di kota-kota besar akan pulang kembali ke kampung halamannya.

Fenomena khas ini barangkali hanya ada di Indonesia yang dapat menguras emosi. Bisa kita lihat kadang orang harus menangis demi mendapatkan tiket pulang, namun ada raut menyentuh ketika kita mudik bersama orang-orang baru yang belum dikenal. Namun itulah esensi dari mudik bukan?

Mudik Nyaman, Aman dan Selamat

Di Palembang, walau sekarang jalanan sudah macet parah seperti Jakarta membuat sulit untuk bergerak. Rata-rata orang yang tinggal di Palembang adalah orang datangan dari daerah lain di luar kota Palembang. Nah, biasanya mereka akan melakukan mudik melalui jalur darat, baik menggunakan mobil atau motor.

Memiliki pengalaman berkeliling daerah-daerah yang ada di Sumatera Selatan setidaknya memberikan saya gambaran jalur lintas Sumatera ini. Kalian perlu banyak persiapan saat ingin mudik melalui jalur lintas Sumatera. Alasannya karena faktor jalur lintas Sumatera berbeda dengan seperti di Jawa. Ada banyak mitos-mitos yang saya dengar mengenai jalur lintas Sumatera. Maka dari itu menarik untuk saya bagikan informasi mengenai mitos tersebut. 

#1 Jalur masih banyak hutan 

Melewati hutan dan perkebunan (sumber : fainun.com)
Melewati hutan dan perkebunan (sumber : fainun.com)
Jalur lintas Sumatera memiliki titik hubung saling berkaitan, kalian dapat mengemudikan kendaraan bisa ke arah atas yaitu kota Jambi, Padang hingga Aceh. Sedangkan ke arah bawah bisa menuju Bengkulu dan Lampung. Selain itu juga bisa menghubungkan daerah luar kota Palembang sendiri.

Memang benar kalau area jalur lintas sumatera masih memiliki hutan yang lebat. Namun bukan sepenuhnya hutan melainkan juga akan melintasi perkebunan sawit dan karet, dua komoditi ini adalah komoditi utama bagi warga daerah setempat. Selain itu tidak sepenuhnya juga kalian akan berjumpa dengan hutan, tetap ada warga lokal yang siap membantu kalian.

Selain itu ada baiknya juga saat kalian berkendara bisa konvoy dengan kendaraan lain agar kebersamaan lebih terasa.

#2 Jarang bertemu SPBU

SPBU ada ditiap kota (sumber : fainun.com)
SPBU ada ditiap kota (sumber : fainun.com)
Indonesia itu unik. Kenapa saya bilang unik, sebab Pertamina sebagai BUMN ternyata memiliki saudara yang biasanya ikut berjualan tidak jauh dari SPBU Pertamina. Adik dari Pertamina adalah Pertamini. Kalian dapat dengan mudah berjumpa dengan para penjual bensin eceran apabila kondisi tangki bensin akan habis itupun kalau kondisi terdesak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2