Mohon tunggu...
Reka Dwi Ristiana
Reka Dwi Ristiana Mohon Tunggu... Mahasiswa PGSD Unisnu Jepara

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengertian dan Tujuan Bimbingan Belajar Serta Masalah Belajar dan Faktor Penyebabnya

2 Desember 2020   13:56 Diperbarui: 2 Desember 2020   14:00 22 1 0 Mohon Tunggu...

Essay ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Dan Konseling SD
Dosen Pengampu : Naili Rofiqoh, S. Psi., M. Si.
Kelas : 3 PGSD A2

Disusun Oleh :
Reka Dwi Ristiana 191330000479

Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu  Keguruan
Universitas Islam Nahdlatul Ulama
JEPARA
2020

A.Pengertian Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar memiliki dua makna bimbingan yang mempunyai arti umum mendidik atau menanamkan nilai yang membina moral, mengarahkan peserta didik bertanggung jawab menjadi orang baik. Sedangkan bimbingan yang secara khusus yaitu suatu upaya bijaksana atau program yang membantu mengoptimalkan peserta didik. (Erica, Deny, 2015: 2-3)
Pengertian Bimbingan Belajar Menurut Tim Jurusan Psikologi Pendidikan (Mulyadi, 2010: 107) mengatakan bahwa bimbingan belajar merupakan proses pemberian bantuan kepada murid dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar.
Bimbingan belajar efektif adalah suatu bantuan yang diberikan pada siswa untuk mengatasi masalah-masalah dalam belajar sehingga mendapat hasil yang baik. Bidang bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan melalui berbagai jenis layanan. Layanan bimbingan dan konseling meliputi layanan orientasi, layanan pembelajaran, layanan penempatan dan penyaluran, layanan konseling individu, layanan konseling kelompok, layanan bimbingan kelompok dan layanan informasi. Salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa mengembangkan diri berkenaan dengan sikap
dan kebiasaan belajarnya adalah bimbingan belajar efekif.(yusra dkk, 2017:106-112)
B.Tujuan bimbingan belajar
Pendapat dari tujuan bimbingan belajar adalah sebagai beikut: (yusuf, syamsu dan nurihsan, juntika, 2005: 15):
1)Siswa dapat memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, berwawasan terhadap semua pelajaran , dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang di programkan.
2)Siswa dapat memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat dan memiliki ketrampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti ketrampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
3)Siswa dapat memiliki keterampilan menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
4)Siswa dapat memperbaiki cara belajarnya kea rah yang lebih efektif dan efisien serta dapat mengatasi berbagai macam kesulitan dalam belajarnya.
5)Siswa dapat mengembangkan sikap, kebiasaan, dan tingkah laku yang baik, khususnya yang berkaitan tentang belajarnya, dapat terampil dalam melaksanakan kegiatan belajar dan dapat mecapai prestasi belajar yang optimal.
6)Siswa dapat mengenalkan dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya.
7) Siswa dapat menggunakan kemampuannya untuk kepentingan diriya, kepentingan lembaga tempat kerja dan masyarakat.
8)Siswa dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya serta mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilkinya secara optima.
Secara khusus, tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: (Siti Aisyah: 2015)
1)Siswa dapat memahami tentang dirinya sendiri, khususnya pada kemampuan belajarnya.
2)Siswa dapat memperbaiki cara belajarnya kea rah yang lebih efektif dan efisien.
3)Siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan dalam belajarnya.
4)Siswa dapat mengembangkan sikap, kebiasaan, dan tingkah laku yang baik, khususnya yang berkaitan tentang belajarnya, dapat terampil dalam melaksanakan kegiatan belajar dan dapat mecapai prestasi belajar yang optimal.
5)Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya.
6)Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan diriya, kepentingan lembaga tempat kerja dan masyarakat.
7)Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.
8)Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilkinya secara optima.
C.Faktor penyebab bimbingan belajar
1. Faktor lingkungan sekolah
Didalam lingkungan sekolah dapat dihiasi dengan tanaman/ berupa pepohonan yang dapat dipelihara dengan baik. Dijadikan berupa kursi dan meja belajar dengan rapi yang ditempatkan di bawah pohon-pohon agar dapat bisa belajar mandiri di luar kelas dan bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
2.  Lingkungan Sosial Budaya
Sistem sosial yang terbentuk mengikat perilaku anak didik untuk tunduk pada norma-norma sosial, susila, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Lingkungan sosial yang mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri, sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan letak rumah, semuanya dapat memberi dampak baik maupun buruk terhadap kegiatan belajar serta hasil yang dicapai oleh siswa.
D.Ragam Masalah Dalam Bimbingan Belajar
Mudah putus asa, malas, kesulitan dalam belajar, sikap menentang guru merupakan bagian dari masalah belajar siswa. Masalah tersebut kecenderungan tidak semua siswa dapat menyelesaikan dengan sendirinya. Guru dapat berperan dalam membantu memecahkan masalah tersebut yang dihadapi siswa, peran guru disini sangat diperlukan oleh peserta didik.
Jika dalam kesulitan belajar terus dibiarkan, maka tujuan pembelajaran tersebut tidak akan tercapai dengan maksimal. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, siswa dapat memerlukan bantuan, baik mencerna bahan pengajaran bahkan dalam mengatasi hambatan-hambatan lain. Banyak siswa yang gagal dalam belajar, seperti nilai ujian yang kurang baik atau tidak naik kelas.
Akan tetapi secara lebih luasnya lagi, masalah belajar dapat memiliki bentuk yang beragam, yang umumnya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok sebagai berikut:
a)Keterlambatan akademik merupakan keadaan siswa yang dapat diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tidak halnya memanfaatkan secara optimal.
b)Kecepatan dalam belajar mrupakan keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang cukup tinggi atau IQ yang tinggi, akan tetapi masih memerlukan tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan serta kemampuan yang amat tinggi.
c)Sangat lambat dalam belajar dengan keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapat pendidikan  pengajaran khusus.
d)Kurangnya motivasi saat belajar dalam keadaan siswa yang kurang semangat untuk belajar dan tampak bosan dan malas.
e)Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar merupakan kondisi siswa dalam kegiatan belajar sehari-harinya seperti menunda tugas, membenci guru, tidak ingin bertanya dalam hal yang tidak diketahuinya..
Faktor penyebabnya :
Secara global, faktor yang dapat mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi tiga macam  yaitu:
1)Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) yaitu dalam kondisi jasmani dan rohani siswa.
Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek, yakni:
a)Aspek fisiologis
Aspek fisiologis yaitu kondisi jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ tubuh dan sendi yang dapat mempengaruhi semangat dan dalam kondisi organ tubuh yang lemah, jika disertai pusing kepala contohnya maka dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang di pelajarinya tidak masuk. Untuk mempertahankan jasmani agar tetap bugar, maka siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi. Tidak itu juga siswa dapat dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan yang dapat terjadwal secara tetap atau teratur.
b)Aspek Psikologis
Aspek psikologis yaitu kemampuan siswa yang dapat diartikan sebagai kemampuan untuk penyesuaian diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Bakat siswa tersebut dalam kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang untuk mencapai prestasi sampai tingkat tertentu dengan kapasitas masing-masing. Sedangkan dalam minat siswa sendiri merupakan kecendurungan serta kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar untuk mencapai sesuatu keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan.
2)Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa.
Ada dua aspek  yaitu:
a)Lingkungan sosial sekolah sebagaimana guru dan teman-teman sekelas dapat menguasai semangat belajar siswa disekolah. Para guru yang selalu menunjukkan sikap serta perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar, contohnya rajin membaca, berdiskusi, dapat menjadi daya dorong positif bagi kegiatan belajar siswa.
b)Dalam kondisi masyarakat dilingkungan yang kumuh serta anak-anak pengangguran akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa dapat menemukan kesulitan dalam memerlukan teman belajar atau berdiskusi dan meminjam alat-alat yang mau dipinjamnya kebetulan belum dimilikinya. Dalam lingkungan sosial yang paling banyak pengaruh kegiatan belajar adalah keluarga dan orang tua siswa itu sendiri. Sedangkan lingkungan non sosial seperti gedung sekolah bahkan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, serta dalam keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.
3)Faktor pendekatan belajar (Approach to learning)
Faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongan sebagai berikut: (menuurut Slameto, 2010:54)
a)Faktor Internal:
i.Faktor jasmaniah, antara lain faktor kesehatan, dan cacat tubuh.
ii.Faktor psikologis, antara lain: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesepian.
iii.Faktor kecapekan.
iv.Faktor dalam bawaan
Menurut karthikeyan dkk ( 2015: 386-401) kemampuan yang diperoleh sejak lahir sebagai kemampuan bawaan dan kemampuan lain yang diperoleh dari pembelajaran.kemampuan bawaan terdiri dari kemapuan umum dan kemampuan khusus dalam kemampuan umum disebut intelektual (kecerdasan) dan kemapuan khusus disebut bakat.
b)Faktor Eksternal:
i. Faktor keluarga
Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor keluarga adalah cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang keluarga.
ii.Faktor sekolah
Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor sekolah adalah metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa,relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
iii.Faktor masyarakat
Kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor masyarakat meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Siti. 2015. Perkembangan Peserta Didik dan Bimbingan Belajar. Yogyakarta: Deepublish.
Erica, Denny, 2015. Hubungan dan Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar.Tangerang: AMIK BSI.
Karthikeyan, S., Asokan, P., Nickolas, S., & Page, T. 2015. A hybrid discrete firefly algorithm for solving multi-objective flexible job shop scheduling problems. International Journal of Bio-Inspired Computation, 7(6), 386-401.
Mulyadi.2010.Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan terhadap Kesulitan Belajar Khusus.Jogjakarta: Nuha Litera.
Nana Syaodih & Sunaryo Kartadinata. 2007. Bimbingan dan Konseling dalam Praktek. Bandung: Maestro.
Prasetya, I. G. R., Winarno, R. D., & Eriany, P. 2013. Bimbingan Belajar Efektif untuk Meningkatkan Kebiasaan Belajar pada Siswa Kelas VII. PREDIKSI, 2(1), 1.
Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT.Rineka Cipta
Thahir, A., & Hidriyanti, B. 2014. Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Al-Utrujiyyah kota Karang Bandar Lampung. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 1(2), 55-66.
Yusuf, Syamsu & Nurihsan, Juntika. 2005. Landasan bimbingan dan Konseling. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya.
Yusra, A., Sugiharto, D. Y. P., & Sutoyo, A. 2017. Model Bimbingan Belajar Berbasis Prinsip-prinsip Belajar dalam Islam untuk Meningkatkan Kemanfaatan Ilmu. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 106-112.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x