Mohon tunggu...
ETY SUPRIYATIN
ETY SUPRIYATIN Mohon Tunggu... Lainnya - Anaknya guru, Istrinya guru, ibunya guru, kakaknya guru πŸ€”

Menulis apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. β– JUST BE MYSELFβ– 

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Penantian Bunga

4 Desember 2022   00:48 Diperbarui: 4 Desember 2022   00:57 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bunga yang semula layu tak tersirami
Kini kembali menampakkan kesegaran
Daun-daun yang semula berguguran
Kini kembali menguatkan diri
Namun hanya sesaat itu terjadi
Selebihnya bunga kembali layu
Tak ada lagi percikan air membasahi
Tak ada lagi mentari menyinari
Bahkan anginpun tak mampu menggerakkan daun yang seolah murung
Lalu kapan lagi bunga menampakkan keindahan
Menghiasi taman penuh warna warni
Entahlah
Bunga menanti yang peduli
Untuk menyirami
Menjaga dan merawatnya

Bms, 4 Des'22
#docJay

Baca juga: Kusebut Nama-Mu

Baca juga: Hantu Hatiku

Baca juga: Setengah Hati

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun