Mohon tunggu...
Si Fakir Yang Hina
Si Fakir Yang Hina Mohon Tunggu...

Bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, bila ada di depan tiada yang mengenal dan ketika ia tidak ada tak seorangpun yang mencari, karena dia adalah Si Fakir Yang Hina >> www.alamhikmah.org

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Idul Fitri “Slogan Kemenangan Semu” (Petuah Sang Prof Malam 1 Syawal)

30 Agustus 2011   18:02 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:20 161 4 3 Mohon Tunggu...

Di saat gema takbir berkumandang di jagad raya ini,

Konon disebut merupakan hari kemenangan,

Tapi sejenak mari kita renungkan dengan sesungguhnya,

Tanyakan pada diri ini,

Kita menang dari apa?

Siapa musuh kita?

Dan siapa yang kita kalahkan?

Jujur bagi diri yang hina ini tidak akan pernah ada hari kemenangan,

Yang menang adalah orang yang bersama DIA “SANG PENCIPTA”,

Maka jangan bilang kita menang kalau kita masih jauh dari DIA “ALLAH SANG PENCIPTA”,

Jangan bilang kita sudah fitrah (idul fitri) kalau kita belum menemukan “SANG PENCIPTA”,

Jangan bilang kita akan mendapat kemuliaan sebelum kita mampu meniadakan diri untuk menemukan yang Maha Ada,

Wahai saudaraku...

Jangan bohongi lagi diri ini, karena diri ini sudah terlalu banyak dosa,

Jangan kau tipu lagi diri ini, karena diri ini sudah payah dengan maksiat yang kita lakukan, dan

Jangan menambah kebohongan yang beselimut dengan hari kemenangan (idul fitri) ini, karena diri ini lelah dengan semua yang ada,

Kasianilah jiwa yang sudah merana ini,

Kasianilah diri yang sudah tersesat ini,

Sungguh kita tidak tahu bahwa mengatakan aku menang, aku mulia, aku sudah idul fitri, tapi kita tidak kenal kepada Sang Pencipta,

###

Di malam yang penuh dengan gema takbir yang mengagungkan asma Allah ini,

Jangan kau tutup hatimu, sehingga telinga lahir yang mendengar, akan tetapi telinga batin gelap gulita, tidak mengenal Sang Pencipta yang diagungkan asmaNYA,

Bukalah hatimu, biar tidak hanya telinga lahir yang mendengar akan tetapi telinga batin juga bisa mendengar asma Allah yang diagungkan dimalam hari ini,

Mari sebelum kita kembali kepada bulan yang penuh fitrah ini,

Lebih-lebih sebelum kita kembali kepada Allah SWT,

Mari kita sama-sama memohon kepada Allah,

Memohonkan semua umat ini agar benar-benar di buka hatinya,

Sehingga mengenal kepada “ALLAH SANG PENCIPTA ALAM INI”,

Mari kita belajar meniadakan diri,

Mari kita belajar mengosongkan diri, dan

Mari kita belajar meng NOL kan diri,

Karena kemenangan hanya sekedar fatamorgana dan semu belaka apabila kita belum bisa meniadakan, mengosongkan, dan meg NOL kan diri,

Idul fitri hanya sekedar slogan dan fatamorgana belaka, apabila kita belum bisa mengenal jati diri kita sebagai manusia yang tiada arti, tiada wujud dan tiada apa-apa,

Ingat wahai saudaraku...

Tanda orang hina adalah air mata yang tumpah,

Tanda-tanda orang yang mengenal jati dirinya dia akan selalu menangis,

Tapi perlu di ingat, air mata kadangkalanya ada air mata bahagia, adapula air mata kerinduan, dan ada juga air mata kerendahan yang paling rendah, yang menunjukkan sifat hamba,

Apa arti air mata,

Apa arti tangisan, dan

Apa arti rintihan,

Kalau jiwa tidak pernah merasa berdosa,

Kalau jiwa ini tidak pernah merasa dholim dan kufur,

Apapun hamba harus selalu ada dibawah,

Hamba harus merasa rendah,

Hamba harus tidak ada apa-apa, dan tidak memiliki apa-apa,

Itulah sifat seorang hamba,

Mari kita resapi bersama-sama,

Kita renungi dengan sungguh sungguh, dan

Kita buka hati kita dengan selebar-lebarnya,

Biarkan Asma Agung menjadi pembersih jiwa kita,

Biar Asma Suci itu masuk mendidik jiwa kita,

Sehingga hidup ini benar-benar bisa berarti,

###

Doa pembersih jiwa dari pembimbing Sang Prof

(Al Habib Syaikh Abdul Madjid Ma’roef R.A)

“Allohumma yaa waahidu yaa ahad, yaa wajidu yaa jawaad, sholi wasallim wa baarik ‘ala sayyidinaa muhammmadin wa ala ‘ala ali sayyidina muhammad, fii kullilamhatin wanafasim bi ‘adadi ma’luumaatillahi wa fuyudlotihi wa amdadih“

Selamat kembali ke fitrah

“BERSIH HATI, SUCI JIWA, SIAP MENGHADAP SANG PENGUASA SEJATI”

Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin

“HIDUP SEKALI HARUS BERARTI”

Catatan kelam perjalanan hidup dari si fakir yang hina

Dalam bumi kerendahan, 31 Agustus 2011

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x