Mohon tunggu...
Ruslan H
Ruslan H Mohon Tunggu...

Technology Enthusiast, sms : 0881-136-5932

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Ketika Ponsel Ngadat...

21 Mei 2016   16:25 Diperbarui: 21 Mei 2016   16:52 410 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Ponsel Ngadat...
Ponsel (sumber: cirebonmedia.com)

Pernahkah anda mau menggunakan telepon dan ternyata tidak bisa dipakai? Jika anda menggunakan ponsel dengan operator seluler Smartfren mungkin beberapa hari belakangan ini mengalami hal tersebut. Perubahan sisem seluler  EVDO/1X menjadi 4G LTE akhir akhir ini membuat beberapa gadget Smartfren ngadat. Tidak semua gadget, hanya gadget yang masih menggunakan jaringan EVDO/1X. Bagaimanapun juga kejadian ini cukup mengagetkan dan membuat repot.

Smartfren adalah salah satu operator seluler CDMA yang sukses di tanah air. Kelompok usaha Sinar Mas ini tadinya adalah operator seluler dengan nama Smart. Belakangan mengakuisisi operator seluler Fren dan namanya berubah menjadi  Smartfren. Dengan akuisisi ini Smartfren makin berkibar dengan layanan CDMA nya, terutama fokus di internet. Beberapa operator CDMA terdahulu tidak bertahan hidup, seperti Flexi dan Esia.

Layanan CDMA in awalnya memberikan tarif yang lebih murah dari GSM. Waktu itu diramalkan CDMA akan mematikan GSM. Pada kenyataannya tidak pernah terjadi.Inovasi baru di teknologi GSM membuatnya tetap bertahan hidup melawan gempuran CDMA

Benda seperti telepon seluler itu adalah barang sarat teknoloogi. Seiring berjalannya waktu maka teknologi yang dipakai akan cepat kadaluarsa. Demikian juga operator seluler juga akan dikejar kemajuan jaman, sehingga secara berkala harus meng-upgrade diri. Keterlambatan untuk membuat keputusan upgrade bisa berarti matinya kelangsungan bisnis ke depan. Tumbangnya Nokia sebagai pemimpin ponsel di dunia ini adalah contoh daripada kegagala mengantisipasi perubahan bisnis ponsel.

Masuknya teknologi 4G LTE di dunia ini harus ditangkap dengan cepat oleh para pebisnis telekomunikasi. Smartfren adalah salah satu yang bergerak cepat untuk menggelar layanan 4G LTE di Indonesia. Kota kota kecil yang berada di pelosok jauh dari keramaian mendapat prioritas pertama pemasangan jaringan 4G LTE ini. Gerak cepat ini sekarang menghasilkan coverage 4G LTE dimana mana. Kota kota kecil mendapatkan layanan internet kecepatan tinggi, dimana sebelumnya tidak masuk hitungan operator telekomnunikasi. Diharapkan penetrasi internet semakin dalam, pada gilirannya mendorong bisnis berbasiskan internet.

Perubahan ke 4G LTE ini kemudian akan mematikan layanan sebelumnya, yaitu EVDO/1X. Secara bertahap daerah demi daerah akan mengalami pemadaman EVDO/1X. Yang menjadi masalah adalah masih banyak customer yang menggunakan gadget dengan sistem EVDO/1X ini. Customer dengan gadget ini akan mengalami kendala seperti yang terjadi akhir akhir ini. Pada daerah tertentu layanan tidak tersedia. Gadget tidak bisa dipergunakan. Upgrading dari sistem seluler tidak selalu diikuti pada sisi customer. Banyak customer yang merasa sudah nyaman dengan gadget EVDO nya, sehingga tidak melakukan upgrade yang memerlukan mengeluarkan uang lagi. Hal ini mirip yang dialami oleh pengguna Windows XP yang tetap menggunakannya meskipun sudah out of date.

Migrasi ke 4G LTE ini harus diusahakan agar memberikan dampak seminimal mungkin bagi customer. Smartfren juga memberikan program penggantian gadget ke 4G dengan model trade in. Beberapa customer memang akan mengalami kerugian tidak sedikit. Adik saya yang menggunakan lima gadget Smartfren untuk keperluan bisnisnya tiba tiba mendapati gadget Smartfren yang non 4G sudah tidak bisa dipergunakan lagi di beberapa tempat. Bisnis yang mengandalkan gadget inipun terganggu. Bisa saja ini dianggap sebagai collateral damage untuk suatu perubahan.

Jadi bisnis telekomunikasi ini memang beresiko. Jika tidak waspada bisa membuat tergelincir dan tumbang tidak sanggup bangun. Harus dilaksanakan dengan kehati hatian, selain juga harus dilakukan dengan gerak cepat.

===End

VIDEO PILIHAN