Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Nomine Terbaik Fiksi (Penghargaan Kompasiana 2021). Peraih Artikel Terfavorit (Kompetisi Aparatur Menulis 2020). Pernah menulis opini di KompasTV. Kontributor tulisan dalam buku Pelangi Budaya dan Insan Nusantara. Pendiri Sayembara Menulis Cerpen IG @cerpen_sastra, Pendiri Perkumpulan Pencinta Cerpen (Pulpen) Kompasiana, Pendiri Komunitas Kompasianer Jakarta (Kopaja71), Pendiri Lomba Membaca Cerpen di IG (@lombabacacerpen), dan Pendiri Cerita Indonesia di Kompasiana (Indosiana). Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Mari Belajar Menulis EYD Bersama Pulpen dan Komdik

18 Agustus 2023   08:59 Diperbarui: 18 Agustus 2023   09:02 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pertemuan Pulpen III, Penggunaan EYD dalam Menulis Cerpen, sumber: dokumentasi Pulpen

Menulis adalah menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan baik nonfiksi maupun fiksi. Apapun itu, agar terbaca nyaman (selain dari muatan tulisan yang sudah apik), tulisan sebaiknya menerapkan kaidah penulisan yang benar.

Dialah EYD, Ejaan Yang Disempurnakan. Sekarang namanya PUEBI, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Banyak yang diatur di sana. Antara lain penggunaan huruf, bisa kapital, miring, tebal, dan seterusnya. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, titik dua, tanda seru, dan sebagainya. Masih ada lagi penggunaan kata serapan.

Ini tentu sangat bermanfaat ketika kita -- sebagai penulis -- telah menguasainya. Selain demi membuat pembaca nyaman waktu membaca, kita tampak terdidik karena telah menyajikan tulisan sesuai kaidah.

Kapan bergunanya? Dari sejak belajar sampai selamanya, sepanjang kita masih menulis. PUEBI selalu berguna sebagai rambu-rambu menulis. Dan penulis -- yang akrab dengan kata-kata -- seyogianya merupakan garda terdepan dalam menerapkan dan mencontohkannya.

Belum lagi jika kita beroleh kesempatan bekerja atau mengampu tanggung jawab sebagai editor. Ini makanan sehari-hari editor yang pastinya harus kenyang sehingga tak perlu lama memperbaiki tulisan.

Mari, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Perkumpulan Pencinta Cerpen (Pulpen) Kompasiana bekerja sama dengan Komunitas Kompasianer Pendidik (Komdik) Kompasiana dan SMA N 3 Rembang menyelenggarakan:

Pertemuan Pulpen III (Tip Menulis Cerpen)

Penggunaan EYD dalam Menulis Cerpen

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun