Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Nomine Terbaik Fiksi (Penghargaan Kompasiana 2021). Peraih Artikel Terfavorit (Kompetisi Aparatur Menulis 2020). Pernah menulis opini di KompasTV. Kontributor tulisan dalam buku Pelangi Budaya dan Insan Nusantara. Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Beberapa Catatan atas Petikan Langsung

29 November 2021   13:05 Diperbarui: 1 Desember 2021   11:02 325 22 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi belajar menulis petikan langsung di dalam artikel. Sumber: Unplash/Neonbrand via Kompas.com

Saya tidak menemukan frasa "kalimat langsung" dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 0321/I/BS.00.00/2021 di Jakarta tanggal 28 Juli 2021. Adanya "petikan langsung".

Petikan langsung sangat kerap digunakan para penulis -- termasuk saya -- ketika menyajikan tulisan opini atau karya fiksi. Kehadirannya membuat kalimat jadi menarik. Lebih ada variasi.

Khusus karya fiksi, petikan langsung sering dipakai dalam percakapan para tokoh. Agar tidak salah pada kemudian hari, saya merasa perlu belajar tentangnya. Catatan seputar penyajiannya dari PUEBI sebagai berikut.

Diapit oleh tanda petik untuk sebelum dan setelahnya

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung -- sebelum petikan dimulai dan setelah petikan berakhir -- yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

"Ibu tadi bilang supaya kamu langsung saja pulang ke rumah," kata kakak.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat

Seperti pada contoh di atas, petikan langsung sebagai bagian kalimat dipisahkan dengan tanda koma dari bagian lain (kata kakak). Tetapi, khusus kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru, tanda koma tidak diperlukan.

Contoh salah:

"Ibu tadi bilang supaya kamu langsung saja pulang ke rumah!," kata kakak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan