Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (guepedia, 2021). Satu buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Alasan Mengapa Penilaian Kinerja Dua Arah Sebaiknya Diterapkan Perusahaan

4 Agustus 2021   13:00 Diperbarui: 5 Agustus 2021   03:47 367 14 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Alasan Mengapa Penilaian Kinerja Dua Arah Sebaiknya Diterapkan Perusahaan
Ilustrasi Penilaian Kinerja Karyawan. Foto: Pexels

Yang lebih tahu secara pribadi, bagaimana kerja sama terjalin, komunikasi kerja lancar atau tidak, arahan dan umpan balik seirama sesuai permintaan atau meleset, hanya atasan dan bawahan bersangkutan.

Selalu menarik untuk mengulik perkara dunia kerja, terutama hubungan atasan dan bawahan. Boleh dibilang senior dan junior. Kendati tidak semua senior adalah atasan, ada pula sesama pegawai biasa.

Kemungkinan besar, pegawai senior dan atasanlah yang lebih banyak memberi penugasan kepada junior atau bawahan. 

Posisi mereka yang menang berdasarkan pengalaman, diyakini lebih mumpuni dalam memutuskan arah kebijakan yang tepat untuk perusahaan.

Banyak asam garam telah dilewati. Perpindahan antar perusahaan dijalani, untuk semakin memperbanyak pengalaman. Gagasan-gagasan mereka dikerjakan secara teknis oleh bawahan.

Polemik dalam pekerjaan

Tidak selamanya selama bekerja, kesuksesan diraih. Memang, perencanaan di awal kerap diharap tercapai seluruhnya. Tepat waktu, efektif, dan efisien. Bila perlu, terobosan-terobosan bukan sekadar wacana, melainkan teraplikasikan di lapangan.

Adakalanya kegagalan bekerja dialami. Baik di tengah pelaksanaan kerja maupun saat pekerjaan selesai. Beragam penyebab memungkinkan. Jika diselidik lebih dalam, termasuk berpotensi karena hubungan kerja antara atasan dan bawahan.

Kesalahan tidak sepenuhnya akibat ulah bawahan

Kita tahu, seluruh atasan pernah menjadi bawahan. Tidak semua bawahan pernah jadi atasan. Ada yang bertahun-tahun dari pertama masuk kerja sampai pensiun tetap jadi bawahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x