Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Bagaimana Kabar Kotak Musik Sekarang?

17 Mei 2021   17:42 Diperbarui: 17 Mei 2021   18:07 103 11 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Kabar Kotak Musik Sekarang?
Salah satu contoh kotak musik, sumber: correcto.id

Waktu sebentar lagi menunjukkan pergantian hari. Banyak orang berkerumun di alun-alun. Mereka ingin melihat pesta kembang api, tanda pergantian tahun tiba.

Seorang remaja keluar dari gereja. Ia melangkah cepat menuju sebuah toko. Seperti biasa, ia memilih satu barang untuk dijadikan kado. Kotak musik adalah langganannya.

Adalah sebuah cerita tentang saya semasa remaja. Ketika ibadah pergantian tahun di gereja, saya dan teman-teman sebaya pasti menyelenggarakan acara tukar kado.

Masing-masing diberi kebebasan membeli sesuatu, dengan batasan harga tertentu, tidak boleh habis pakai, dan dibungkus koran. Menjelang pukul 12.00 malam, secara acak, tiap-tiap remaja saling menukarkannya.

Karena saya suka bernyanyi dan mendengar musik, beberapa kali kado yang saya beli adalah kotak musik. Waktu itu harganya 20.000 Rupiah. Berbentuk miniatur piano berwarna hitam sedikit kemerah-merahan. Sangat terjangkau zaman segitu.

Entah kebetulan atau tidak, hadiah yang saya terima hasil tukar kado juga sama. Saya beberapa kali mendapatkan kotak musik. Ada satu dua masih tersimpan di rumah di kampung. Sayang, tidak saya bawa ke perantauan.

Salah satu kotak musik, sumber: yolkmusic.info
Salah satu kotak musik, sumber: yolkmusic.info
Asal muasal kotak musik

Antoine Favre, sumber: danishmusicbox.com
Antoine Favre, sumber: danishmusicbox.com
Menurut sumber danishmusicbox.com, pada 1796, seorang pembuat jam dari Jenewa (Swiss), Antoine Favre-Salomon menciptakan sebuah jam saku, dengan fitur musik mekanik. Karena alasan inilah mengapa ia dianggap sebagai penemu pertama dari kotak musik mekanik.

Jam sakunya saat itu, sumber: danishmusicbox.com
Jam sakunya saat itu, sumber: danishmusicbox.com
Penemuan Antoine Favre-Salomon terdiri dari sebuah silinder kecil yang berputar terbuat dari campuran tembaga dan seng, dengan titik-titik pada permukaan silinder, yang menyebabkan gerakan naik dan turun dari plate-plate sisir logam yang distel untuk menghasilkan nada musik.

Enam tahun kemudian, Ishak Piguet memanfaatkan penemuan Favre dan memperkenalkan mekanik tersebut ke dalam perhiasan, jam tangan, kotak rokok, kotak kayu, dan logam mulia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x