Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Tempat-tempat Saya Bermain dalam Cerpen

5 April 2021   08:11 Diperbarui: 7 April 2021   19:16 704 29 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tempat-tempat Saya Bermain dalam Cerpen
Ilustrasi membuat cerpen (pexels.com/Lisa Fotios)

Apakah Anda kesulitan menulis cerpen? Sama, saya juga. Beragam pertanyaan menghantui sebelum jari menyentuh laptop, bagian mana dulu yang perlu ditulis, kata apa yang harus dipilih, dan seberapa panjang cerpen tersaji. Akhirnya, apakah semua itu menarik dan memikat?

Belum tentu setiap ide yang terlintas, bisa dituliskan sebegitu gampang. Ide itu harus melewati keempat pertanyaan tadi, sehingga cerpen menjadi berkualitas. Nah, semua bisa terjawab dari belajar.

Awalnya saya buta menulis cerpen. Sekadar mengutarakan perasaan dan mungkin tidak berfaedah karena tidak ada pesan moralnya. 

Seiring waktu berjalan, saya rasa saya tidak bisa jalan di tempat dan harus berkembang. Kalau tidak, saya akan mati kebosanan.

Maka saya kumpulkanlah buku-buku cerpen pilihan Kompas dari tahun 1971 s.d. 2017 dan saya pelajari karya-karya itu. 

Dari sana, saya terpukau, ternyata banyak juga yang bisa ditulis dalam sebuah cerpen.

Buku-buku cerpen pilihan Kompas dari tahun ke tahun (sumber: dokumentasi pribadi)
Buku-buku cerpen pilihan Kompas dari tahun ke tahun (sumber: dokumentasi pribadi)
Dulu, dengan wawasan terbatas, saya hanya mampu menulis 300 kata. Sekarang, minimal 1.000 kata dan itu sudah terbiasa. 

Tentu saya bangga, berarti otak saya masih mampu menyerap hasil pembelajaran. Sehingga, saya hanya perlu menjawab pertanyaan keempat,  "Apakah semua itu menarik dan memikat?"

Suasana Alam

Sebagian suka dengan senja. Bila berbicara cinta, perasaan rindu, atau sendu, senja paling memikat untuk ditulis. Saya juga suka. Guratan merah keemasan yang terlukis di langit, bersama kumpulan mega yang berarak indah, pasti berhasil membuat suatu cerita.

Tetapi, kita masih punya saat-saat lain untuk bermain. Semisal, subuh dengan ketenangan dan kesejukannya, siang dengan kegarangan dan kekejamannya, dan malam dengan kegelapan dan kekelamannya. Semua bisa dipilih, sesuai alam yang ingin dituliskan. Dan mungkin, perasaan yang ingin digambarkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x