Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Nomine Terbaik Fiksi dalam Penghargaan Kompasiana 2021. Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Malu

7 September 2020   16:10 Diperbarui: 8 Desember 2020   19:27 180 21 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber:https://www.bantennews.co.id

Kata orang, hujan bisa menghapus air mata. Tetesan airnya yang mengalir di antara kedua mata, sanggup menyamarkan kesedihan yang tiada tara. Kendati sekilas percaya, aku sangat tidak tahan menunggunya. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini perlakuannya berubah. Jauh dari kata hangat.

Sebetulnya, aku berusaha bertahan dengan tingkah lakunya yang menyebalkan. Sepulang kerja, tak pernah sedikitpun dia menyapa, apalagi menanyakan kabarku bagaimana.

Usai mandi dan berganti celana, langsung dia membaringkan badan dan tidur dengan pulasnya. Secangkir teh dan pisang goreng hangat yang telah kusiapkan sepenuh cinta, tak pernah diliriknya.

"Apa aku sudah tidak menarik baginya?" 

Dua anakku yang masih belia, mendatangiku dengan segera.

"Mama kenapa? Jangan menangis lagi ya, Ma"

Mereka mencoba menegarkanku. Entah, sudah berapa banyak air mata yang menetes di pipiku, bereaksi atas sikap dinginnya.

"Jujur, aku tidak tahan."

...

Kamis pagi itu, tidak seperti biasanya, dia mengajakku berbincang di ruang keluarga.

"Dek, maafkan sikap Mas selama ini. Mas tidak berani menyapamu karena Mas malu."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan