Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Makna yang Terkandung dalam Ungkapan "Dengan Senang Hati"

30 Juni 2020   21:16 Diperbarui: 1 Juli 2020   17:17 4313 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Makna yang Terkandung dalam Ungkapan "Dengan Senang Hati"
ilustrasi mengungkapkan sesuatu. (sumber: thinkstock via kompas.com)

"With my pleasure

Inilah perkataan dalam Bahasa Inggris, yang bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, berarti "dengan senang hati". Sebuah ungkapan yang menyenangkan, jauh dari sautan tentang pertengkaran, bahkan tidak ditemui dalam perdebatan.

Ungkapan "dengan senang hati" tidak pernah dijumpai pada awal percakapan sehari-hari dengan sesama, melainkan terbiasa berperan sebagai penutup perbincangan. Bukan prolog, tetapi epilog. 

Ungkapan ini biasa terlontar kebanyakan dalam kondisi dua hal. Pertama, sebagai jawaban ketika kita dimintakan pertolongan oleh orang lain.

"Selamat pagi Bro, bisa minta tolong bro?"
"Dengan senang hati, brother."

Untuk yang kedua, ungkapan ini digunakan sebagai tanggapan kepada orang lain, yang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan kita kepadanya. 

"Terima kasih ya bro atas bantuannya, sungguh kalau tidak ada brother, saya tidak tahu harus bagaimana lagi hari ini."
"Dengan senang hati, brother."

Penulis pun termasuk salah satu yang suka menggunakan ungkapan tersebut. Mengapa suka? Karena bila ditelusuri lebih lanjut, sesungguhnya ada tiga makna mendalam yang tersirat, yang penulis sukai, dari ungkapan tersurat tersebut. Inilah dia:

  • Tidak ada keterpaksaan

Ilustrasi Terpaksa. (sumber: ciciliaputri09.blogspot.com)
Ilustrasi Terpaksa. (sumber: ciciliaputri09.blogspot.com)

Ketika kita dimintakan bantuan, dan kita berujar ungkapan tersebut, ini menyatakan bahwa kita mau untuk memberikan bantuan. 

Dengan sepenuh hati, dalam sebuah niatan yang baik, yang tidak dipengaruhi oleh orang lain. Tidak ada keterpaksaan, karena bukan mulut kita yang berujar, tetapi hati kita yang menjawabnya.

Ilustrasi Mengeluh, (sumber: freepik.com)
Ilustrasi Mengeluh, (sumber: freepik.com)

Ketika kita bersedia membantu orang, berarti ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Dalam setiap bantuan, pasti ada pengorbanan yang kita keluarkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x