Mohon tunggu...
Honing Alvianto Bana
Honing Alvianto Bana Mohon Tunggu... Laki-laki yang sedang rindu bertani dikaki gunung

Pemburu senja, Penculik fajar, Pengempas terik, Pencari pelangi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mantra dari Puncak Mutis

27 Juni 2019   01:36 Diperbarui: 27 Juni 2019   06:02 0 5 0 Mohon Tunggu...
Mantra dari Puncak Mutis
Photo Credit:  Esti Renatalia Tanaem

Aku menyembah kepada semua diatas tanahku,

Kepada uis neno, kepada uis pah, dan kepada leluhurku.

Aku meminta izin kepada semua usif-usif diatas tanahku,

Maka izinkanlah aku sedikit mengungkapkan perasaanku untukmu, manisku:

Aku adalah kesadaran-kesadaran tak bersilsilah, yang melayang diatas rahim-rahim tempat kau berteduh.

Aku adalah kahyalan-khayalan penunggang kuda sepi, yang melilhami penenun-penenun dari hatimu yang sunyi.

Akulah yang pertama membalut tubuh mungilmu, dengan selimut-selimut lusuh tak tersentuh makna.

Akulah pelangi yang terbit dari matamu, setelah tetesan-tetesan embun membasahi pipimu yang jingga.

Aku adalah kabut-kabut kapas yang memelukmu dengan mesra, disaat musim-musim terlampau berat bagimu.

Aku adalah mantra dibibir-bibir pasar, tempat perempuan-perempuan berambut jagung menaruh harap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2