Mohon tunggu...
Hara Nirankara
Hara Nirankara Mohon Tunggu... Penulis Buku

Kadang seperti anak kecil.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Spiritual Bonding (2)

1 Agustus 2020   22:34 Diperbarui: 1 Agustus 2020   22:52 63 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Spiritual Bonding (2)
dok. pribadi

1.2

Lihatlah, dunia ini penuh dengan misteri. Yang terlihat baik belum tentu baik. Yang terlihat jahat belum tentu jahat. Bisa saja orang menjadi baik. Bisa saja orang menjadi jahat. Bahkan bisa pula menjadi keduanya. Setiap orang mempunyai alasanya sendiri dalam menentukan pilihan, dan banyak sekali alasan itu yang tidak diketahui oleh orang lain.

Sementara itu, ketika orang-orang sibuk menerka, menilai setiap sikap yang Kay perlihatkan, disaat itulah Kay semakin terbiasa melewati hari. Bahkan kesakitan-kesakitan yang setiap harinya terjadi, sudah menjadi makanan pokok bagi Kay. Menarilah wahai angin malam. Menarilah hingga waktu tak terasa telah subuh, hingga tersegera tubuh ini untuk beristirahat walau hanya sesaat.

Di malam itu, ketika banyak orang terlelap dalam tidur, Kay adalah salah satu yang menjadikan malam sebagai siang. Hal itu dilakukan Kay agar bisa bertahan hidup, menghadapi takdir yang entah dari siapa datangnya.

Kakinya melangkah, menyurusi jalan hening tanpa satu pun manusia. Matanya tak lelah memandangi keadaan di sekitar, hatinya tak letih untuk merasa setiap peristiwa.

Kaos oblong, celana pendek, sepatu canvas, dan sebatang rokok yang masih dinikmatinya, menelusuri setiap ruang dimensi malam itu. Telinganya tak henti mendengar musik, musik klasik yang biasa membangunkan moodnya. Dan musik itu diputarnya berulang-ulang, sebuah intrumental themesong dari film The Godfather.

Entah, Kay memang suka jalan-jalan ketika tak ada wanita haus kehangatan yang memakai jasanya. Atau mungkin juga kebiasaan itu dilakukan oleh Kay yang memiliki kelainan mental, Anxiety Disorder, dan juga kepribadiannya yang introvert. Tiap orang dengan kepribadian seperti itu memiliki beragam cara untuk kembali mengcharge energinya.

Di suatu sudut, ada sebuah taman kecil tempat Kay biasa duduk melamun. Ada sebuah kursi memanjang yang terbuat dari kayu, yang panjangnya 1 meter. Di samping tempat duduk itu terdapat pohon tua yang sudah tidak memiliki daun. Dan tepat di depan kursi kayu itu ada sebuah danau kecil, mungkin diameternya 15 meter.

Kay duduk di depan danau, di atas kursi kayu, melamun serta memandangi air danau yang tenang. Kay merasakan sebuah sensasi yang berhasil menghipnotis alam bawah sadarnya, di mana yang Ia rasa hanya sunyi dan damai. Suasana itulah yang dicari oleh Kay. Jauh dari keramaian, jauh dari praduga, jauh dari hinaan, dan jauh dari kekerasan.

Di belakang Kay, di seberang jalan, ada seseorang yang mengamatinya. Orang itu tingginya 170 cm, berat badan sekitar 60 kg, berambus lurus cepak hitam, memakai celana jeans warna hitam, dan memakai jaket denim berwarna biru muda. Lelaki itu mengamati Kay, tapi tidak berani untuk mendekatinya. Lelaki itu berdiri diam tak beranjak, dan akan pergi ketika Kay mulai meninggalkan taman.

Kay masih duduk di sana. Lama, lama sekali. Mungkin sekitar 3 jam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x