Hizriansyah Al Hijr
Hizriansyah Al Hijr

Environmental and Occupational Health Of Public Health|Ahmad Dahlan University Yogyakarta|Facebook Id : Hizriansyah Al Hijr |Dena, Bima-NTB

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Adakah Peluang Nusantara Sehat Diberi Formasi Khusus?

6 Desember 2018   12:12 Diperbarui: 6 Desember 2018   15:30 1322 0 0
Adakah Peluang Nusantara Sehat Diberi Formasi Khusus?
Dokpri

-5 Desember adalah Peringatan Hari Relawan Sedunia. Dan kami tulis ini untuk mengucapkan selamat hari relawan kepada seluruh generasi Nusantara Sehat (Tim Based Puskesmas Mare, Maybrat, Papua Barat). - 

Beberapa hari terakhir ini, "kompetisi" yang di gulirkan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara cukup hangat dibicarakan, bahkan cukup ramai peserta yang berkompetisi (maaf, saya tidak dapat data real nya). Beberapa generasi Nusantara Sehat pun tak mau ketinggalan mengambil bagian dalam "berlaga" demi kepastian kehidupan yang berkelanjuntan.

Pada kesempatan yang lain, di media online yang sudah di publish dua tahun silam dituliskan bahwa "Relawan Nusantara Sehat merupakan murni pengabdian, karena ditawarkan PNS pun tidak!" Ujar Ibu Murti Utami.

Pertanyaannya adalah apakah para generasi Nusantara Sehat tidak menginginkan PNS? Apakah benar hanya sebatas murni pengabdian? Penghargaan sebatas hak Gaji diatas UMR? Benar demikian?

Anda tau? Bak sebuah magnet yang sedang menarik segala benda disekitarnya. Ratusan aktivitas (pada orang-orang yang saya kenal) yang secara berbondong-bondong keluar dari berbagai aktivitas pengabdiannya. Tak peduli sulitnya jangkauan kendaraan, akses yang lumpuh, medan yang sulit, terancamnya jiwa. Anda tau untuk apa?

Ikut seleksi Calon Pegawai Negeri sipil!

Hanya untuk memastikan diri ikut "berlaga" dalam kompetisi ini. Saya pastikan banyak sumber daya yang dikorbankan.

Lalu, siapa mereka?

Anak-anak negeri yang sudah "dilabelkan" dengan sebuah nama Nusantara Sehat. Yang hari ini, sedang meyakinkan jutaan bahkan ribuan masyarakat pelosok bahwa negera tidak tinggal diam terhadap pelayanan kesehatan didaerah-daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan.

Bukankah ini menunjukkan bahwa ada banyak harapan generasi Nusantara Sehat ingin jadi ASN?

Dalam rapat dengan DPR saat menyingkapi soal demo Honorer K2 tempo lalu, Menteri Pan-RB mengungkapkan "Bahwa kita tidak boleh menafikkan orang-orang yang berjasa dan berkeringat kepada bangsa dan negara ini"

Bagaimana dengan Nusantara sehat? Tidak termasukkah dalam golongan yang dimaksudkan diatas?

Memang betul, tugas kita saat ini adalah fokus mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Tak muluk-muluk, setidaknya para manusia yang berada dalam lingkaran NKRI di pelosok-pelosok negeri ini mengenal hidup sehat, mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan memastikan mendapatkan pelayanan dan perlakuan pelayanan kesehatan yang sama dengan di kota. Health for All and all for health.

Apakah itu mudah?

Tidak! Tak jarang 'digunjing' dan 'jauhi' adalah jalan yang diterima. Kenapa bisa demikian? Ada banyak yang merasa terancam dengan hadirnya tim dalam program ini. Yang seharusnya di jadikan sebagai pembaharu semangat dalam mengakselerasi program, namun sebagian pihak melihat bahwa nusantara sehat adalah "mata-mata" kementerian Kesehatan dalam melihat fakta lapangan dalam pengelolaan puskesmas. Maka sekali saja salah dalam menempatkan diri, 720 hari anda akan terancam tertekan. Anda pasti paham maksudnya kan? (Saya tak mau bahas soal 'tikus' dan  'kupu-kupu'!) 

NUSANTARA SEHAT DAN SM3T

Anda pasti sudah paham tentang Nusantara Sehat kan? Jika belum, silahkan manfaatkan mbah google. 

Bagaimana dengan program SM3T? Anda pernah dengar kiprahnya? 

Tepat dua (2) tahun yang lalu, saya pernah mendengar kiprah program SM3T. Hari ini, jujur saya sudah tidak mendengar kiprahnya lagi. Entah, apakah karena faktor saya saat yang tidak memiliki akses informasi atau memang sudah ada kebijakan lain dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3