Mohon tunggu...
Hisnabaiti
Hisnabaiti Mohon Tunggu... Pernah jadi mahasiswa (baru saja)

Mohon Maaf, Jika Kita Berbeda.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tentang Pesan Penting, "Hati-hati...."

22 Mei 2020   11:33 Diperbarui: 22 Mei 2020   11:27 143 65 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tentang Pesan Penting, "Hati-hati...."
tangkapan layar dari youtube Paradigma Ajeg CHANNEL


Aku berkali-kali melepas suami ketika bekerja dengan ucapan, "Hati-hati di jalan ya, Mas." atau "Di Tempat kerja, jangan lupa hati-hati ya."

Seorang ibu juga tak pernah lupa mengucapkan pesan yang sama pada anaknya ketika ke mana saja, "Hati-hati di jalan. Berteman hati-hati. Cepat pulang."

Banyak pesan penting tersampaikan. Penerima pesan sebagian besar hanya menganggap pesan tersebut merupakan basa-basi pelepasan. Atau perpisahan, sebagai kata penutup. Padahal apa yang kita tahu tentang pesan yang tersampaikan itu?

Pernahkah kita menitipkan pesan pada orang yang tidak kita kenal? Atau ada sebuah pesan meluncur dari mulut orang yang membenci kita, "Hati-hati! Awas nanti!"

Pasti tak akan sama. Pesan pertama merupakan ungkapan lain dari sebuah doa. Terpanjat dengan ikhlas berdasar lahir dari perasaan sayang. Tak sedikit ibu yang menangis sambil memeluk buah hati tersayang ketika melepaskan, berpamitan. "Hati-hati di jalan!"

Kalimat yang keluar dari mulut adalah "hati-hati", sementara dalam hati berpuluh-puluh harapan yang dipanjatkan. Semoga selamat di jalan, semoga menikmati perjalanan, semoga betah di tempat tujuan, semoga dan sekian banyak semoga lagi.

Bukankah pesan penting itu menjadi pesan maha penting ketika menyangkut keselamatan. Apakah hanya sebuah ungkapan penutup percakapan? Mereka yang sering terpisah dengan keluarga, dengan orang tercinta pasti akan kental dengan pesan-pesan penting.

Seharusnya pesan semacam itu tidak disambut dengan perasaan hampa. Bagaimana halnya dengan pesan, "jangan mudik dahulu" atau pesan sejenis "ibadahlah di rumah saja". Bukankah ini juga merupakan pesan sayang yang disampaikan?

Haruskah pesan penting tersebut disampaikan dahulu oleh orang yang paling disayang hingga meresap dan berasa, kemudian dengan kesadaran penuh mengikutinya?

Bukankah sepenjang perjalanan ketika berangkat, baik menuju tempat kerja atau ke mana saja selalu teringat pesan yang disampaikan oleh orang yang tercinta tadi?

Mereka tidak akan memberikan pesan jika dalam hatinya tak tersisa rasa cinta. Atau mungkin kekhawatiran besar sedang memenuhi pikirannya.

Bagaimana ibu begitu khawatir akan keselamatan anaknya dalam perjalanan. Keselamatannya ketika berada di luar rumah, baik oleh perlakuan atau kejadian hang mengakibatkan sesuatu yang fatal.

Seringan apa pun sebuah pesan jika menuntut perhatian, pasti diiringi dengan rasa cinta dan sayang. Minimal yang mengucapkannya tak ingin keburukan terjadi dan menimpa orang yang disayangi.

Adalah anak, suami, atau siapa saja di antara kira yang ketika mereka yang menyayangi kita menitipkan pesan, "Hati-hati ...," kemudian kita berikan jawaban yang menyakitkan? Minimal pasti ada sebuah anggukan dan senyuman. Dalam keharuan sebagai ungkapan balasan atas rasa sayang yang kita sampaikan.

Atau dalam bahasa yang berbeda, seorang ibu mengucapkan pesan, "Jangan ini, jangan itu, dan seabreg jangan" pada anaknya. Selontas biasanya jawaban anak adalah, "Akh, gak papa. Akan baik-baik saja. Dan seterusnya."

Padahal ketika ibu mengucapkan larangan merupakan sebuah kekhawatiran yang sangat atas sesuatu yang buruk. Dengan doa yang juga terpanjat dari hati yang sangat dalam.

Sungguh pesan "Hati-hati...," bukanlah untuk menakut-nakuti atau menakutkan. Melainkan sebuah doa yang teriring karena besarnya perhatian, rasa cinta dan sayang.

Jadi, ketika mereka menyayangi kita kemudian mengucapkan pesan pada kita, bersyukurlah atas perhatian dan rasa sayang itu. Tak ada salahnya selalu mengingat pesan penting itu pada saat berada di luar rumah, di tempat kerja atau di perjalanan.

Dari semua pesan penting yang terucap terselip sebuah harapan, "Semoga kita bisa berkumpul lagi dan berbagi sayang. Semoga tak ada hal buruk yang menimpa."

Begitulah sederhananya rasa cinta yang terlahir dalam pesan penting, "Hati-hati...." Semoga orang-orang yang kita sayangi dan cintai "baik-baik saja." Aamin.

VIDEO PILIHAN