Mohon tunggu...
Hilman Idrus
Hilman Idrus Mohon Tunggu... Fotografer

√ Penikmat Kopi √ Suka Travelling √ 📷

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Konflik Israel-Palestina dan PBB "Lemah Sahwat"

20 Mei 2021   00:25 Diperbarui: 20 Mei 2021   00:36 250 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konflik Israel-Palestina dan PBB "Lemah Sahwat"
Foto Kompas. Com via AFP Photo/Mahmud Hams

Awal Mei 2021, konflik Israel dan Palestina memang menyita perhatian dunia internasional. Betapa tidak,  informasi yang menderas di berbagai platform media sosial, akhir-akhir ini, selalu saja memunculkan dua bangsa yang bertikai tersebut. Sehingga, anak bangsa pun terlibat dalam "perang narasi" pro-kontra kepada Israel dan Palestina, justru itu, isu-isu penting di dalam negeri pun luput dari perhatian. 

Seperti kasus, pembantaian sadis empat orang petani di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah, oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada Selasa (11/5/2021). Begitu pun isu-isu penting lainnya, sebut saja wacana soal 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tentu, informasi ketidaklulusan 75 pegawai KPK, memang sangat mengagetkan publik dan mendapat perhatian media dan selalu diberitakan. Namun, konflik Israel vs Palestina lah yang mengalihkan perhatian publik. Sehingga, seakan tidak lagi menjadi penting untuk dibahas, lantaran persepsi publik terkait konflik Israel dan Palestina merupakan isu kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius.

Iya, memang benar alasan yang dilontarkan berbagai pihak terkait konflik tersebut adalah persoalan kemanusiaan. Dan, konflik antara dua bangsa Timur Tengah tersebut, memang sering terjadi, dan menelan korban jiwa yang sangat banyak. Sehingga, dalam hal penyelesaiannya, merupakan ranah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mempunyai otoritas tertinggi untuk mengatasinya.

Terkadang, publik secara subjektif memberi penilaian bahwa ada apa sebenarnya dengan PBB, yang hingga kini tidak mampu menyelesaikan konflik tersebut. Padahal organisasi internasional yang dibentuk pada 24 oktober 1945 itu, bertujuan menghimpun semua negara untuk kerjasama internasional, dan tentunya mencegah dan mengatasi konflik antar negara.

Namun, konflik Israel versus Palestina, memunculkan selentingan-selentingan subjektif terkait keberadaan PBB, sehingga tak jarang, hujatan dan kritik diarahkan kepada Antonio Guterres selaku Sekjen PBB, yang terkesan mengabaikan isu kemanusiaan yang ada di dua negara yang bertikai tersebut.

 Dan, tentu kemarahan -- khususnya kalangan umat Islam, walaupun bukan konflik antar agama, namun umat Islam memiliki perspektif yang sama berdasarkan hadist yang mengatakan bahwa Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya (HR. Bukhari no 2262).

Jadi, berdasarkan penegasan hadits ini, maka wajarlah apabila konflik yang melibatkan dua negara tersebut dapat merayu opini publik khususnya umat Islam, dan memantik kemarahan. 

Sejujurnya, konflik Israel vs Palestina, bukan saja baru pertama kali terjadi, namun sudah berlangsung terus menerus, dan merenggut korban jiwa dengan angka yang sangat fantastis dalam standar peperangan di abad modern. Sehingga, Flash Point konflik kiranya sudah diketahui dan dapat dicari solusi dengan berbagai pendekatan untuk meredam dan mengatasinya.

Sehingga, wajar apabila emosi publik semakin meradang setelah menyaksikan konflik tersebut melalui tayangan berita pada Televisi dan beragam platform media sosial, kemudian memberi pernyataan yang menyodok PBB. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN