Mohon tunggu...
Hilman Idrus
Hilman Idrus Mohon Tunggu... Administrasi - Fotografer

√ Penikmat Kopi √ Suka Travelling √ 📷

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Moeldoko Pimpin Partai Demokrat, Karier Politik AHY Tamat?

5 Maret 2021   22:39 Diperbarui: 5 Maret 2021   22:49 938
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: kompas.com/RAKHMAT NUR HAKIM

"Persengkongkolan antara pihak luar dan pihak dalam partai yang nyata-nyata melawan hukum yang berlaku," kata Ossy (Kompas.com, 5 Maret 2021).

Ini menandakan bahwa, saat ini sudah terjadi dualisme kepemimpinan pada partai berlambang mercy itu, yakni Demokrat versi AHY dan Moeldoko. Yang nantinya pihak AHY pasti mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), sebagaimana dilakukan ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto atas Muchdi Purwopranjono. 

Nah, yang jadi persoalannya adalah jika nanti upaya yang ditempuh AHY dan para petinggi Demokrat melalui PTUN dan kalah, apakah AHY bakal tetap berada pada posisi aman di partai Demokrat? Inilah yang sangat menarik untuk dibahas. 

Kisruh partai Demokrat, memang berawal dari penilaian bahwa ketidakmampuan AHY memimpin partai yang mengantarkan bapaknya menjadi presiden Indonesia selama dua periode itu, hal ini ditegaskan salah satu pendiri partai Demokrat Hengky Luntungan. 

Dia menilai AHY tidak mampu mengurus partai, sehingga masalah internal partai bermunculan dan berujung pada isu kudeta. 

"Sebagai pendiri, kami melihat kekisruhan yang terjadi oleh karena tidak mempunyai seorang pemimpin partai garisbawahi ketidakmampuan pemimpin partai dalam hal ini saudara AHY," kata Hengky Luntungan sebagaimana dilansir Suara.com Sabtu (27/2/2021). 

Katanya, para pendiri partai berusaha untuk mencari solusi. Tetapi, satu-satunya solusi yang menurutnya bisa dilakukan ialah Kongres Luar Biasa (KLB) demi menyelamatkan partai. 

Bagai gayung bersambut, sejumlah petinggi partai Demokrat pun merasa bahwa tidak ada alternatif lain, selain menggantikan AHY, dan akhirnya KLB pun resmi digelar dan mendepak AHY dari Ketua Umum Demokrat. 

Jika penilaian bahwa ketidakmampuan AHY memimpin partai Demokrat, memang wajar lantaran AHY sejak awal dia bukan dipersiapkan mempin partai. Sebab, pria kelahiran Bandung 10 Agustus 1978 itu membangun karirnya di bidang militer mengikuti jejak ayahnya. 

Sehingga, soal politik menurut saya, AHY dinilai belum cukup berpengalaman, bila dibandingkan dengan sang adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, karena dia pernah duduk di kursi DPR, dan tentunya memiliki pengalaman politik.

Sejak AHY masih berkarir di bidang militer, publik menilai bahwa kelak anak sulung dari SBY itu nantinya bakal menjadi calon Panglima TNI di masa mendatang, karena lulusan magister di Harvard University itu termasuk memiliki prestasi yang cukup baik di bidang militer dengan pangkat terakhir Mayor Infantri di TNI AD. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun