Mohon tunggu...
Hilda Putri Kusumawardani
Hilda Putri Kusumawardani Mohon Tunggu... Wiraswasta - Ordinary Citizen

Berawal dari suka dengerin curhatan temen, sering bantu temen nyusun problem solving, bantuin tugas temen yang kuliah-kerja dari tugas sepele sampai yang berat, kebetulan hobi nulis cerita pendek di platform online dan akhirnya memutuskan untuk bergabung menjadi penulis di Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tugas Utama Guru Sekolah Dasar sebagai Pendidik Profesional beserta Contohnya

7 September 2022   10:14 Diperbarui: 7 September 2022   10:24 4312 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tugas Utama Guru Sekolah Dasar sebagai Pendidik Profesional (Sumber Gambar: sugikaya1980.gurusiana.id)

Pada saat mahasiswa keguruan menempuh pendidikan keguruan, mahasiswa keguruan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi terampil sebagai seorang pendidik yang profesional dan untuk mengembangkan diri mahasiswa dalam melaksanakan tugas sebagai guru secara profesional. Dalam kesempatan kali ini, saya sebagai penulis akan menuliskan apa saja tugas guru profesional sekolah dasar dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai, melatih dan mengevaluasi peserta didik beserta contohnya yang akan saya tuangkan dalam tulisan berikut ini.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Mendidik

Tugas guru sebagai pendidik merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan dengan pendisiplinan peserta didik agar ia menaati aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Contoh: 

Pak Sangkara mempunyai pengalaman, dimana Pak Sangkara mempunyai murid yang jarang mengerjakan PR. Ketika Pak Sangkara melakukan sebuah pendekatan secara intensif ditemukan fakta bahwa si anak merupakan dari kalangan tidak mampu sehingga tak mampu untuk mengikuti les. Disini Pak Sangkara sebagai guru, bertugas untuk membantu dengan cara memberi tindakan lebih lanjut dengan mengadakan les dihari senin-jum'at di sore hari secara gratis. Pada saat les berlangsung, Pak Sangkara tak hanya mengajarkan materi yang tidak ia pahami tetapi Pak Sangkara juga memberi latihan soal dan mengajari bagaimana cara menyelesaikan soal serta edukasi dalam pembentukan kepribadian seperti menonton cuplikan film pendek yang berisi perjuangan anak yang memiliki banyak kekurangan namun masih bersemangat bersekolah, hal tersebut guna memberikan anak dorongan dan semangat bagi si anak agar pesan yang ada dalam film tersebut dapat memberikan pembelajaran yang berkesan bagaimana tugas tanggung jawab seorang anak dalam pendidikan. Dari sini terbentuklah sebuah kebiasaan yang disiplin. Ketika dia mengikuti les, dia tau bahwa seorang siswa mempunyai kewajiban belajar dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas. Ketika sebuah kepribadian baru sudah terbentuk dan anak sudah tau kewajibannya sebagai siswa, Pak Sangkara mempunyai kewajiban untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan siswa tersebut ketika di dalam kelas karena tentu saja bimbingan yang Pak Sangkara terapkan pada siswa akan berdampak bagi diri siswa untuk melaksanakan tanggung jawabnya sebagai siswa di lingkungan kelas.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Mengajar

Tugas guru sebagai pengajar merupakan peran guru dimana guru mampu mengelola sebuah pembelajaran yang menarik dan berkesan sehingga siswa dapat memahami bahan ajar secara utuh. Contoh:

Peserta didik Bu Selena diharuskan untuk bisa perkalian. Tugas Bu Selena sebagai guru adalah mengajari mereka dan dalam mengajari materi perkalian, Bu Selena tak hanya mengajarkan tentang menghafal tabel perkalian, Bu Selena mencoba mengemas bahan ajar menjadi menarik agar siswa mampu memahami bahan ajar dan mampu menyelesaikan soal pada saat diberi soal nanti. Bu Selena mengajari mereka cara menghitung perkalian dengan metode jarimatika, lalu Bu Selena memberi soal untuk dikerjakan secara berkelompok, disitu mereka menghitung secara bersama-sama dan Bu Selena mendatangi setiap kelompok ketika mereka melakukan menghitung dengan jarimatika, Bu Selena mengoreksi. Ketika hasilnya ada yang salah, Bu Selena mengajak anggota kelompok tersebut untuk menghitung bersama-sama. Untuk menguatkan kemampuan perkalian, Bu Selena juga memutar video lagu perkalian serial upin-ipin dan mengajak mereka bernyanyi bersama-sama sehingga ketika pembelajaran selesai mereka akan memiliki 2 teknik dalam menguasai materi perkalian yaitu teknik menghitung operasi perkalian dengan jarimatika dan teknik menghafal perkalian.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Membimbing

Tugas guru sebagai pembimbing merupakan peran guru sebagai seseorang yang mampu memberi pendampingan kepada siswa yang memiliki masalah di lingkungan belajarnya maupun di lingkungan sosialnya. Contoh:

Pak Jindan memiliki siswa selalu menyendiri. Tugas Pak Jindan sebagai guru yaitu memberikan bimbingan dengan cara melakukan pendekatan. Tiap pulang sekolah Pak Jindan mengajak ngobrol ketika ia belum dijemput. Pak Jindan mengajaknya berbicara layaknya seperti temannya, membicarakan banyak hal dari yang penting hingga hal yang lucu. Setelah beberapa hari melakukan pendekatan, Pak Jindan menyimpulkan bahwa sikap pendiamnya karena ia takut untuk memulai sebuah pembicaraan. Langkah awal yang Pak Jindan lakukan yaitu meminta teman sebangkunya untuk mengajaknya berbicara dan ketika jam istirahat Pak Jindan meminta teman sebangkunya untuk megajaknya ke kantin bersama. Ketika pulang sekolah sebelum mereka di jemput, dia dan teman sebangkunya sengaja Pak Jindan dekati dan Pak Jindan ajak berbicara seperti membahas kartun yang mereka lihat di televisi. Ketika Pak Jindan ikut terlarut dalam pembicaraan mereka, hal ini membawa dampak yaitu secara tak sadar ia terbiasa berpendapat. Pak Jindan juga sering mengatakan kepada siswa tersebut jika terdapat hal yang ingin dibicarakan bisa langsung menemui Pak Jindan. Apabila small circle pertemanan yang dibangun dengan teman sebangkunya sudah terbentuk tentunya ia akan terbiasa curhat/berinteraksi dengan teman sebangkunya, selanjutnya yaitu membiasakan anak tersebut terbiasa berinteraksi. Pada saat itu sedang memperingati 17 Agustus, Pak Jindan membentuk beberapa kelompok, dan Pak Jindan adakan lomba yang melibatkan kelompok seperti bermain bola basket yang membutuhkan kekompakan dan interaksi sesama anggota. Dari bimbingan yang telah Pak Jindan lakukan tentunya akan membentuk kebiasaan anak. Kebiasaan interaksi yang telah dilakukan mempengaruhi kepribadiannya.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Mengarahkan

Tugas utama guru dalam mengarahkan yaitu peran guru memahami pribadi siswa sehingga guru dapat memberi arahan kepada siswa untuk mengasah bakat dan minatnya. Contoh:

Di dalam kelas Pak Kai terdapat banyak karakter anak yang dapat dilihat secara gamblang. Pak Kai sering mengamati kegiatan siswa ketika mereka melakukan kegiatan pembelajaran, seperti pada saat olahraga mereka memainkan olahraga sepak bola. Disitu akan sangat terlihat mana kelompok siswa yang gerak motoriknya aktif mana siswa yang pasif. Ketika Pak Kai mengetahui bahwa ada beberapa siswa yang jago sepak bola, Pak Kai mengusulkan kepada kepala sekolah untuk mengadakan ekstrakulikuler sepak bola. Hal ini sangat berguna untuk pengembangan bakat dan prestasi siswa yang gemar sepak bola karena di tiap tahun terdapat pertandingan sepak bola antar sekolah. Pada saat itu Pak Kai menghimpun beberapa murid Pak Kai yang dinilai jago dalam sepak bola. Pak Kai juga memberitahu kepada guru lain jika terdapat siswanya yang terlihat memiliki bakat bisa bermain sepak bola atau punya minat bermain sepak bola agar mengarahkan siswanya bisa bergabung berlatih bersama dalam kegiatan ekstrakulikuler sepak bola. Jadi dapat disimpulkan bahwa tugas guru wali kelas yang tidak memiliki basic/minat seperti yang dimiliki siswa bukan berarti guru tak dapat memberi arahan, arahan guru dan sekolah dapat berbentuk memberi fasilitas seperti mengadakan ekstrakulikuler yang dilatih oleh orang yang profesional di bidangnya.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Menilai

Dalam melakukan penilaian guru mempunyai peran bagaimana dapat melihat siswa tak hanya kemampuan akademiknya saja untuk dinilai, namun dinilai dari proses belajarnya seperti attitude nya dalam kehidupan bersosial dan usaha siswa tersebut dalam mengikuti sebuah pelajaran sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kualitas siswa. Contoh:

Di kelas Pak Saga terdapat siswa yang nilai matematikanya jelek dan selalu tertinggal nilainya dalam pelajaran berhitung. Namun pada saat Pak Saga memberikan penilaian, Pak Saga tak hanya melihat dari satu sisi saja (hasil nilai dari mengerjakan soal). Pada saat Pak Saga memberikan penilaian, Pak Saga melihat usaha murid tersebut dalam keseriusannya belajar berhitung, seperti selalu mengerjakan PR, tidak ramai dan memperhatikan di kelas pada saat Pak Saga menerangkan materi tentang berhitung serta ketika Pak Saga memberi kuis siswa tersebut masih berusaha menghitung dengan jari tangannya. Sehingga peran guru dalam menilai siswa yaitu dapat memberikan apresiasi kepada siswa dengan tidak menilai dari hasil nilai akademiknya saja namun menilai dari proses belajar siswa tersebut.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Melatih

Tugas utama guru dalam melatih merupakan peran guru untuk membantu peserta didik untuk mempersiapkan peserta didik dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu. Contoh:

Guru tak hanya memberikan materi bahan ajar dan memberikan soal saja, namun guru memiliki tugas untuk melatih anak didiknya agar mahir dalam materi yang diajarkan. Contohnya saja ketika Pak Cokro sudah mengajarkan siswa metode jarimatika dan mengahafal dengan lagu tentang materi perkalian. Tentu saja tak semua siswa langsung bisa, terdapat beberapa siswa yang masih saja tak paham. Dan disitu lah tugas guru untuk melatih siswa yang belum mahir perkalian seperti rutin memberi kuis dan mengadakan les khusus bagi yang belum bisa perkalian sehingga murid akan lebih siap ketika mereka dihadapkan soal ulangan.

  • Tugas Utama Guru Professional dalam Mengevaluasi

Tugas guru dalam mengevaluasi yaitu menentukan cara/strategi untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai sebuah materi pelajaran yang telah diberikan serta mengetahui kelemahan dan kelebihan peserta didiknya. Contoh:

Setelah Pak Ribut mengajar, memberi bimbingan dan melatih anak didiknya tentang materi perkalian, Pak Ribut melakukan evaluasi yaitu dengan memberikan mereka ujian tertulis. Dari hasil ujian tertulis tersebut akan terlihat tingkat pemahaman masing-masing siswa. Bagi siswa yang mendapatkan nilai ujian tertulis yang memuaskan berarti tingkat pemahaman mengenai suatu bahan ajar telah tercapai. Bagi murid yang hasil evaluasinya masih belum baik berarti belum mencapai pemahaman akan suatu materi. Lalu Pak Ribut memakai cara lain untuk memberi evaluasi lanjutan seperti menggali keterampilannya karena Pak Ribut memahami bahwa setiap pencapaian belajar anak berbeda-beda sehingga Pak Ribut memberi evaluasi lanjutan bagi siswa yang belum lolos evaluasi tertulis yaitu dengan memberi tugas agar mereka membuat tabel perkalian lalu Pak Ribut menyuruh menghafal dan terdapat remidi namun Pak Ribut mengemasnya dengan tujuan agar anak bisa menghitung perkalian. Contoh, Pak Ribut memberikan satu soal remidi 9x7=.... Lalu anak yang remidi tersebut Pak Ribut tugaskan untuk membuat video bagaimana menyelesaikan soal 9x7=... dengan cara menggunakan metode jarimatika, proses menghitung dengan jari direkam dan dikumpulkan via WhatsApp.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan