Mohon tunggu...
Hidayatul Muanifah
Hidayatul Muanifah Mohon Tunggu... Guru - An English Teacher

Saya adalah seorang Ibu yang berprofesi sebagai Guru di sebuah SMP Negeri yang memiliki hobi memasak, menulis, dan membuat kue.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pemimpin Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid Berdasar atas Patrap Triloka Ki Hajar Dewantara

20 April 2022   10:12 Diperbarui: 21 April 2022   08:18 1927
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ing Ngarso Sung Tulodho. Dokpri

Kita semua sebagai pendidik dalam hal ini adalah guru pastinya sudah tidak asing mendengar sosok Ki Hajar Dewantara. Pemikiran-pemikiran beliau tentang pendidikan di Indonesia ternyata tak lekang oleh zaman, bahkan di era globalisasi dan digitalisasi ini pemikiran-pemikiran beliau dirasa masih sangat relevan diterapkan dalam proses pendidikan kita guna menciptakan karakter murid yang sesuai dengan budaya dan karakter bangsa Indonesia.

Filosofi Patrap Triloka yang dikemukakan beliau masih menggaung sampai saat ini, bahkan menjadi semboyan pendidikan Indonesia yang dipatenkan yakni Tut Wuri Handayani.

Patrap Triloka yang berbunyi Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani memiliki arti bahwasanya seorang guru harus bisa Di depan memberi teladan, Di tengah membangun motivasi, dan Di belakang memberikan dukungan kepada para muridnya. 

Dari ketiga semboyan tersebut kaitannya dengan seorang guru adalah sebagai pemimpin pembelajaran adalah guru harus mampu mengambil keputusan dalam setiap hal yang dia temukan dalam lingkungan pendidikannya dengan menerapkan filosofi Patrap Triloka tersebut dalam setiap pengambilan keputusan harus berpihak kepada murid.

Ing Madyo Mangunkarso. Dokpri
Ing Madyo Mangunkarso. Dokpri

Sebagai guru hendaknya memiliki karakter atau nilai-nilai luhur dalam diri untuk memperkuat dan menunjang pengambilan keputusan yang kita ambil berdasarkan pada prinsip-prinsip yang telah dilakukan pengujian kebenaran. Dalam mengambil sebuah keputusan dalam suatu kasus yang terjadi dalam lingkungan pendidikan, implementasi coaching dalam keseharian menagani kasus sangatlah membantu guru. 

Memiliki keahlian dalam melakukan coaching baik terhadap murid ataupun rekan guru lainnya membuat guru menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang terbiasa mengidentifikasi masalah yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. 

Seorang guru yang bertindak sebagai coach akan menjadi pendengar yang baik namun juga aktif dalam membangun kepercayaan diri dalam diri coachee sehingga coachee akan bisa menemukan sendiri penanganan dari permasalahannya. 

Dengan Model Coaching TIRTa, seorang guru akan mampu membangun Tujuan apa yang akan diperoleh dari sesi coaching ini. Identifikasi permasalahan dan kemampuan diri coachee  dalam merumuskan solusi sendiri. 

Rencana aksi yang kemungkinan akan dilaksanakan sendiri oleh coachee dalam merumuskan solusi permasalahannya. Tanggung jawab yang diharapkan tumbuh dari diri coachee sendiri dalam pengambilan keputusannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun