Mohon tunggu...
Hidayat Huang
Hidayat Huang Mohon Tunggu...

Dosen Fakultas Ekonomi Yarsi; Direktur PT Globalstats Solusi Utama; Direktur CV MIPA Andalan; Pelaku ekonomi

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Berjaya di Perdagangan Internasional, Indonesia menjadi Negara Adidaya

6 Februari 2014   09:56 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:06 283 0 0 Mohon Tunggu...

Ditulis Oleh: Hidayat Huang

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi
Direktur PT Globalstats Research

Apakah kita menyadari bahwa sebagian produk yang kita gunakan selama ini adalah produk negara lain yang didagangkan di dalam negeri? Mari kita cek HP yang kita gunakan apakah merek Blackberry, Nokia, Samsung atau Hape China. Kendaraan yang kita gunakan, mulai dari motor sampai mobil bukankah produk Jepang? Sofware di komputer kita bukankah produksi Amerika? Bahkan sampai tusuk gigi merupakan "made in China". Saya sering iseng-iseng mengamati produk-produk kecil seperti korek api pun "made in China". Mana produk Indonesianya? Walaupun memang ada banyak produk kita juga yang sering kita pakai sehari-hari namun mereknya kurang dikenal. Sedikit menggembirakan, belakangan muncul merek "tolak angin" dan mie instan yang katanya digemari di negera tetangga seperti Hongkong. Produk-produk tersebut merupakan komoditas yang diperjual belikan dalam perdagangan internasional saat ini.

Jika kita kaji lebih mendalam, pedagangan internasional memiliki peran yang sangat vital bagi sebuah negara. Perdagangan internasional akan mendatangkan penghasilan dan tentunya devisa bagi negara. Sebagian besar negara-negara maju menggantungkan hidup negaranya kepada perdagangan internasional. Amerika Serikat sebagai negara adidaya melakukan perdagangan internasional. Diwakili oleh korporasi-korporasi raksasa miliknya, amerika mengendalikan dunia. Yang paling kita kenal karena kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah produk software Microsoft. Kita sudah sangat tergantung kepada produk tersebut. China sebagai kekuatan ekonomi baru tentu juga melakukan perdagangan internasional. Kita sudah tidak asing lagi dengan produk-produk elektronik china yang membanjiri pasar Glodok. Jepang setelah perang dunia kedua gencar melakukan perdanganan internasional. Saat ini kita mengenal produk otomotif berkualitas dengan harga terjangkau, ya produk jepang. Belakangan muncul Korea yang mulai menyodok negara lain dalam perdanganan internasional melalui produk Samsung-nya.

Sejak masa lalu, perdagangan internasional telah menjadi jantung negara-negara besar saat itu. Tentu kita mengenal jalur sutra merupakan jalur perdagangan internasional pada sejak abad 2 sebelum masehi sampai dengan abad 16. China sebagai negara saat itu melakukan perdagangan melalui jalur ini. Komoditas seperti keramik, emas, sutra, kertas diangkut hilir mudik melintasi berbagai negara untuk diangkut ke barat. Romawi sebagai representasi negara barat pada saat itu menjadi pembeli utama komoditas tersebut.

Perdagangan internasional penting untuk kemajuan sebuah negara. Negara yang ingin sejahtera dan Berjaya secara ekonomi tentu perlu concern terhadap perdagangan internasional. Mengapa perdagangan internasional dapat membuat negara kita kaya-raya? Karena tentunya pasar internasional yang tidak terbatas. Penduduk dunia yang hampir 7 milyar jiwa akan menjadi calon pembeli potensial atas produk kita. Rata-rata penghasilan negara-negara maju yang lebih besar dibandingkan rupiah menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu tentunya terdapat gap komoditas antar negara.  Kita memiliki bijih besi yang banyak, batu bara yang melimpah, hasil kerajinan tangan, hasil laut yang melimpah menjadi keunggulan komparatif bagi negara kita dibandingkan negara lain.

Namun sayangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai perdagangan internasional jarang diajarkan di sekolah-sekolah, termasuk sekolah bisnis sekalipun. Sekolah bisnis dan manajemen di kita lebih banyak membahas mengenai perdagangan lokal. Coba saja kita tes para sarjana atau bahkan master dari sekolah manajemen dan bisnis, apakah mereka familiar dengan LC (letter of credit), tanyakan juga apa komoditas unggulan indonesia yang dibutuhkan negara lain. Negara mana saja yang menjadi tujuan ekspor indonesia? Tentunya banyak yang gagap mengenai hal tersebut.

Negara kita cenderung pasif dan menjadi objek dalam perdagangan internasional. negeri ini tidak pernah berhenti kebanjiran produk asing. Gelombang pertama kita kebanjiran teknologi tinggi dan mesin-mesin dari eropa. Gelombang kedua kita kebanjiran produk otomotif dan elektronik dari Jepang. gelombang keempat kita kebanjiran produk elektronik dan tekstil dari korea. Gelombang yang paling besar adalah datang dari produk-produk made in china yang hampir ada di semua lini. Bahkan negara vietnam pun membanjiri indonesia dengan berasnya.

Belum terlambat kita untuk mulai menjadi pemain utama dalam perdagangan internasional. Kita bangun kejayaan negeri melalui perdagangan internasional. Negeri kita memiliki potensi untuk menjadi negara maju. Kita memiliki komoditas yang tidak dimiliki oleh negara lain. Yang perlu dibangun adalah industri pengolahan dan  industri hilir. Tidak hanya menjual kekayaan mentah tanpa pengolahan. Memang tidak mudah, perlu usaha keras untuk mewujudkannya. Namun jika negara lain bisa, kenapa kita tidak? bukankah kita pernah berjaya melalui Majapahit dan Sriwijaya di masa lalu? Mari kita mengulangi kejayaan tersebut.

Tulisan lain dapat dibaca di : Globalstats Research

VIDEO PILIHAN