Hawin Fizi Balaghoni
Hawin Fizi Balaghoni Pedagang

Alumni Universitas Negeri Surabaya. Pedagang Kecil dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Menulis Menjadi Hobi - Traveler - Marketing.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Perkuat Etika Kejujuran dalam Berkampanye Politik di Lumajang

27 Mei 2018   18:27 Diperbarui: 27 Mei 2018   18:27 294 0 0
Perkuat Etika Kejujuran dalam Berkampanye Politik di Lumajang
imag0519-5b0a25bccf01b4521f199d32.jpg

Perkuat Etika Kejujuran dalam Berkampanye Politik di Lumajang !!

Kejujuran membawa manfaat, maka pasti akan terbukti di kemudian hari. Kejujuran menjadi aturan paling mendasar agar kita jauh dari ingin mencari sensasi dengan propaganda. Dengan Kejujuran pula kita akan terbiasa tidak memaksakan ide tertentu, serta lebih mudah mengemas segala sesuatu dengan apa-adanya. Politik erat kaitannya dengan etika dan perilaku yang akhirnya melahirkan integritas profesionalisme. Nilai yang terkandung di dalamnya tidaklah dapat terlahir instan, Sebab sudut pandang jenius tidak dihasilkan dari model pencitraan karbitan, tentu agar kuat dalam Kejujuran tersebut. 

2018 Saat ini, Kabupaten Lumajang memasuki tahun politik, dimana tepat melewati bulan suci Ramadhan. Maka membahas tema Kejujuran akan Selaras dengan semangat kita menghasilkan Pemimpin yang Jujur apa adanya. Kan bulan Puasa, jadi tulisan ini sangat pas untuk Calon Pemimpin yang tentu ingin mengambil hikmah dari Bulan Penuh Berkah ini. Praktisi yang baik tentu akan senantiasa memberikan perilaku jujur, tidak suka menyuap atau disuapi, atau juga bukan menawarkan janji yang mengada-ngada untuk menyenangkan kalangan masyarakatnya. Maka itu, jujur masuk dalam sikap istimewa orang-orang yang profesional.

Maka saya sangat mengidamkan kita untuk mulai bergeser dari kampanye politik kepada kesadaran pengumpulan pendapat masyarakat tentang tawaran gagasan yang relevan untuk saat ini. Sebab sejatinya, saya memahami bahwa bertarung Debat saja, akan mirip dengan perlombaan cerdas cermat. Menarik?, iya, tapi itu saja tidak cukup. Sedikit sekali memberi ruang untuk bertukar gagasan dalam suasana yang lebih mantab. Dalam hal ini, Kejujuran kita lah yang diuji? Adakah Debat yang mau mengakui kelemahan masing-masing?, rata-rata semua berlomba untuk saling lebih ungggul saja. Padahal saya menyadari bahwa Semua Paslon pastilah orang hebat di Kabupaten Lumajang, tapi tentu tetap ada Plus-Minusnya. Lawong kita semua manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf kok. Maka Butuh Pintu lagi untuk membuka Ruang kemungkinan yang lainnya.

Tidak hanya soal intelektual, terlebih yang lebih penting tentang komitmen Kejujurannya. Jujur untuk melaksanakan janji politik, atau bersiap mengganti kebijakan yang lebih baik jika situasi dan kondisinya berubah di kemudian hari. Sebab masyarakat tentu tidak ingin ada yang "tidak tahu kabar", kemana janji dulu itu pergi. Atau umpatan pemimpin yang mengeluh, "Kan masanya sudah beda, Kan tantangannya sudah berbeda, Kan dulu begini sekarang begitu" semua itu akan sangat menyebalkan terdengar, disaat pencitraan begitu kuat dimasa kampanye dan akhirnya mlempem di masa pelaksanaannya. Mari kita saling mengingatkan untuk berperilaku jujur dalam setiap dimensi kehidupan. Ramadhan penuh berkah untuk bersama-sama kita gapai Kebaikannya. Insyaallah.