Mohon tunggu...
Hezza satryawicaksana
Hezza satryawicaksana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

mahasiswa teknik informatika

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mengenal Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

20 Oktober 2021   10:49 Diperbarui: 20 Oktober 2021   10:54 246 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Belakangan ini banyak  yang mengulang-ulang kata Industri 4.0. Namun, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang  belum memahami apa itu Industri 4.0 dan bagaimana kontribusinya bagi kemajuan Indonesia.  Industri 4.0 pertama kali digunakan di Hannover Fair pada tanggal 48 April 2011. Pemerintah federal menggunakan istilah untuk membawa industri ke tingkat berikutnya dengan teknologi.

Revolusi 4.0 pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab dan Direktur Eksekutif World Economic Forum (WEF).  Revolusi 4.0 dikatakan telah mengubah kehidupan dan pekerjaan masyarakat secara mendasar. Revolusi industri ini adalah generasi keempat,  lebih besar dalam lingkup, ruang lingkup dan kompleksitas dari sebelumnya. Revolusi industri sendiri dimulai pada abad ke-18 dengan berkembangnya industri kreatif.

Apa itu Society 5.0
Semua kemajuan dan perubahan yang dibawa oleh Revolusi Industri 4.0 membuat banyak orang  percaya bahwa tidak ada  lagi revolusi Namun, pemikiran itu menghilang ketika era Society 5.0 tiba, sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Federasi Bisnis Jepang. Konsep-konsep yang  diusulkan dalam rencana sains dan teknologi dasar akan diintegrasikan ke dalam masyarakat masa depan yang harus diperjuangkan negeri matahari terbit.
Sederhananya, era Society 5.0 bertujuan untuk mengintegrasikan ruang virtual dan ruang fisik. Integrasi adalah untuk tujuan kesederhanaan. Menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan memecahkan masalah sosial melalui sistem yang terintegrasi secara mendalam membuat segalanya lebih mudah, terutama  dalam pekerjaan.

PERBEDAAN ANTARA MASYARAKAT 5.0 DAN REVOLUSI SEKTOR 4.0
Masyarakat 5.0 adalah  konsep  mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang dipresentasikan di CeBIT Hannover di Hannover. Pada tahun 2017, Abe mengatakan bahwa konsep ini dapat membantu Jepang menyelesaikan beberapa masalah. Konsep ini diperkenalkan pada tahun 2019. Saat itu, Jepang sedang mengalami masalah kependudukan atau penurunan jumlah penduduk atau pekerja usia kerja. Maka Jepang mencoba melakukan perbaikan dengan memperkenalkan Company 5.0.

Sementara banyak orang berpikir tentang Revolusi Industri 4.0,  itu didominasi oleh mesin berteknologi tinggi yang  bersaing dengan kekuatan manusia. Bahkan, Society 5.0  diharapkan dapat menciptakan nilai baru dan memecahkan masalah sosial melalui teknologi canggih ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan